Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasional Re) mencatatkan rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) sebesar 123,7% per September 2023.
Angka ini telah memenuhi ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mensyaratkan RBC perusahaan reasuransi minimum sebesar 120%.
Sementara itu, sepanjang Januari-September 2023, anak usaha dari PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) ini membukukan premi bruto senilai Rp4,02 Triliun.
Selain RBC, indikator kesehatan keuangan perusahaan reasuransi lainnya adalah Rasio Kecukupan Investasi (RKI) dan Ekuitas. Untuk RKI, per September 2023, Nasional Re mencatat RKI sebesar 118,91% dan telah memenuhi ketentuan minimum OJK yakni 100%.
Akan halnya Ekuitas, perseroan membukukan Ekuitas sebesar Rp994,88 Miliar, sementara ketentuan minimum OJK yaitu Rp200 Miliar. Dengan demikian, untuk ketiga indikator kesehatan keuangan yaitu RBC, RKI, dan Ekuitas, Nasional Re telah memenuhi ketentuan dari OJK.
“Ini semua merupakan hasil dari kerja keras karyawan, direksi, dan komisaris Nasional Re,” ujar Rudy Victor Sinaga, juru bicara Nasional Re, di Jakarta, Jumat (13/10).
Rudy menjelaskan, perseroan fokus pada sejumlah inisiatif yang tertuang dalam Rencana Tindak yang telah disetujui oleh OJK. Dikatakannya, hingga akhir tahun ini Nasional Re akan terus meningkatkan kinerja positif yang ada saat ini. (RO/E-1)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat fungsi pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan dengan menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 38 Tahun 2025.
OJK menemukan delapan pelanggaran serius dalam pemeriksaan terhadap penyelenggara pindar Dana Syariah Indonesia (DSI).
Untuk mendukung ekosistem ini, ICEx menerima pendanaan kolektif sebesar Rp1 Triliun (US$70 juta) dari berbagai pemegang saham strategis.
Membengkaknya utang pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) hingga Rp94,85 triliun per November 2025, mencerminkan semakin terhimpitnya kondisi keuangan masyarakat.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi per November 2025 mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,98%, diikuti oleh kredit konsumsi tumbuh sebesar 6,67%
Sebelum terjadi penyerangan Amerika Serikat kepada Venezuela, risiko geopolitik pun sudah menyebabkan ketidakpastian yang tinggi pada proses pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Tetty Paruntu, menyoroti penataan manajemen dan arah transformasi baru Garuda Indonesia pascapengangkatan direksi baru.
Citibank Indonesia mencatat laba bersih sebesar Rp2,3 triliun pada kuartal III 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 10% secara tahunan
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp594,82 miliar hingga kuartal III-2025.
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat kinerja gemilang sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025.
Bank Jakarta berhasil mencatatkan kinerja keuangan positif hingga triwulan III tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved