Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menyatakan restrukturisasi kredit di industri perbankan terus melandai. Hal ini pun menunjukkan adanya perbaikan di tengah pemulihan ekonomi nasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan restrukturisasi kredit perbankan saat ini berkisar Rp775 triliun. Capaian itu membaik dari posisi akhir Maret 2021, yakni sebesar Rp808,75 triliun.
Baca juga: Ketua OJK Nilai Kondisi Perbankan Nasional Stabil
Meski mengalami penurunan, lanjut Wimboh, ada sejumlah sektor yang masih cukup berat. Misalnya, sektor pariwisata yang erat kaitannya dengan mobilitas masyarakat.
"Yang kita restrukturisasi tadinya Rp 900 triliun, sudah di bawah Rp 800 triliun. Angkanya Rp 775 triliun. Sebagian sudah menjadi normal. Tidak semuanya, ada yang berat, terutama sektor yang sekarang yang tergantung mobilitas," jelas Wimboh dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (14/6).
Baca juga: Jumlah Kredit Restrukturisasi Melambat, Bisnis Debitur Mulai Pulih
OJK dikatakannya terus mengidentifikasi sektor dan pelaku usaha yang mengandalkan mobilitas. Sehingga, tetap bisa bertahan di masa pandemi covid-19. Dia pun mencontohkan sektor pariwisata yang mengandalkan wisatawan asing, tentu akan kesulitan saat ini. Pasalnya penjualan mereka kurang cocok bagi wisatawan dalam negeri.
"Sektor pariwisata yang mengandalkan wisatawan mancanegara itu hotelnya bintang 5 sampai 7, yang bukan jadi konsumsi turis domestik. Ini mau diapain. Makanya ada istilah potensi jadi zombie company. Pariwisata ini perlu kebijakan tersendiri," pungkas Wimboh.(OL-11)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved