Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR asuransi dan reasuransi secara global mengalami penguatan atau pengetatan (hardening market) dalam beberapa tahun terakhir. Namun, industri reasuransi di Indonesia tidak merespons dengan tepat.
Kondisi itu terjadi di tengah pandemi covid-19 yang membawa perubahan yang cukup besar di industri perasuransian nasional. Selain itu, sejumlah klaim besar dalam beberapa tahun terakhir serta fenomena memburuknya asuransi kredit menjadi pemicu bagi industri melakukan perubahan secara signifikan untuk memulihkan pasar.
Menghadapi hal itu, PT Reasuransi Indonesia Utama (persero) atau Indonesia Re melakukan perubahan signifikan untuk mendorong pemulihan kinerja perusahaan dan industri secara keseluruhan. Perubahan kebijakan itu antara lain secara signifikan terjadi dalam pembaruan perjanjian bisnis atau renewal treaty 2023.
"Indonesia Re berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada industri perasuransian di Indonesia. Tentu dengan perubahan-perubahan yang kami sudah lakukan, terutama dalam pertanggungan ulang, seperti memperpanjang treaty di tahun kemarin. Kami akan terus melakukan perubahan-perubahan untuk melakukan perbaikan tentunya," ungkap Direktur Utama Indonesia Re Benny Waworuntu dalam keterangan tertulis, Minggu (5/2).
Menurut Benny, Indonesia Re mendorong industri asuransi untuk kembali menjadi bisnis yang berbasiskan pengetahuan atau knowledge based businesss. Pasalnya, selama ini industri asuransi dan reasuransi dinilai cenderung menjadi bisnis yang berbasiskan relasi. Untuk bisa melakukan perubahan itu, Benny menegaskan bahwa data, riset, dan teknologi memegang peranan penting. Data dan riset, kata dia, menjadi modal untuk menjalankan bisnis berbasis pengetahuan, sedangkan secara digitalisasi atau teknologi akan mempererat proses tersebut.
"We have to change the way of doing the business from relationship based into knowledge based businesss. Ini betul-betul suatu perubahan yang besar." Perubahan ini, tambah Benny, juga menjadi penting lantaran industri asuransi dan reasuransi akan wajib mengimplementasikan International Financial Reporting Standard (IFRS) 17 dan Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 74. Penerapan PSAK baru ini dinilai akan menjadi momentum signifikan yang akan mengubah cara asuransi dan reasuransi berbisnis.
Dalam PSAK 74 akan ada perubahan signifikan mulai dari pengakuan, pencatatan, hingga pencadangan. Ini memaksa industri asuransi untuk mengubah cara-cara bisnis. "Yang paling penting ialah cara bisnis yang selama ini dijalankan berdasarkan relasi harus diubah menjadi (berbasiskan) knowledge," jelasnya.
Benny mengatakan perubahan tersebut bisa direalisasikan dengan kerja sama seluruh pemangku kepentingan di industri asuransi dan reasuransi. Indonesia Re, jelasnya, akan mendukung perubahan tersebut, termasuk dengan mengedukasi pasar dengan berbagai kegiatan, seperti Indonesia Re 2023 Treaty Renewal: Post Mortem & What's Next yang dihelat akhir bulan lalu.
Lebih jauh lagi, Direktur Teknik Operasi Indonesia Re Delil Khairat memerinci langkah yang telah dilakukan oleh BUMN di bidang reasuransi ini dalam mendorong perubahan di industri tersebut. Menurutnya, pengetatan yang terjadi di pasar dalam beberapa tahun terakhir mendorong Indonesia Re untuk melakukan perbaikan portofolio bisnis dengan menekankan pada sejumlah aspek, terutama treaty balance, pricing, dan risk concentration.
Dalam renewal treaty, jelasnya, Indonesia Re melakukan penyesuaian tarif atau pricing yang hampir terjadi pada seluruh mitra asuransi atau cedant. Di samping itu, Indonesia Re menghapus atau merestrukturisasi program-program treaty yang jarang digunakan atau tidak terpakai oleh cedant. "Penyesuaian pricing tidak dapat terelakkan yang dihadapi oleh banyak cedants," jelasnya.
Setelah melakukan perubahan signifikan pada renewal treaty per Januari 2023, Delil menjelaskan Indonesia Re menyiapkan langkah-langkah berikutnya untuk mendorong perubahan di industri. Indonesia Re, jelasnya, antara lain akan terus mengelola dan mengkaji kembali lini bisnis dan treaty yang berkinerja kurang optimal. Di samping itu, perseroan akan mempersiapkan untuk renewal treaty berikutnya. "Kami maintain kebijakan dan tetap pick and choose terhadap risiko, juga tetap memosisikan diri kami sebagai konsultan risiko terhadap cedant dalam membangun treaty program yang paling cocok bagi kebutuhan klien," tegasnya.
Selain itu, kata Delil, Indonesia Re akan terus memperhatikan profitabilitas dari partisipasi pada treaty sembari terus berupaya untuk memperkuat kemitraan dengan cedant. "Selanjutnya, kami berupaya dan terus berupaya meningkatkan layanan kami kepada klien." (OL-14)
Produk ini g dirancang untuk membantu keluarga Indonesia mempersiapkan perlindungan keuangan keluarga sekaligus perencanaan warisan lintas generasi.
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota Holding BUMN IFG yang bergerak di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, memperkuat kualitas layanan kepada pemegang polis.
PT Jasaraharja Putera membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025.
Sepanjang 2025, Asuransi Jasindo secara konsisten menggelar berbagai program literasi keuangan dan asuransi di 11 kota di Indonesia.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata atas konsistensi Hanwha Life dalam melakukan transformasi digital berkelanjutan selama 12 tahun beroperasi di Indonesia.
Pepe menegaskan fokus perusahaan ke depan akan diarahkan pada penguatan fundamental dan pertumbuhan berkelanjutan.
PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasional Re) terus berupaya memperkuat ekosistem reasuransi yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.
OJK telah mendorong pemegang saham dan pengurus perusahaan asuransi/reasuransi untuk melaksanakan rencana tindakan untuk memperbaiki kondisi perusahaan.
PT Reasuransi Indonesia Utama atau Indonesia Re kembali akan mengajukan penyertaan modal pemerintah (PMN) senilai Rp1 triliun yang berasal dari dana cadangan investasi pemerintah pada 2024.
Sebanyak 27 perusahaan meraih penghargaan dari Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (Apparindo), Jakarta, Jumat (24/11).
Perseroan fokus pada sejumlah inisiatif yang tertuang dalam Rencana Tindak yang telah disetujui oleh OJK
Untuk RBC, hingga akhir Juli 2023, Nasional Re mencatatkan Rasio Solvabilitas sebesar 90,7%,meningkat drastis dari posisi awal tahun yakni 3,3%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved