Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI kedua bulan puasa, harga komoditas cabai di pasar tradisional di Kota Depok kian tak karuan, tiap hari terus naik
"Harga cabai gila-gilaan, tiap hari naik. Hari pertama puasa naik. Hari puasa kedua atau (hari ini) naik lagi, " ungkap Kepala Pasar Cisalak, Mohammad Sahal, Senin (4/4).
Baca juga: Kemenhub Terbitkan Aturan Penumpang Transportasi Udara
Ia mengatakan, petugas pendataan harga komoditas pangan Pasar Cisalak mencatatkan kenaikan harga cabai relatif lebih tinggi dari yang lain.
Harga cabai merah keriting hari ini mencapai Rp45 ribu per kilogram. Padahal, hari pertama puasa yang jatuh hari Minggu, 3 April 2022, kemarin, harga cabai merah kriting, masih di kisaran Rp35 ribu per kilogram.
Sedangkan, harga cabai rawit hijau hari ini mencapai Rp40 ribu per kilogram, naik Rp6 ribu dari hari pertama puasa sebesar Rp36 ribu per kilogram, serta harga cabai rawit merah mencapai Rp51 ribu per kilogram naik Rp6 ribu hari pertama puasa sebesar Rp45 ribu per kilogram.
Sahal mengungkapkan, harga cabai selalu mengalami kenaikan musiman baik jelang Ramadan pun hari Idul Fitri.
Namun pada puasa kali ini terjadi kenaikan harga tidak wajar karena terjadi terus menerus sebelum bulan Ramadhan dan saat Ramadan.
Kenaikan harga itu, terangnya biasanya seminggu menjelang Ramadan dan akan semakin intens kenaikannya ketika memasuki Idul Fitri, sedangkan saat ini, terjadi kenaikan harga jauh sebelum Ramadan dan saat Ramadan," tutur dia.
Sahal menambahkan, konsekuensi yang terjadi pada pedagang pasar saat ini adalah penurunan pendapatan pedagang karena harus mengurangi volume jualan mereka di tengah gejolak harga pangan.
Untuk itu, sambung Sahal pihaknya terus saling berkoordinasi menjaga ketersediaan bahan pokok dari hulu ke hilir karena tentuuu permintaan akan tinggi saat puasa Ramadan hingga lebaran.
“Antisipasi yang bisa kita lakukan saat ini adalah, yaitu menyediakan stok pangan. Jika stoknya aman kami kira harga dapat kembali dijangkau oleh masyarakat selain itu pendistribusian kebutuhan pangan ini juga perlu di awasi dan di kontrol,” tuturnya.
Tadi pagi, beberapa emak-emak di Pasar Cisalak mengaku puyeng atas harga cabai yang dari hari ke hari makin meroket.
Norma Berliana, salah seorang ibu rumah tangga warga Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, menyebut kenaikan harga cabai membuat dirinya kelabakan.
"Dua hari naik Rp10 ribu. Puyeng, Mas, saya kan ibu rumah tangga yang cuma mengandalkan gaji suami. Masak kok naik-naik terus," keluh Norma di Pasar Cisalak.
Norma menyebut biasanya dia membutuhkan satu kilogram cabai setan, setengah kilogram cabai rawit hijau, dan setengah kilogram cabai hijau dan merah setiap tiga hari sekali. Namun, karena harganya meroket, dia pun terpaksa mengakali komposisi cabai yang dimasaknya.
"Karena mahal, akhirnya saya balik. Saya beli setengah kilo cabai setan dan diperbanyak cabai merah dan hijau. Tapi ya jelas mempengaruhi pedasnya," ungkapnya.
Dia mengungkap pernah mengomplen pedagang karena naiknya harga tiap hari. " Saya komplain karena harga naik. Tapi ya gimana lagi," ungkap Norma (OL-6)
Kementan menyatakan terjaganya pasokan cabai berdampak pada harga cabai yang semakin terkendali.
MENJELANG perayaan Idul Fitri 1447 H, harga sejumlah bahan pokok naik di Pasar Gedhe Klaten.
DEWAN Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) memproyeksikan puncak kenaikan harga bahan pokok akan terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Human Initiative terus melakukan evaluasi dalam setiap pelaksanaan program.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Namun, di tengah kemajuan tersebut, optimalisasi zakat nasional belum menunjukkan lompatan yang sepadan.
Rasa lapar saat puasa berkaitan erat dengan komposisi menu sahur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved