Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Mandiri memantau sebagian debitur tampak mulai pulih perekonomiannya. Hal ini bercermin kepada melambatnya jumlah tambahan kredit yang harus direstrukturisasi. Untuk tahun 2020, portofolio restrukturisasi debitur terdampak Covid-19, yang dilakukan bank sebesar Rp 123,4 triliun, termasuk di dalamnya untik fasilitas non cashflow.
"Dari portofolio itu sudah terlihat penurunan baki debit 31 des 2020. Balancenya sebesar Rp93,3 triliun yang sudah mulai bayar, seiring kondisi ekonomi membaik. Sehingga perkiraan kami di 2021 akan terus menurun," kata Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin, usai paparan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Senin (15/3).
Dari total jumlah itu, memang ada sebagian debitur menjadi kredit macet atau NPL karena bisnisnya tidak bisa bangkit lagi. Sebagai langkah antisipasi, Bank Mandiri sudah menyiapkan opsional Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).
Baca juga : Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp220 per Lembar Saham
"Tahun lalu R 4,5 triliun yang kita sisihkan khusus debitur yang mungkin menjadi NPL. Total dengan tahun ini menjadi sekitar Rp5 triliun lah. Jadi kami sudah siap CKPN sehingga tidak mengganggu performa perusahaan," kata Siddik.
Bank Mandiri memperkirakan jumlah debitur yang akan jatuh menajdi NPL sekitar di bawah 8 persen, dari prediksi sebelumnya 11 persen.
"Berjalannya waktu, banyak debitur yang sudah sesuaikan bisnis modalnya. Yang kita perhatikan itu debitur yang bagus, tidak pernah tunggak dan menjadi NPL. Selama 1 tahun ini mereka bisa menormalkan bisnisnya. Untuk debitur yang belum sembuh, kami lakukan restrukturisasi melalui jaminan kredit, untuk membantu mereka siap kembali bangkit," kata Siddik. (OL-7)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Ia menegaskan Bank Jakarta menyambut peluang penempatan dana berikutnya dari pemerintah pusat.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved