Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kripto untuk Dana Pensiun: Peluang Diversifikasi bagi Generasi Muda

Basuki Eka Purnama
28/1/2026 16:31
Kripto untuk Dana Pensiun: Peluang Diversifikasi bagi Generasi Muda
Ilustrasi(Freepik)

KESADARAN akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang kini tengah mengalami pergeseran signifikan. 

Di tengah keterbatasan imbal hasil dari instrumen investasi konvensional, aset digital seperti kripto mulai dilirik sebagai opsi diversifikasi untuk dana pensiun, terutama oleh generasi muda yang lebih adaptif terhadap teknologi finansial.

Tren ini didorong oleh keinginan investor untuk mengoptimalkan potensi pertumbuhan nilai aset dalam jangka waktu yang panjang. 

Sebagai kelas aset yang relatif baru, kripto memang menawarkan keunggulan berupa potensi pertumbuhan nilai yang tinggi, khususnya pada aset dengan fundamental kuat dan tingkat adopsi global yang terus meningkat. 

MI/HO--COO Upbit Indonesia Resna Raniadi

Selain itu, aksesibilitas platform digital memungkinkan masyarakat memulai investasi dengan nominal yang terjangkau.

Menanggapi fenomena tersebut, Resna Raniadi selaku COO Upbit Indonesia mengonfirmasi adanya peningkatan minat dari kelompok usia produktif.

“Kami melihat semakin banyak generasi produktif yang mulai memikirkan dana pensiun sejak dini dan mencari alternatif investasi dengan potensi pertumbuhan jangka panjang. Kripto kerap dilirik karena menawarkan akses yang mudah serta peluang imbal hasil yang menarik, terutama bagi investor yang memahami karakteristik aset digital,” ujar Resna.

Menimbang Risiko dan Regulasi

Namun, di balik peluangnya, Upbit mengingatkan bahwa investasi kripto memiliki karakteristik risiko yang unik, terutama volatilitas harga yang tinggi serta perkembangan regulasi yang dinamis. 

Resna menekankan bahwa kripto sebaiknya tidak dijadikan sebagai satu-satunya tumpuan dalam portofolio masa tua.

“Volatilitas menjadi karakteristik utama kripto, sehingga tidak ideal jika dijadikan instrumen tunggal untuk dana pensiun. Investor perlu memahami risikonya dan menghindari keputusan impulsif,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau para investor untuk tetap mematuhi koridor hukum yang berlaku di Indonesia. Hal ini sejalan dengan langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terus memperkuat pengawasan dan edukasi melalui program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan). 

Penggunaan platform yang berizin dan diawasi oleh regulator menjadi syarat mutlak agar aktivitas investasi berjalan lebih aman.

Strategi Bijak Berinvestasi

Agar kripto dapat menjadi pelengkap yang efektif dalam perencanaan pensiun, Upbit Indonesia menyarankan beberapa praktik terbaik bagi para investor:

  • Pahami Profil Risiko: Menyesuaikan investasi dengan batas toleransi risiko pribadi dan tujuan jangka panjang.
  • Alokasi Proporsional: Memasukkan kripto dalam portofolio secara bijak dan tidak berlebihan.
  • Pilih Aset Fundamental: Berfokus pada aset yang memiliki fundamental jelas dan likuiditas memadai.
  • Orientasi Jangka Panjang: Menghindari spekulasi jangka pendek dan tetap disiplin pada strategi awal.
  • Literasi Berkelanjutan: Terus mengikuti perkembangan regulasi dan memperdalam literasi mengenai aset digital.

Melalui pendekatan yang teredukasi dan disiplin, aset kripto diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam mencapai kemandirian finansial di masa tua. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya