Senin 14 November 2022, 20:35 WIB

Jokowi undang Australia berinvestasi di Industri Baterai

Mediaindonesia | Ekonomi
Jokowi undang Australia berinvestasi di Industri Baterai

ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese (kedua kanan).

 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengundang Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk berinvestasi di industri baterai kendaraan listrik.

Ketika berbicara dalam penutupan KTT B20 yang juga dihadiri PM Albanese, Jokowi mengatakan telah menawarkan potensi kerja sama industri baterai kendaraan listrik mengingat Indonesia memiliki cadangan nikel dan Australia sebagai salah satu produsen litium terbesar di dunia.

“Tetapi saya minta kepada PM Albanese untuk litiumnya bisa dibawa ke Indonesia saja, kita bersama melakukan hilirisasi di Indonesia,” kata Jokowi di Nusa Dua, Bali, hari ini.

Hilirisasi industri merupakan salah satu strategi yang digiatkan pemerintah Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“(Ekspor) bahan-bahan mentah yang kita miliki memang harus disetop untuk mendapat nilai tambah di dalam negeri, baik itu berkaitan dengan pendapatan untuk negara dan penciptaan lapangan kerja. Dan sudah kita mulai dengan (industri) nikel dalam rangka membangun ekosistem baterai kendaraan listrik,” tutur Jokowi.

Baca juga: Perusahaan Tiongkok Kucurkan US$2 Miliar untuk Pengembangan Mobil Listrik

Sebagai pemilik 23 persen cadangan nikel dunia, Indonesia telah mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik dari hulu ke hilir dengan target produksi mobil listrik mencapai 600 ribu unit dan 2,45 juta sepeda motor listrik pada 2030.

Indonesia diperkirakan bisa mengurangi 3,8 juta ton emisi CO2 dengan pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Selain itu, guna mendukung pengembangan ekonomi hijau, Indonesia tengah memaksimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan yang potensinya mencapai 434 ribu megawatt yang terdiri dari antara lain pembangkit listrik tenaga air, tenaga angin, tenaga surya, tenaga panas bumi.

“Inilah kesempatan para investor untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia, dengan membawa investasi dan teknologi karena uangnya tidak sedikit untuk membangun ekonomi hijau di Indonesia,” kata Jokowi.

Indonesia juga telah menyiapkan lahan seluas 30 ribu hektare di Kalimantan Utara yang akan dibangun menjadi kawasan industri hijau, yang bisa memproduksi energi bersih sebesar 13 ribu megawatt dari tenaga air.(OL-4)

Baca Juga

Medcom.id

Kemendag Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Telur dan Daging Ayam

👤Ficky Ramadhan 🕔Rabu 30 November 2022, 14:17 WIB
Selain permintaan masyarakat yang naik, kenaikan tersebut juga disebabkan adanya pengiriman pasokan telur ke wilayah timur dan membuat stok...
Antara

Kementan: Tidak Perlu Impor Beras, Bulog Dapat Serap Beras Dari Petani Lokal

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 30 November 2022, 13:57 WIB
Kementerian Pertanian menegaskan stok beras di beberapa wilayah masih sanggup memenuhi kebutuhan beras untuk gudang...
Antara/Yulius Satria Wijaya.

BI Targetkan Capai Sasaran Inflasi Inti Lebih Awal

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 30 November 2022, 13:52 WIB
Kebijakan moneter BI pada 2023 akan difokuskan pada stabilisasi nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi agar kembali ke sasaran lebih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya