Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia mulai mengambil langkah konkret dalam menjamin masa depan para pahlawan olahraga nasional. Presiden Prabowo Subianto secara resmi menginstruksikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir untuk segera mempersiapkan skema dana pensiun bagi para atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi ekosistem olahraga tanah air. Selama ini, apresiasi pemerintah umumnya berfokus pada pemberian bonus tunai sesaat setelah kompetisi berakhir.
Dengan adanya dana pensiun, para pejuang olahraga diharapkan memiliki jaminan finansial yang lebih stabil saat memasuki masa purnatugas.
Menpora Erick Thohir mengungkapkan bahwa instruksi tersebut turun langsung saat Presiden berinteraksi dengan para atlet.
"Tadi waktu bersalaman dengan semua atlet ditanya satu-satu rencana karirnya ke depan, dan beliau langsung menginstruksikan saya untuk menyiapkan dana pensiun atlet dan pelatih ke depan," ujar Erick dalam keterangan tertulis, Kamis (81/).
Meski skema teknis mengenai dana pensiun tersebut masih dalam tahap penggodokan dan belum dipaparkan secara rinci, Erick memberikan apresiasi tinggi atas visi Presiden.
Ia menilai langkah ini merupakan bentuk penghargaan yang lebih mendalam dibandingkan sekadar pemberian bonus.
"Presiden benar-benar mendorong untuk kami berprestasi, mengibarkan bendera merah putih, dan juga diapresiasi dengan bonus yang sebagai catatan untuk tabungan. Ini luar biasa, jadi ini saya yakini olahraga kita akan semakin berkembang," tambah Erick.
Sejalan dengan rencana tersebut, pemerintah juga baru saja mencatatkan sejarah dalam pemberian bonus tunai. Untuk para atlet yang berhasil membawa pulang medali emas dari ajang SEA Games Thailand 2025, pemerintah mengucurkan bonus sebesar Rp1 miliar.
Nilai ini tercatat sebagai bonus tertinggi sepanjang sejarah pemberian apresiasi bagi peraih emas SEA Games.
Sebagai perbandingan, jumlah tersebut naik dua kali lipat atau mencapai 100% jika dibandingkan dengan bonus SEA Games Kamboja sebelumnya yang berada di angka Rp500 juta.
Kenaikan bonus yang signifikan ini dianggap setimpal dengan prestasi gemilang yang ditunjukkan tim Merah Putih.
Pada SEA Games 2025, Indonesia berhasil menduduki peringkat kedua klasemen akhir dengan raihan 91 medali emas dari total 333 medali yang dikumpulkan.
Keberhasilan ini tidak hanya melampaui target yang ditetapkan pemerintah, tetapi juga menjadi pencapaian monumental. Indonesia berhasil memutus rekor buruk yang selama ini kerap dialami saat berlaga di luar kandang atau ketika tidak berstatus sebagai tuan rumah.
Melalui kombinasi bonus rekor dan rencana dana pensiun ini, pemerintah berharap profesi atlet di Indonesia semakin menjanjikan dan mampu memotivasi regenerasi atlet di masa depan. (Ant/Z-1)
TNI akan terus mendukung prajurit yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa melalui jalur olahraga.
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bonus bagi atlet berprestasi SEA Games ke-33 Thailand. Ia berpesan dana tersebut dijadikan tabungan, bukan sekadar upah.
Keberangkatan tim pada Selasa (6/1) itu mengusung misi krusial, yakni mengamankan tiket menuju Asian Games 2026 Nagoya, Jepang.
Laga pamungkas akan digelar Thailand National Sports University, Nong Mai Daeng, Chonburi, Thailand, Jumat petang (19/12) waktu setempat.
Atlet pencak silat Indonesia berhasil memenuhi target empat medali emas pada ajang SEA Games 2025 di Bangkok, Thailand.
Lima menteri turut tergugat, yakni Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ATR/BPN, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Prasetyo menegaskan bahwa fokus utama Presiden adalah perbaikan dan percepatan pembangunan.
Sejak awal Presiden Prabowo memberikan penekanan agar pembangunan fasilitas inti pemerintahan di IKN dipercepat. Fokus utama diarahkan pada pembangunan gedung.
Presiden Prabowo juga memberikan sejumlah koreksi, terutama terkait desain dan fungsi bangunan. Menurut Prasetyo, koreksi itu bersifat perbaikan untuk mendukung percepatan pembangunan.
Inisiatif pemerintah melalui Sekolah Rakyat ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk dunia usaha dan praktisi pengembangan sumber daya manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved