Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI kedua bulan puasa, harga komoditas cabai di pasar tradisional di Kota Depok kian tak karuan, tiap hari terus naik
"Harga cabai gila-gilaan, tiap hari naik. Hari pertama puasa naik. Hari puasa kedua atau (hari ini) naik lagi, " ungkap Kepala Pasar Cisalak, Mohammad Sahal, Senin (4/4).
Baca juga: Kemenhub Terbitkan Aturan Penumpang Transportasi Udara
Ia mengatakan, petugas pendataan harga komoditas pangan Pasar Cisalak mencatatkan kenaikan harga cabai relatif lebih tinggi dari yang lain.
Harga cabai merah keriting hari ini mencapai Rp45 ribu per kilogram. Padahal, hari pertama puasa yang jatuh hari Minggu, 3 April 2022, kemarin, harga cabai merah kriting, masih di kisaran Rp35 ribu per kilogram.
Sedangkan, harga cabai rawit hijau hari ini mencapai Rp40 ribu per kilogram, naik Rp6 ribu dari hari pertama puasa sebesar Rp36 ribu per kilogram, serta harga cabai rawit merah mencapai Rp51 ribu per kilogram naik Rp6 ribu hari pertama puasa sebesar Rp45 ribu per kilogram.
Sahal mengungkapkan, harga cabai selalu mengalami kenaikan musiman baik jelang Ramadan pun hari Idul Fitri.
Namun pada puasa kali ini terjadi kenaikan harga tidak wajar karena terjadi terus menerus sebelum bulan Ramadhan dan saat Ramadan.
Kenaikan harga itu, terangnya biasanya seminggu menjelang Ramadan dan akan semakin intens kenaikannya ketika memasuki Idul Fitri, sedangkan saat ini, terjadi kenaikan harga jauh sebelum Ramadan dan saat Ramadan," tutur dia.
Sahal menambahkan, konsekuensi yang terjadi pada pedagang pasar saat ini adalah penurunan pendapatan pedagang karena harus mengurangi volume jualan mereka di tengah gejolak harga pangan.
Untuk itu, sambung Sahal pihaknya terus saling berkoordinasi menjaga ketersediaan bahan pokok dari hulu ke hilir karena tentuuu permintaan akan tinggi saat puasa Ramadan hingga lebaran.
“Antisipasi yang bisa kita lakukan saat ini adalah, yaitu menyediakan stok pangan. Jika stoknya aman kami kira harga dapat kembali dijangkau oleh masyarakat selain itu pendistribusian kebutuhan pangan ini juga perlu di awasi dan di kontrol,” tuturnya.
Tadi pagi, beberapa emak-emak di Pasar Cisalak mengaku puyeng atas harga cabai yang dari hari ke hari makin meroket.
Norma Berliana, salah seorang ibu rumah tangga warga Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, menyebut kenaikan harga cabai membuat dirinya kelabakan.
"Dua hari naik Rp10 ribu. Puyeng, Mas, saya kan ibu rumah tangga yang cuma mengandalkan gaji suami. Masak kok naik-naik terus," keluh Norma di Pasar Cisalak.
Norma menyebut biasanya dia membutuhkan satu kilogram cabai setan, setengah kilogram cabai rawit hijau, dan setengah kilogram cabai hijau dan merah setiap tiga hari sekali. Namun, karena harganya meroket, dia pun terpaksa mengakali komposisi cabai yang dimasaknya.
"Karena mahal, akhirnya saya balik. Saya beli setengah kilo cabai setan dan diperbanyak cabai merah dan hijau. Tapi ya jelas mempengaruhi pedasnya," ungkapnya.
Dia mengungkap pernah mengomplen pedagang karena naiknya harga tiap hari. " Saya komplain karena harga naik. Tapi ya gimana lagi," ungkap Norma (OL-6)
Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga harian di pasar-pasar tradisional untuk mendeteksi potensi kenaikan harga sejak dini.
Beberapa komoditas pangan seperti cabai dan sayur justru mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Harga cabai rawit merah yang sempat melonjak hingga Rp80.000 per kg, sekarang hanya Rp36.000 per kg. Harga telur ayam ras dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kg.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Tak hanya menghadirkan oleh-oleh dari Arab Saudi, Bursa Sajadah juga membawa produk dari Turki, India, hingga aneka snack sehat khas berbagai kota di Indonesia.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun ke-25 setiap tanggal 17 Januari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved