Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
INOVASI dalam teknologi penyimpanan energi terus berkembang pesat, dan salah satu terobosan yang menjanjikan adalah baterai berbahan kertas yang ramah lingkungan.
Konsep baterai ini dirancang untuk menjadi alternatif bagi baterai sekali pakai konvensional seperti AA dan AAA yang saat ini banyak beredar di pasaran dan menyumbang limbah baterai berbahaya.
Baterai berbahan kertas umumnya menggunakan substrat berbasis selulosa, yakni kertas, sebagai struktur utama yang digabung dengan material elektroda dan elektrolit yang aman serta mudah terurai.
Kertas sendiri memiliki struktur serat yang mampu menjadi medium penyimpanan energi ketika dilapisi dengan material konduktif dan elektroaktif.
Makalah ilmiah yang mengulas perkembangan baterai berbasis kertas menyatakan bahwa teknologi ini menawarkan biodegradabilitas, fleksibilitas, serta biaya rendah, sekaligus dapat diproduksi dalam beragam bentuk dan ukuran sesuai kebutuhan aplikasi tertentu seperti perangkat elektronik portabel atau sensor lingkungan.
Salah satu desain baterai kertas yang masuk tahap demonstrasi menggunakan sel kertas yang dicetak dengan tinta elektroda berbasis logam dan karbon, kemudian diaktifkan saat kontak dengan air.
Baterai ini memiliki karakteristik layaknya sel galvanik sederhana: anoda, katoda, dan elektrolit bekerja bersama untuk menghasilkan arus listrik saat air mengaktifkan ion dalam struktur kertas.
Ditemukan juga bahwa baterai semacam ini dapat mencapai tegangan yang mendekati standar baterai AA dalam konfigurasi tertentu, menjadikannya calon yang menarik untuk aplikasi sekali pakai yang lebih ramah lingkungan.
Selain itu, penelitian di laboratorium seperti yang dilakukan di Nanyang Technological University, Singapura, menunjukkan bahwa baterai kertas yang dicetak secara fleksibel dan berbasis zinc dapat terurai sepenuhnya di dalam tanah dalam waktu kurang dari sebulan setelah dibuang tanpa meninggalkan residu berbahaya.
Demonstrasi awal menunjukkan kemampuan baterai kertas untuk menggerakkan perangkat kecil seperti kipas listrik atau lampu LED selama periode tertentu, dan fungsi ini tetap stabil meskipun baterai ditekuk atau dipotong.
Potensi lain dari baterai berbahan kertas adalah kemampuannya untuk disesuaikan melalui teknik pencetakan yang sederhana dan murah.
Dibandingkan baterai sekali pakai tradisional yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri atau kadmium, baterai kertas menawarkan solusi yang lebih bersih dan aman bagi lingkungan serta pengguna.
Meski saat ini teknologi baterai kertas masih dalam tahap awal untuk menggantikan baterai AA/AAA secara penuh, kemajuan riset menunjukkan bahwa material ramah lingkungan ini memiliki peran besar dalam masa depan penyimpanan energi berkelanjutan. (PubMed, eurekalert/Z-1)
Ingin kulkas awet, hemat listrik, dan makanan tetap segar? Coba trik sederhana dengan selembar kertas untuk mengecek segel pintu kulkas Anda.
Kertas bekas berpotensi mencemari ikan pindang. Kertas ini bisa membawa cemaran mikrobiologis maupun kimiawi yang mempercepat kerusakan pangan dan mengganggu kesehatan konsumen.
Pemerintah perlu melihat apakah Indonesia memiliki kebutuhan bahan baku plastik dan kertas yang cukup dari dalam negeri untuk menghentikan impor sampah.
Kemenperin mengungkapkan bahwa indeks kepercayaan industri (IKI) pada Juli 2024 berada di angka 52,4. Hal tersebut menandakan IKI pada Juli 2024 ini melambat sebesar 0,10 poin
Perjalanan kereta Commuter Line pada lintasan Tanah Abang-Rangkasbitung mengalami gangguan akibat genangan air di antara Stasiun Kebayoran dan Stasiun Pondok Ranji pada Sabtu sore.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved