Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI nyawer yang dilakukan seorang pengusaha lokal di Pamekasan, Madura, mendadak viral di media sosial. Sosok tersebut diketahui merupakan pemilik usaha kuliner Dapur MBG yang terekam memberikan saweran dalam jumlah besar saat konser penyanyi dangdut Valen Akbar.
Dalam video yang beredar, suasana konser tampak begitu meriah dengan penonton yang memadati area panggung. Di tengah penampilan, sang pengusaha terlihat maju ke depan dan mulai menyawer uang ke arah panggung. Aksi spontan ini langsung disambut riuh oleh penonton yang ikut larut dalam euforia acara.
Fenomena nyawer sudah lama menjadi bagian dari budaya hiburan, khususnya dalam pertunjukan dangdut di Indonesia. Tradisi ini biasanya dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap penyanyi, sekaligus menjadi simbol kemeriahan dalam sebuah acara. Aksi yang terjadi di Pamekasan ini menarik perhatian, karena jumlah saweran yang disebut cukup besar.
Respons warganet pun beragam. Sebagian melihatnya sebagai bentuk hiburan yang sah dan wajar, bahkan dianggap sebagai ekspresi kebahagiaan dan keberhasilan seseorang. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan sisi etika, terutama ketika aksi tersebut dipertontonkan secara luas di media sosial.
Menurut kajian dari Universitas Airlangga, fenomena viral seperti ini menunjukkan bagaimana budaya lokal kini bertransformasi di era digital. Aktivitas yang sebelumnya bersifat lokal dapat dengan cepat menjadi konsumsi publik yang lebih luas, memicu berbagai interpretasi dari masyarakat.
Di sisi lain, kehadiran pelaku usaha dalam acara hiburan juga dinilai berkontribusi terhadap dinamika ekonomi lokal. Kegiatan konser yang ramai dapat mendorong perputaran ekonomi, mulai dari sektor kuliner hingga jasa lainnya di sekitar lokasi acara.
Meski menuai pro dan kontra, momen ini menjadi contoh bagaimana interaksi antara budaya tradisional dan media sosial menciptakan fenomena baru. Aksi nyawer yang dulunya hanya dinikmati di lokasi kini dapat menjangkau audiens yang jauh lebih luas.
Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan hiburan tidak lagi berhenti di panggung, melainkan berlanjut di ruang digital yang membentuk opini dan tren di masyarakat. (unggahan media sosial/kajian Universitas Airlangga/Z-2)
BGN memberikan klarifikasi terkait video viral yang menampilkan menu lele dan tahu dimarinasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan
"Ini dilakukan sebagai komitmen dan kepedulian para ulama dalam ikut membantu petani, agar tembakau mereka terbeli dengan harga layak,"
Empat gudang penyimpanan garam di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, roboh diterjang angin puting beliung, Selasa (28/1). Lokasi kejadian itu berada di Dusun Majungan, Desa Pademawu Timur.
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, membatalkan penarikan dana Pendidikan Profesi Guru (PPG) bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) di wilayah tersebut.
Menurut warga, mereka tiba-tiba mendengar bunyi ledakan keras dari sebuah warung kosong yang dijadikan tempat penyimpanan barang bekas. Setelah didatangi, mereka mendapati Ainul Yakin (30)
Proyek yang menyasar Pulau Gili Labak dan Pulau Pagerungan Kecil ini menjadi solusi nyata atas tantangan geografis dalam pemenuhan energi di daerah terpencil.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan kepala SPPG wajib rutin ke sekolah penerima MBG agar data valid dan kasus sekolah kosong seperti di Madura tak terulang.
"Sekarang yang saya ingin lakukan, ingin pastikan, ada satu lab di Madura, sehingga kalau ada indikasi campak, kirimnya tidak usah jauh-jauh ke Surabaya,”
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) tengah mengejar target eliminasi kasus campak di Sumenep, Madura. Saat ini telah ditetapkan status Kejadian Luar Biasa campak (KLB Campak) di Sumenep.
"Masyarakat harus menjaga warisan leluhur Madura ini, khususnya di Kabupaten Sumenep. Karapan sapi bukan hanya hiburan rakyat, tapi, kekayaan budaya yang bisa dikenalkan ke dunia,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved