Rabu 02 Februari 2022, 10:00 WIB

Dirut Garuda Bantah Isu PHK Massal Baru Tawarkan Pensiun Dini

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Dirut Garuda Bantah Isu PHK Massal Baru Tawarkan Pensiun Dini

dok.Ant
Pesawat maskapai plat merah Garuda Indonesia tengah diparkir di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

 

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra membantah ada rencana pertemuan dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam waktu dekat. Pertemuan itu dikaitkan isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran karyawan maskapai nasional itu.

"Sampai saat ini kami belum ada rencana untuk mengadakan pertemuan dengan Kemnaker terkait masalah ketenagakerjaan di Garuda Indonesia," ujarnya kepada Media Indonesia, Rabu (2/1).

Seperti diketahui, Garuda Indonesia memiliki utang segunung yang mencapai US$ 9,75 miliar atau Rp139 triliun per September 2021. Hal ini jelas berdampak pada kinerja perseroan.

Emiten dengan kode saham GIAA itu mengakui ada penawaran pensiun dini, kepada karyawannya untuk mengurangi beban operasional perusahaan pelat merah itu.

Baca Juga: Ngeri Boss, Tagihan Ke Garuda Hampir Rp200 Triliun

"Dalam kondisi keterbatasan yang ada dan seluruh upaya yang selama ini dilakukan atas kesepakatan dengan karyawan seperti pensiun dini sukarela dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku," kata Irfan.

Dalam laporan sebelumnya, Garuda sudah menurunkan atau memangkas jumlah pegawai sebanyak 30,56% dari 7.891 pegawai menjadi 5.400 pegawai per Januari sampai November 2021.

Dengan langkah itu, Dirut Garuda mengaku, beban operasional fixed mengalami penurunan menjadi US$105,6 juta di kuartal III 2021 atau menyusut 0,75% dibandingkan kuartal II 2021 dengan US$106,4 juta.

Di satu sisi, proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT Garuda Indonesia tengah berlanjut dengan perpanjangan waktu hingga 21 Maret 2022. Sebanyak 475 kreditur telah mengajukan tagihan. Adapun total tagihan yang dimasukkan sangat besar yakni mencapai Rp198 triliun.

Irfan menegaskan, PKPU tersebut bukan merupakan proses kebangkrutan. Garuda mempersiapkan rencana perdamaian dan melanjutkan negosiasi dengan kreditur yang selama ini telah berlangsung.

"Ini bukan proses kepailitan. Namun ini proses perdamaian dengan dibawah lindungan Pengadilan Niaga Jakarta," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Erick Thohir Bawa Angin Segar Penyelamatan Garuda Indonesia

Baca Juga

ANTARA

Kadin Nilai Asumsi Dasar dan RAPBN 2023 Jadi Stimulasi Sektor Riil

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 16:43 WIB
Anggaran itu tercatat lebih tinggi dari belanja infrastruktur tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp363,76...
Antara/Dhemas Reviyanto

Erick : Indonesia Berwibawa dan Dipercaya Dunia

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 16:28 WIB
Dalam upacara HUT RI ke-77 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/8) Menteri BUMN Erick Thohir menyebut dengan terpilihnya Presidensi G20,...
dok.PT Timah, tbk

Berpartisipasi Membangun Negara, Ini Catatan Setoran Pajak PT Timah Tbk

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 15:35 WIB
HARGA komoditas timah yang melejit di awal tahun 2022 turut mendorong peningkatan penerimaan Negara dari sektor pajak dan PNBP pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya