Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
KOLABORASI merupakan salah satu faktor kunci dalam berkembangnya berbagai bidang industri kreatif mulai dari craft/kerajinan, seni pertunjukan/showbiz, perfilman, desain, musik, periklanan, sampai technology based creative. Berbekal dari sadar kuatnya kolaborasi, Adhya Group dan MahakaX secara aktif mencari peluang untuk menggabungkan kekuatan untuk terlibat dalam proyek bersama untuk menciptakan produk-produk ekonomi kreatif yang inovatif.
Dengan mendobrak silo dan mempromosikan kolaborasi lintas, Adhya Group dan MahakaX memiliki tujuan mendorong pertumbuhan kolektif dan membuat dampak yang langgeng pada industri kreatif. Kerja sama ini menargetkan pengembangan dalam bidang media partner, IP creation & development, produksi film, event, dan investasi.
Kedua grup ini memiliki jejak luar biasa dalam industri bisnis kreatif. MahakaX bergerak dalam pengembangan jejaring media dan investasi. Adhya Group mengembangkan berbagai lini bisnis kreatif mulai dari perfilman hingga manajemen talenta domestik maupun internasional.
Baca juga: Pengusaha Ungkap Beberapa Faktor Penyebab Indeks PMI Manufaktur Melemah
"Melalui kolaborasi ini diharapkan Adhya Group dan MahakaX dapat menghasilkan produk-produk kreatif yang inovatif, sehingga audiens dari berbagai elemen bisa mendapatkan aksesibilitas dan pengalaman berkesan lantas berimbas pada dukungan yang lebih besar terhadap produk-produk kreatif lokal. Mimpi dan misi kami di Adhya Group untuk bisa menjadikan memberikan panggung kepada produk-produk kreatif lokal sebesar-besarnya dan mampu memasuki pasar global," tutur Ricky Wijaya selaku CEO Adhya Group.
CEO MahakaX Farash Farich menambahkan pihaknya dan Adhya memiliki minat yang sama untuk turut mengembangkan sektor ekonomi kreatif Indonesia. Sektor ini selama 10 tahun terakhir tumbuh hampir 2 kali lipat hingga mencapai nilai lebih dari Rp1.100 triliun tahun lalu. Selain mendukung pertumbuhan, kolaborasi MahakaX dan Adhya diharapkan dapat memperkaya sektor kreatif dengan ide-ide baru dalam bentuk konten digital, event, maupun experiential yang dapat dinikmati oleh konsumen melalui berbagai platform. (RO/Z-2)
Busana SukkhaCitta yang dipakai dalam film tersebut adalah gaun biru ikonis yang dikenakan oleh aktris Sheila Dara Aisha sebagai tokoh Sore.
Film Host yang tayang di Prime Video menjadi interpretasi sinematik pertama dari legenda Thailand tentang Mae Sue, roh penjaga bayi baru lahir.
Film Kang Solah From Kang Mak x Nenek Gayung merupakan spin-off dari film Kang Mak From Pee Mak, yang sukses besar pada 2024.
Film itu akan menyajikan cerita perjalanan hidup Aqilla setelah merelakan anak kandungnya Baskara (Faqih Alaydrus) untuk diasuh oleh pasangan Arif dan Yumna di Surakarta.
Sosok hantu yang menyeramkan itu bakal muncul di film Kang Solah From Kang Mak X Nenek Gayung, spin off dari film Kang Mak from Pee Mak.
AKTRIS Lily Collins, pemeran utama dalam serial Emily in Paris sudah terjun ke dunia hiburan sejak masih balita, tepatnya tahun 1992 saat usianya baru dua tahun.
ADA peluang, tantangan, serta prospek penggunaan local currency transaction (LCT) dan renminbi (RMB) dalam mendukung penguatan perdagangan dan investasi antara Indonesia-Tiongkok.
Rencana penerbitan private placement Patriot Bond oleh Danantara Indonesia senilai Rp50 triliun menuai dukungan.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengingatkan para pejabat pemerintah, termasuk direksi dan komisaris di perusahaan negara tetap rendah hati.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, yang terpilih pada Juni, meminta Trump untuk membantu mewujudkan perdamaian antara kedua Korea selama kunjungannya ke Gedung Putih.
Danantara Indonesia tengah menyiapkan penerbitan Patriot Bonds, instrumen pembiayaan yang ditujukan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan telah bertemu dengan pihak dari Kanada dan Rusia membahas pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved