Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Viral! Pemilik Dapur MBG Nyawer di Konser Dangdut, Penonton Ikut Heboh

N Apuan Iskandar
27/3/2026 12:55
Viral! Pemilik Dapur MBG Nyawer di Konser Dangdut, Penonton Ikut Heboh
Ilustrasi(Biro Hukum dan Humas BGN)

AKSI nyawer yang dilakukan seorang pengusaha lokal di Pamekasan, Madura, mendadak viral di media sosial. Sosok tersebut diketahui merupakan pemilik usaha kuliner Dapur MBG yang terekam memberikan saweran dalam jumlah besar saat konser penyanyi dangdut Valen Akbar.

Dalam video yang beredar, suasana konser tampak begitu meriah dengan penonton yang memadati area panggung. Di tengah penampilan, sang pengusaha terlihat maju ke depan dan mulai menyawer uang ke arah panggung. Aksi spontan ini langsung disambut riuh oleh penonton yang ikut larut dalam euforia acara.

Fenomena nyawer sudah lama menjadi bagian dari budaya hiburan, khususnya dalam pertunjukan dangdut di Indonesia. Tradisi ini biasanya dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap penyanyi, sekaligus menjadi simbol kemeriahan dalam sebuah acara. Aksi yang terjadi di Pamekasan ini menarik perhatian, karena jumlah saweran yang disebut cukup besar.

Respons warganet pun beragam. Sebagian melihatnya sebagai bentuk hiburan yang sah dan wajar, bahkan dianggap sebagai ekspresi kebahagiaan dan keberhasilan seseorang. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan sisi etika, terutama ketika aksi tersebut dipertontonkan secara luas di media sosial.

Menurut kajian dari Universitas Airlangga, fenomena viral seperti ini menunjukkan bagaimana budaya lokal kini bertransformasi di era digital. Aktivitas yang sebelumnya bersifat lokal dapat dengan cepat menjadi konsumsi publik yang lebih luas, memicu berbagai interpretasi dari masyarakat.

Di sisi lain, kehadiran pelaku usaha dalam acara hiburan juga dinilai berkontribusi terhadap dinamika ekonomi lokal. Kegiatan konser yang ramai dapat mendorong perputaran ekonomi, mulai dari sektor kuliner hingga jasa lainnya di sekitar lokasi acara.

Meski menuai pro dan kontra, momen ini menjadi contoh bagaimana interaksi antara budaya tradisional dan media sosial menciptakan fenomena baru. Aksi nyawer yang dulunya hanya dinikmati di lokasi kini dapat menjangkau audiens yang jauh lebih luas.

Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan hiburan tidak lagi berhenti di panggung, melainkan berlanjut di ruang digital yang membentuk opini dan tren di masyarakat. (unggahan media sosial/kajian Universitas Airlangga/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya