Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Resto Cak Kaji di Jember Gratiskan Menu Berbuka Puasa untuk Mahasiswa Perantau Korban Banjir Sumatra

Amiruddin Abdullah Reubee
28/2/2026 21:41
Resto Cak Kaji di Jember Gratiskan Menu Berbuka Puasa untuk Mahasiswa Perantau Korban Banjir Sumatra
Mahasiswa perantau Aceh, korban banjir Sumatra sedang berbuka puasa di Cafe dan Resto Cak Kaji, Jember, Jawa Timur.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

DUKA korban banjir yang meluluhlantakkan kawasan Pulau Sumatera pada 24-27 November 2027 belum juga berlalu. Sudah tiga bulan lebih para penyintas banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat masih hidup di tempat pengungsian. 

Harus tidur  di pengungsian bawah tenda terpal plastik yang didera kedinginan dan serangan nyamuk saat malam. Lalu panas terbakar matahari kalau siang tiba. Rumah telah hancur, aktivitas perekonomian terhenti dan ditambah lagi kelangkaan air bersih serta krisis bahananan untuk berbuka puasa puasa dan makan sahur. 

Karena itu, sebuah cafe dan resto bernama Cak Kaji di Provinsi Jawa Timur menyediakan penganan dan nasi bukan puasa gratis, kepada mahasiswa perantau dari wilayah banjir Sumatra. Pemilik usaha rumah makan berkelas eklusif di tengah sawah, jalan Pengandaran, Desa Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember itu mengundang semua mahasiswa atau perantau asal Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, untuk melepaskan haus dahaga dan rasa lapar dari berpuasa sepanjang hari. 

"Kami berempati terhadap kondisi warga banjir Sumatra. Apalahi di Aceh hingga bulan Ramadan ini masih didera penderitaan. Rumahnya hilang tersapu banjir, sumber perekonomian hancur, di tambah lagi keprihatinan menanggung biaya pendidikan dan kehidupan keluarga. Maka saya bersama sang suami merasa terpanggil untuk menyediakan makanan berbuka kepada anak mahasiswa yang kuliah di Jember" Kata Baiq Lily Handayani, pemilik Cafe dan Resto Cak Kaji, kepada Media Indonesia, Jumat (27/2). 

Baiq Lily Handayani yang merupakan Istri dari Rozaq Asyhari itu menuturkan, diantara mahasiswa korban banjir yang kuliah di Jember itu adalah anak-anak dari Aceh paling banyak berbuka di Resto Cak Kaji. Itu mungkin karena Aceh paling luas dan paling parah terdampak banjir besar tersebut.

"Apalagi dari Aceh itu semua muslim. Kami pun membuka warung menjelang waktu berbuka puasa. Jadi melayani hanya pada malam hari. Anak-anak Aceh dari Serambi Mekkah pun kalau siang berpuasa" tutur Lily Handayani yang juga alumni Universitas Negeri Jember (UNEJ). 

Ditambahkan Lily, awalnya paskabanjir Sumatra dia bersama suami timbul rasa prihatin ketika mengetahui kondisi warga terdampak yang rumahnya hancur, tempat usaha hilang dan kebun atau sawah tempat bercocok tanam rusak parah. Sebagai gantinya untuk turun membatu membatu korban ke lokasi, timbul inisiatif meringankan beban keluarga korban dengan membantu anak-anak mereka yang kuliah dan perantau di Jember. 

"Sekitar tanggal tanggal 4 Desember atau bertepatan setelah 10 hari banjir meluluhlantakkan Sumatra, kami menyebar melalui media sosial dan status Watsapp untuk mengajak mahasiswa mahasiswi asal daerah banjir Sumatra untuk makan gratis sehari tiga kali di Resto Cak Kaji. Awalnya mereka ragu, apa bernar atau bercanda. Akhirnya insya Allah tersahuti, walaupun kadang ada yang malu atau enggan mendatangi nya," tambah Lily yang juga sempatemjadi dosen Sosiologi di Universitas Negeri Jember itu. 

Khairil Akli, Mahasiswa Universitas Negeri Jember asal Krueng Seumideuen, Kabupaten Pidie, Aceh, mengaku sejak awal paskabanjir sering menikmati makan gratis di Resto Cak Kaji. Mulanya menu makan berbertuk prasmanan dengan cara mengambil beberapa jenis yang tersedia di meja khusus gratis. 

Sekarang sudah semakin mewah yaitu memesan kepada karyawan Resto beragam menu sesuai selera. Setelah memesan nasi dan jenis minuman tinggal menunggu di meja makan. Setelah siap langsung dihidangkan. 

"Kebaikan ini sangat membantu kehidupan kami sebagai nak kost. Kemudian meringankan beban orang tua dan membantu keberlanjutan kuliah kami di Jember. Baik yang kuliah di Universitas Negeri Jember, Politeknik Negeri Jember, UIN Jember atau berbagai Universitas sawasta lainnya. Terimakasi Cafe Resto Cak Kaji, Semoga Menjadi Amal Jariah bagi pemilik dan karyawannya, terimakasih juga massyakat Jember dan Warga Jawa Timur semua" tutur Khairil Akli. 

Budayawan dari Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, M Adli Abdullah, merasa sangat terharu atas kemurahan hati pemilik Cafe dan Resto Cak Kaji di Jember. Apalagi sedekah berbuka puasa gratis sebulan penuh itu sangat membantu masiswa Aceh Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Lalu meringankan beban ekonomi orang tua mereka yang masih bertahan di pengungsian. 

Bahkan jauh sebelumnya yakni sudah 3 bulan sejak dilanda bencana banjir dan tanah longsor, Restauran milik keluarga Rozaq Asyhari dan istrinya Baiq Lily Handayani itu rela menyedekahkan harta serta bisnisnya. Itu suatu pengorbanan kemanusiaan luar biasa demi generasi muda dan perantau Aceh yang sedang memperjuangkan masa depannya di dunia kuliah. 

"Kami masyarakat Aceh selalu mengenang dan berdoa atas santunannya. Sungguh besar jasa serta kepedulian engkau. Ini suatu hal yang jarang di dapat dan tidak semua orang mau melakukannya. Jarang yang mendapat ilham terbuka hatinya seperti demikian. Jasamu sungguh berharga bagi anak-anak kami," tutur M Adli Abdullah Dosen senior yang paling mengerti karakter warga masyakat Aceh. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya