Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI terkait fesyen, khususnya bisnis sablon tak pernah lekang di makan waktu. Bahkan bisnis sablon terus berkembang pesat di tanah air berkat perkembangan teknologi digital.
Kehadiran sablon digital membuka peluang baru bagi para pengusaha dan individu untuk menghasilkan produk sablon berkualitas tinggi, fleksibilitas, desain yang tak terbatas, dan proses produksi yang efisien.
Untuk mendukung dan menggairahkan minat masyarakat terhadap usaha sablon, banyak pelaku usaha berperan aktif menyebarkan informasi mengenai peluang usaha ini. Salah satunya PT Grafika Tritunggal Lestari.
Baca juga : Program BPD Blibli Dongkrak Penjualan Fesyen Muslim di Kuartal I-2023
Perusahaan yang berlokasi di kota Bekasi, Jawa Barat ini dalam dua tahun terakhir giat melakukan kegiatan pembelajaran dan pelatihan menggunakan saluran media sosial.
Melalui akun Instagram @grafikatritunggallestari, warganet dapat menemukan banyak postingan bermanfaat seputar proses sablon mulai dari tips praktis, perkembangan tren, dan seluk beluk seputar proses sablon.
Baca juga : Kerap Curi Perhatian, Selebgram Pontianak Ini Diam-diam Jadi Pebisnis Sukses
Kegiatan edukasi juga kerap dilakukan melalui Instagram Live menghadirkan para praktisi dan narasumber kompeten. Ada pula kelas pelatihan offline yang khusus membahas perkembangan dan teknik terbaru seputar sablon.
Tak cukup sampai di situ, PT Grafika Tritunggal Lestari juga menjalin kerja sama dengan Sekolah Sablon Indonesia dan Akademi Sablon Nusantara menggelar pelatihan sablon berbasis komunitas.
Kegiatan pembelajaran ini menurut Direktur PT Grafika Tritunggal Lestari, Soeryo Soebroto, sudah banyak menghasilkan alumni yang memiliki usaha di bidang konveksi sablon dan clothing.
“Kerja sama ini memang bertujuan menciptakan program edukasi yang dapat memberikan pemahaman mendalam tentang sablon kepada para calon pengusaha dan individu yang ingin mengembangkan keterampilan mereka di bidang ini,” ujar Soeryo.
Soeryo menambahkan, inisiatif kerja sama dengan Sekolah Sablon Indonesia dan Akademi Sablon Nusantara membuat kegiatan edukasi dan sharing informasi baik secara online maupun offline menjadi lebih efektif.
Perpaduan pengetahuan dan pengalaman dari kedua entitas ini juga diharapkan membuat edukasi menjadi lebih terjangkau dan berkualitas. Edukasi yang diselenggarakan PT Grafika Tritunggal Lestari diyakini Soeryo akan mempercepat pertumbuhan bisnis sablon di Tanah Air.
Melalui peningkatan pemahaman dan keterampilan yang diberikan, diharapkan muncul lebih banyak pelaku usaha baru yang mampu menghasilkan produk sablon berkualitas tinggi.
“Dalam kegiatan workshop misalnya, masyarakat mendapat pelatihan berbagai jenis teknik sablon terupdate. Kegiatan ini cocok untuk mereka yang ingin mengenal dan merintis kaos sablon dan brand clothing,” ujar Soeryo.
Ia berharap, kegiatan edukasi itu akan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat khususnya kalangan entrepreneur muda.
“Kami ingin mencetak lebih banyak calon pengusaha yang terbuka terhadap inovasi dan peluang baru yang dapat ditawarkan oleh teknologi ini,” tandasnya.(RO/Z-5)
Lazada Indonesia menggandeng dua jenama lokal, Klamby dan Wardah, untuk menghadirkan koleksi spesial Ramadan 2026 sekaligus merespons perubahan perilaku konsumen.
Koleksi limited edition Year of the Horse dari New Era menonjolkan kualitas craftsmanship yang detail dengan nuansa selebrasi yang lebih halus (subtle).
Melalui koleksi eksklusif bertajuk Moroccan Daydream, Tasya membawa standar estetika tingginya ke dalam busana siap pakai untuk menyambut Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Busana yang dikenakan Adelia tersebut merupakan koleksi Lebaran dari jenama Lina Sukijo bertajuk Gema Rayya.
Arumi memilih atasan berbentuk seperti mantel panjang berwarna merah marun, pilihan warna yang memberikan kesan megah dan berwibawa.
Zaskia dan Shireen Sungkar mengajak audiens untuk merenungkan kembali makna warisan yang tidak hanya berwujud karya fisik, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang diteruskan lintas generasi.
Menkomdigi Meutya Hafif mengatakan penerbitan peraturan ini merupakan langkah konkret negara untuk memastikan anak-anak Indonesia terlindungi dari berbagai risiko di internet.
Menkomdigi Meutya Hafid resmi terapkan PP Tunas. Anak di bawah 16 tahun dilarang akses platform risiko tinggi demi cegah adiksi & konten seksual.
Komdigi melarang anak di bawah usia 16 tahun punya akun pada sejumlah media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, dan X.
Panduan terbaru 2026 mengenai aturan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Pahami batasan hukum, risiko privasi, dan tips pendampingan orang tua.
Berbeda dengan WhatsApp dan Instagram, TikTok resmi menolak fitur enkripsi end-to-end (E2EE) dengan alasan keamanan anak di bawah umur dan akses penegak hukum.
Data Digital 2025 Global Overview Report mencatat bahwa masyarakat Indonesia usia 16 tahun ke atas menghabiskan rata-rata 7 jam 22 menit per hari di internet.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved