Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KURS dolar AS turun dari level tertinggi baru 16-bulan pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (18/11). Mata uang euro tetap melemah karena investor menyesuaikan peluang pengetatan bank sentral di tengah meningkatnya tekanan harga, dengan Federal Reserve AS diperkirakan menaikkan suku bunga pada pertengahan 2022.
Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama rivalnya, tergelincir 0,101 persen menjadi 95,846, setelah sebelumnya menyentuh 96,266 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli 2020.
Dibandingkan yen, greenback mencapai level tertinggi 4,5 tahun dan menguji level 1,12 dolar terhadap euro, dibantu oleh data penjualan ritel AS yang kuat dan komentar hawkish dari pembuat kebijakan Fed, yang kontras dengan komentar dovish dari kepala Bank Sentral Eropa (ECB).
“Pasar sekarang mulai memahami bahwa Anda akan memiliki tema-tema yang berbeda di valas,” kata Edward Moya, analis pasar senior di broker valas Oanda. "Saya pikir Anda berada dalam periode berombak ... Anda terus melihat pasar terpaku pada inflasi," katanya.
Pasar uang sekarang memperkirakan kemungkinan besar kenaikan suku bunga Fed pada Juni, diikuti oleh yang lain pada November. Data CME menunjukkan kemungkinan 50 persen kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Juli 2022.
“Pasar berasumsi bahwa suku bunga utama akan dinaikkan pada paruh kedua tahun depan,” kata Antje Praefcke, ahli strategi valas di Commerzbank. "Bagi saya juga, dolar tetap merupakan 'beli saat penurunan' dalam jangka pendek."
Dolar melonjak pekan lalu setelah data menunjukkan harga-harga konsumen AS naik pada Oktober pada tingkat tercepat sejak 1990, dan momentum itu berlanjut hingga Selasa (16/11/2021) ketika sebuah laporan menunjukkan penjualan ritel bulan lalu naik lebih kuat dari yang diperkirakan.
Di tempat lain, data pada Rabu (17/11/2021) menunjukkan inflasi pada Oktober mencapai level tertinggi 10 tahun di Inggris dan level tertinggi 18 tahun di Kanada.
Pound naik ke level tertinggi satu minggu terhadap dolar dan tertinggi 21 bulan terhadap euro setelah data Inggris, yang mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Komite Kebijakan Moneter (MPC) bank sentral Inggris (BoE) pada awal bulan depan.
“Meskipun masih ada sejumlah anggota MPC yang mengambil posisi bahwa inflasi bersifat sementara, kartu sekarang tampaknya mendukung pergantian hawkish dari bank sentral pada Desember,” kata Giles Coghlan, kepala analis di HYCM.
Dolar Kanada melemah, karena angka inflasi sejalan dengan perkiraan, dan karena harga minyak turun, sebagian akibat dolar AS yang kuat.
Greenback naik sejauh 114,975 yen, level tertinggi sejak Maret 2017, sebelum mundur ke 114,135 yen. Euro terakhir turun 0,07 persen pada 1,1312 dolar.
Dalam mata uang kripto, bitcoin diperdagangkan sekitar 60.000 dolar AS, setelah turun di bawah level itu pada Selasa (16/11/2021) untuk pertama kalinya bulan ini. (Ant/OL-13)
Baca Juga: Industri Keuangan Syariah Global Diproyeksikan Mencapai US$ 4,94 Triliun Pada 2025
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Harga emas batangan Antam diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati level psikologis Rp2,7 juta per gram akibat sentimen positif melandainya inflasi Amerika Serikat.
Sejumlah Senator Republik berbalik melawan Trump, mengancam akan memblokir nominasi petinggi The Fed sebagai protes atas investigasi kriminal terhadap Jerome Powell.
Tiga mantan ketua The Fed, termasuk Janet Yellen, mengecam investigasi kriminal terhadap Jerome Powell. Mereka menyebut aksi pemerintahan Trump ini mengancam fondasi ekonomi AS.
Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp16.780 per dolar AS. Pasar merespons ketidakpastian suku bunga The Fed dan invasi AS ke Venezuela.
IHSG menutup perdagangan Rabu (7/1) dengan penguatan ke level 8.944. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan stimulus Tiongkok menjadi penopang utama indeks.
PEMERINTAH memastikan isu melemahnya nilai tukar rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS menjadi perhatian dalam koordinasi tim ekonomi seraya memastikan penguatan sektor riil
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026, bergerak menguat 1 poin atau 0,01% menjadi Rp16.955 per dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved