Jumat 23 Juli 2021, 07:54 WIB

Pupuk Indonesia Komitmen Tindak Lanjuti Temuan BPK

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Pupuk Indonesia Komitmen Tindak Lanjuti Temuan BPK

MI/DOK PUPUK INDONESIA
Petugas memeriksa stok pupuk bersubsidi di gudang Balun, Cepu, Kab Blora, Jawa Tengah

 

PT Pupuk Indonesia berkomitmen menindaklanjuti hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal tersebut dilakukan demi mempertahankan operasional dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik.

Sebelumnya, dari proses audit yang dilakukan, BPK menemukan adanya penyimpangan pada penetapan Harga Pokok Produksi (HPP).

HPP ditetapkan terlalu tinggi karena ada biaya-biaya bukan komponen produksi yang dimasukkan sehingga tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01/Permentan/Sr.130/1/2012 Tentang Komponen Harga Pokok Penjualan Pupuk Bersubsidi untuk sektor pertanian.

Baca juga: Ekonom Bank Mandiri: BI Rate Diharapkan Tetap hingga Akhir Tahun

Menanggapi temuan itu, SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengungkapkan pihaknya telah menindaklanjuti dan memperbaiki penghitungan HPP sesuai dengan hasil temuan BPK.

“Mengenai adanya temuan-temuan terkait HPP, itu telah ditindaklanjuti anak-anak perusahaan dan telah dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dasar pemerintah membayar subsidi adalah hasil audit BPK dan kami juga menerima pembayaran subsidi sesuai dengan audit tersebut," ujar Wijaya kepada Media Indonesia, Jumat (23/7).

Ia menambahkan setiap rekomendasi yang datang dari BPK ataupun institusi auditor eksternal lainnya merupakan masukan-masukan yang sangat penting untuk perbaikan perseroan di masa mendatang.

"Perseroan merasa sangat terbantu atas berbagai masukan yang diberikan. Kami berharap dapat terus melakukan perbaikan berkesinambungan sehingga berkontribusi positif kepada pendapatan negara serta menjadi perusahaan yang menjadi motor perekonomian dari hulu ke hilir dalam bisnis pupuk," tandasnya.

Di tengah pandemi dan kondisi ekonomi yang sulit, Pupuk Indonesia mampu mencatatkan kinerja operasional yang positif.

Dari sisi produksi, perseroan bisa menghasilkan 19,3 juta ton atau mencapai 118% dari target rencana kerja anggaran. (OL-1)

Baca Juga

Biro Pers Setpres

Erick Paparkan Keuntungan BUMN Capai Rp96 Triliun

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 22:09 WIB
"Kinerja semester I/2021 meningkat 356 persen dibandingkan Semester I/2020,"...
Dok MI

PLN Pastikan Jaringan Listrik ke Bali Tak Ada Kendala

👤Ant 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 21:31 WIB
"Untuk menyalurkan ke Bali, kami menggunakan kabel bawah laut dari Cable Head (CH) Ketapang ke CH Gilimanuk yang bertegangan 150...
CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP

BUMN Sakit Karena Tidak Bisa Bersaing dan Rentan Politisasi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 19:35 WIB
Dia menilai BUMN yang sakit rata-rata penyebabnya karena tidak bisa bersaing dengan non...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya