Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Robot Bertenaga Angin Tanpa Baterai Siap Jelajahi Medan Ekstrem

Intan Safitri
14/3/2026 22:01
Robot Bertenaga Angin Tanpa Baterai Siap Jelajahi Medan Ekstrem
Robot Bertenaga Angin(Cranfield University)

PARA peneliti dari Cranfield University mengembangkan robot unik yang bisa bergerak hanya dengan memanfaatkan energi angin. Robot tersebut diberi nama WANDER-bot dan dirancang untuk menjelajahi lingkungan ekstrem tanpa membutuhkan baterai sama sekali.

Inovasi ini menarik perhatian karena sebagian besar robot modern sangat bergantung pada sumber energi listrik. Dalam kondisi ekstrem seperti gurun terpencil, wilayah kutub, atau bahkan planet lain, keterbatasan baterai sering menjadi hambatan utama bagi robot eksplorasi. Kapasitas baterai yang terbatas membuat robot harus berhenti untuk mengisi daya atau bahkan berhenti beroperasi ketika energi habis.

WANDER-bot mencoba memecahkan masalah itu dengan pendekatan yang lebih sederhana yaitu dengan memanfaatkan energi alam yang tersedia, yaitu angin.

Bergerak Berkat Turbin Angin

Alih-alih menggunakan motor listrik bertenaga baterai, WANDER-bot memanfaatkan turbin angin kecil untuk menggerakkan sistem mekaniknya. Ketika angin berhembus, turbin tersebut berputar dan mengubah energi angin menjadi gerakan mekanis yang kemudian menggerakkan kaki robot.

Robot ini menggunakan sistem mekanik yang terinspirasi dari karya seniman Belanda Theo Jansen, khususnya struktur kaki pada instalasi kinetik “Strandbeest”. Mekanisme tersebut dikenal sebagai Jansen linkage, sebuah rangkaian batang mekanik yang memungkinkan objek berjalan dengan pola langkah yang stabil meskipun digerakkan oleh sistem sederhana.

Dengan desain ini, robot bisa terus bergerak selama ada angin yang cukup kuat. Artinya, robot tidak perlu berhenti untuk mengisi daya seperti robot konvensional.

Dibuat Hampir Sepenuhnya dengan 3D Printing

Salah satu aspek paling menarik dari WANDER-bot adalah metode pembuatannya. Hampir seluruh komponen robot ini dibuat menggunakan teknologi 3D printing.

Pendekatan ini membuat proses produksi menjadi lebih sederhana dan relatif murah dibandingkan robot eksplorasi konvensional yang biasanya memerlukan komponen kompleks. Selain itu, teknologi cetak 3D membuka kemungkinan produksi suku cadang langsung di lokasi jika suatu komponen mengalami kerusakan.

Bagi misi eksplorasi jarak jauh, terutama di luar angkasa, kemampuan mencetak komponen secara langsung bisa menjadi keuntungan besar karena mengurangi kebutuhan logistik dari Bumi.

Potensi untuk Eksplorasi Planet

Para peneliti melihat robot seperti WANDER-bot sebagai konsep awal robot eksplorasi generasi baru. Robot yang mampu memanfaatkan energi lingkungan berpotensi beroperasi lebih lama dibandingkan robot berbasis baterai.

Konsep ini menarik bagi lembaga antariksa seperti European Space Agency yang terus mencari teknologi eksplorasi berkelanjutan untuk misi di masa depan.

Jika teknologi ini terus dikembangkan, robot bertenaga angin bisa digunakan untuk menjelajahi wilayah yang sulit diakses manusia, mulai dari gurun yang luas hingga permukaan planet lain yang memiliki kondisi ekstrem.

Saat ini WANDER-bot masih berada pada tahap prototipe awal dan sedang diuji untuk melihat sejauh mana kemampuannya bergerak dalam berbagai kondisi angin. Namun konsep robot tanpa baterai ini membuka kemungkinan baru dalam dunia robotika eksplorasi.

Pendekatan sederhana yang memanfaatkan energi alam menunjukkan bahwa masa depan robot tidak selalu harus bergantung pada baterai besar atau sistem energi yang kompleks. Dalam beberapa kasus, angin saja sudah cukup untuk membuat mesin tetap bergerak. (Cranfield University, Yahoo News/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya