Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Perusahaan Induk Facebook Berencana PHK 20 Persen Karyawan

Andhika Prasetyo
16/3/2026 07:33
Perusahaan Induk Facebook Berencana PHK 20 Persen Karyawan
ilustrasi(Antara)

Meta, perusahaan teknologi yang merupakan induk dari Facebook, dilaporkan tengah mempertimbangkan rencana pengurangan sekitar 20% dari total tenaga kerjanya. Dalam laporan yang dirilis, para eksekutif Meta disebutkan telah memberi arahan kepada sejumlah pemimpin senior perusahaan untuk mulai menyusun rencana pengurangan jumlah karyawan. Kendati demikian, hingga saat ini waktu pelaksanaan maupun jumlah pasti karyawan yang akan terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) masih belum ditetapkan.

Menanggapi hal itu, juru bicara Meta menanggapi laporan tersebut dengan menyebutnya sebagai spekulasi mengenai pendekatan yang masih bersifat teoretis.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru perusahaan, jumlah karyawan Meta mencapai 78.865 orang per 31 Desember 2025. Pada periode yang sama, Meta juga melaporkan kinerja keuangan yang kuat, dengan pendapatan hampir 60 miliar dolar AS pada kuartal keempat 2025 dan lebih dari 200 miliar dolar AS sepanjang tahun 2025.

PHK Bukan Hal Baru bagi Meta

Langkah pemutusan hubungan kerja sebenarnya bukan hal baru bagi perusahaan teknologi tersebut. Pada awal 2026, Meta telah memangkas sekitar 1.000 karyawan, terutama di divisi Reality Labs, yang menangani pengembangan teknologi realitas virtual dan proyek metaverse.

Sebelumnya, pada awal 2025, Meta juga melakukan PHK terhadap sekitar 5% dari total tenaga kerjanya, setelah gelombang pemutusan hubungan kerja skala kecil yang terjadi pada periode yang sama.

Lebih Prioritaskan Investasi pada Teknologi AI

Di tengah isu pengurangan tenaga kerja, Meta diketahui terus meningkatkan investasinya di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Perusahaan dilaporkan menggelontorkan dana besar untuk mengakuisisi sejumlah perusahaan rintisan berbasis AI, termasuk Moltbook, jejaring sosial yang dirancang untuk agen AI, serta Manus, yang fokus pada pengembangan agen AI untuk otomatisasi berbagai tugas.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa Meta tengah memperkuat strateginya dalam pengembangan teknologi AI sebagai bagian dari transformasi bisnis perusahaan. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya