Kamis 10 Juni 2021, 20:42 WIB

Protes Sembako Dikenakan PPN, KSPI: Seperti Penjajah

 Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Protes Sembako Dikenakan PPN, KSPI: Seperti Penjajah

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal saat berunjuk rasa.

 

PRESIDEN Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengecam rencana pemerintah yang memberlakukan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk bahan pokok atau sembako lewat Rancangan Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

"Kami mengecam keras, ini bersifat kolonialisme. Makanan yang kita kenal dengn sembako direncanakan dikenai pajak itu sifat kolonialisme, seperti penjajah," tukas Said saat konferensi pers virtual, Kamis (10/6).

Dia pun membandingkan kebijakan yang dianggap tak adil ke masyarakat, yakni memberikan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk orang-orang kelas menengah atas, sementara untuk makan dengan kebutuhan pokok, seperti beras justru bakal dikenakan pajak.

Said mengancam KSPI akan melakukan aksi-aksi perlawanan buruh bila RUU ini disahkan pemerintah kedepannya. Bahkan, dia menyatakan, pihak buruh akan membawa ke jalur hukum seperti menggugat ke Mahkamah Konstitusi

"Kaum buruh akan menjadi garda terdepan melakukan perlawanan hukum dan aksi soal ini," tandasnya

Diketahui, baru-baru ini menyeruak soal rencana mengenakan PPN untuk sembako. Hal ini tercantum dalan draft RUU Perubahan Kelima Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) yang.

Mengacu Pasal 4A RUU KUP,  sembako dihapus dalam kelompok jenis barang yang tidak dikenai PPN. Jasa lain yang bakal dikenai PPN oleh pemerintah di antaranya, jasa pelayanan kesehatan medis, jasa pelayanan sosial, jasa pengiriman surat dengan perangko, jasa keuangan, dan jasa asuransi. (Ins/OL-09)

Baca Juga

Antara/Hendra Nurdiyansyah.

Pemerintah Bangun Kawasan Wisata Borobudur Highland Rp350 Triliun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 24 Juni 2021, 13:17 WIB
Kawasan tersebut memiliki luas wilayah kurang lebih 309 hektare. Dari luas itu, sekitar 50 hektare akan bersertifikat HPL (hak...
DOK Pribadi.

Stimulus Pemerintah Bantu Pelaku Sektor Pariwisata Bertahan saat Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 13:17 WIB
Juliyana mengakui bahwa stimulus dan upaya yang dilakukan pemerintah turut mendukungnya bertahan di tengah situasi...
MI/Susanto

Mengalir Deras, Arsjad Rasjid Kini Didukung Kadin NTT

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 24 Juni 2021, 13:17 WIB
Memimpin langsung deklarasi tersebut, Paul dan jajaran pengurusnya memastikan akan memberikan tiga suara penuh kepada Presiden Direktur PT...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Diplomasi Jalur Rempah di Kancah Dunia

Perjalanan sejarah Indonesia terasa hambar tanpa aroma rempah. Warisan sosial, ekonomi, serta budaya dan ilmu pengetahuan itu kini dikemas dan disodorkan kepada dunia untuk diabadikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya