Senin 16 Januari 2023, 19:52 WIB

Buntut Kerusuhan di PT GNI, Urgensi Pembenahan Tata Kelola Industri Nikel

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Buntut Kerusuhan di PT GNI, Urgensi Pembenahan Tata Kelola Industri Nikel

Antara
Ilustrasi smelter nikel

 

PENELITI Alpha Research Database Ferdy Hasiman mendorong perbaikan tata kelola hilirisasi nikel dalam negeri. Ia menyoroti masalah serius mengenai keamanan pekerja hingga didominasinya investasi pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) nikel dari Tiongkok.

"Pembenahan serius dan evaluasi harus dilakukan ke perusahaan smelter nikel supaya jangan terjadi lagi kecelakaan kerja seperti yang dialami pekerja di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI)," ujarnya saat dihubungi, Senin (16/1).

Ferdy menilai kecelakaan berulang yang terjadi di smelter nikel tersebut mengindikasi belum terpenuhinya standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) internasional perihal prinsip nol kecelakaan.

"Memang beberapa perusahaan tambang abai pada keselamatan pekerja, karena menganggap mereka cuma buruh. Apalagi sekitar 70% smelter di hilirisasi nikel dikuasai asing atau Tiongkok," ucap praktisi tambang itu.

Menurutnya, ada plus minus dari pengelolaan nikel yang dikuasai pihak asing. Contohnya, adanya transfer ilmu dan teknologi kepada pekerja lokal dari pekerja asing dalam mengoperasikan pabrik tersebut. Karena diakui Ferdy, penguasaan teknologi industri smelter masih banyak dikuasai orang asing.

"Ini bisa menjadi ancaman atau membawa untung, tergantung regulasi pemerintah dan kesiapan perusahaan. Karena banyak pebisnis lokal yang mentalnya kurang. Tidak mau capek membangun industri hanya mau menambang saja," ucap Ferdy.

Namun, ia menekankan pentingnya pemerintah memiliki peta jalan atau road map jelas terkait hilirisasi nikel karena industri tersebut menjadi incaran banyak pihak, khususnya asing untuk pengembangan energi baru terbarukan. Diketahui bahwa bahan baku nikel mendominasi 80% produksi baterai kendaraan listrik.

"Pemerintah harus mengamankan produksi nikel, jangan mau dikuasai asing. Ini penting karena nikel adalah masa depan transisi energi. Roadmap harus jelas siapa yang mengoperasikan, siapa yang beli. Sekarang kan belum clear," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

Antara

Pemerintah Siapkan Mitigasi Hadapi Ketidakpastian 2023

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 26 Januari 2023, 22:49 WIB
Amunisi yang telah disiapkan pemerintah itu diantaranya ialah Undang Undang 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan...
Dok. ATBI

Sikapi Perpres 55/2022, Usaha Pertambangan Diharapkan Mengarah ke Good Mining Practices

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Januari 2023, 22:24 WIB
"Saya sepakat dengan arahan Presiden Joko Widodo di Sentul Bogor yang menyatakan bahwa bisnis pertambangan harus bisa menyelesaikan...
Antara

Luhut Sebut Insentif Rp7 Juta untuk Motor Listrik Berlaku Februari

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 26 Januari 2023, 22:21 WIB
Sedangkan, untuk mobil listrik akan diberikan insentif pengurangan pajak pembelian kurang dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya