Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Petenis Kanada Milos Raonic Resmi Gantung Raket di Usia 35 Tahun

Basuki Eka Purnama
12/1/2026 21:45
Petenis Kanada Milos Raonic Resmi Gantung Raket di Usia 35 Tahun
Petenis Kanada Milos Raonic(AFP/HENRY NICHOLLS)

MILOS Raonic, mantan finalis Wimbledon yang pernah menempati peringkat tiga dunia, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia tenis profesional. 

Petenis Kanada berusia 35 tahun ini menutup perjalanan kariernya dengan sebuah pesan emosional, menyebut dirinya sebagai, "Orang paling beruntung," karena dapat mewujudkan impian masa kecilnya.

Raonic dikenal luas sebagai pionir tenis modern Kanada. Puncak kejayaannya terjadi pada 2016, saat ia berhasil menembus partai final Wimbledon setelah menumbangkan legenda Roger Federer di semifinal. 

Meski akhirnya harus puas sebagai runner-up usai kalah dari wakil Britania Raya, Andy Murray, pencapaian tersebut mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain elit dunia.

Melalui unggahan di media sosial, Minggu (11/1), Raonic menyampaikan salam perpisahan kepada olahraga yang telah membesarkan namanya.

"Waktunya telah tiba, saya pensiun dari tenis," tulis Raonic. "Ini adalah momen yang Anda tahu akan datang suatu hari nanti, namun entah bagaimana Anda tidak pernah merasa siap menghadapinya. Ini adalah kondisi paling siap yang pernah saya rasakan. Tenis telah menjadi cinta dan obsesi saya sepanjang hidup."

Sepanjang kariernya, pemain yang dijuluki "Missile" atau Rudal karena servisnya yang sangat bertenaga ini berhasil mengoleksi delapan gelar juara di level ATP. 

Selain final Wimbledon, tahun 2016 juga menjadi tahun bersejarah baginya karena ia berhasil mencapai semifinal Australia Terbuka dan menduduki peringkat tiga dunia—posisi tertinggi yang pernah diraih oleh petenis putra Kanada hingga saat ini.

Lahir di Titograd, Yugoslavia (kini Podgorica, Montenegro), Raonic pindah ke Kanada pada usia tiga tahun. Ia pertama kali mengenal tenis di usia delapan tahun, sebuah pertemuan yang ia sebut sebagai keberuntungan murni.

"Saya adalah orang paling beruntung karena bisa menjalani dan memenuhi impian saya. Saya bisa hadir setiap hari dan fokus hanya untuk menjadi lebih baik, melihat ke mana arah tujuan saya, dan memainkan permainan yang pertama kali diperkenalkan kepada saya saat berusia delapan tahun karena keberuntungan semata," tambahnya.

Pertandingan terakhir Raonic tercatat pada Olimpiade Paris 2024, saat ia harus mengakui keunggulan petenis Jerman, Dominik Koepfer, di babak pertama. 

Meski kini meninggalkan lapangan tenis, petenis yang meraih gelar ATP pertamanya di Pacific Coast Championships 2011 ini menegaskan bahwa ia tidak akan berhenti mengejar ambisi baru.

"Apa selanjutnya? Saya tidak akan melambat. Masih banyak kehidupan yang harus dijalani, dan saya sama termotivasi serta laparnya seperti saat saya melakukan gebrakan di tur tahun 2011. Saya akan mengerahkan upaya dan intensitas yang sama ke dalam hal berikutnya," tutup Raonic. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya