Kamis 06 Mei 2021, 22:00 WIB

Sampah yang Dikelola PLN Benowo Mampu Melistriki 5.885 Rumah

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Sampah yang Dikelola PLN Benowo Mampu Melistriki 5.885 Rumah

Dok Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo meresmikan Pengelolaan Sampah Energi Listrik di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (6/5).

 

Direktur Utama PT PLN (Persero), Zulkifli Zaini mengatakan instalasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) Benowo, Surabaya, Jawa Timur, dapat melistriki sekitar 5.885 rumah tangga dengan daya 1.300 VA.

"Oleh karena itu, kami mendukung penuh pengembangan bauran energi dari fosil ke ramah lingkungan dengan melakukan pembelian energi listrik berbasis sampah," kata Zulkifli di Surabaya, usai mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan Instalasi PSEL  Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Benowo Surabaya, Kamis (6/5).

Baca juga : Polisi Putar Balikkan 1.070 Kendaraan di Dua Gerbang Tol

Ia mengatakan, PSEL Benowo ini termasuk salah satu program pemerintah dalam percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis teknologi ramah Lingkungan.

Ia menyebut Pembangkit Listrik dengan Bahan Bakar Sampah Kota yang terletak di TPA Benowo ini berkapasitas 9 MW dan merupakan PLTSa kedua yang beroperasi di Jawa Timur setelah sebelumnya pada November 2015 beroperasi PLTSa Benowo 1,65 MW dengan teknologi Sanitary Landfill.

"PLTSa Benowo ini merupakan PLTSa pertama di Indonesia yang menggunakan konsep zero waste dengan proses gasifikasi dan untuk produksi listrik dengan kapasitas 9 MW ini. Dan kami bekerja sama dengan IPP (Independent Power Producer)-PT Sumber Organik sampai tahun 2032 dengan harga beli sebesar 13,35 cent USD/kWh sesuai dengan Peraturan Presiden No. 35 Tahun 2018," katanya.

Zulkifli yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri dari tahun 2010 hingga 2013 itu menjelaskan, keunggulan teknologi zero waste, yakni tidak ada sampah yang tersisa dibanding teknologi sebelumnya yang masih memiliki residu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meresmikan fasilitas PSEL di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Kota Surabaya.

Dalam sambutannya pada peresmian itu, Presiden memuji kinerja Wali Kota Surabaya atas keberhasilan mewujudkan fasilitas tersebut.

"Proses pengolahan sampah yang sebentar lagi akan kita lihat, ini sudah sejak 2018 saya siapkan perpresnya, saya siapkan PP-nya," ujar Presiden mengawali sambutannya dari lokasi peresmian di Surabaya, yang disaksikan melalui Youtube Sekretariat Presiden.

Kepala Negara mengatakan berdasarkan pengalaman yang dialaminya sejak 2008, saat dirinya masih menjadi wali kota, kemudian menjadi gubernur, lalu menjadi Presiden, tidak bisa merealisasikan pengolahan sampah menjadi listrik.

"Sehingga keluar Perpres 16 Tahun 2018 mengenai investasi. Keluar lagi Perpres 35 Tahun 2018 mengenai tarif listrik, untuk memastikan pemda berani mengeksekusi," ujar dia. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Dok. BRI Agro

Didukung Telkom, BRI Agro Garap Kelompok Tani Melalui iGrow

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 07:30 WIB
Kolaborasi ini juga mendapatkan dukungan dari Telkom, perusahaan telekomunikasi milik BUMN...
Antara/Septianda Perdana

HIPMI Dorong Masyarakat Tangkap Peluang Di Tengah Krisis

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 16 Juni 2021, 07:15 WIB
Penerapan digital marketing pun diharapkan bisa diterapkan untuk mendongkrak usaha...
Antara/Adwinata Solihin

Petani Minta Ijin Pabrik Gula di Jatim Dicabut

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 07:04 WIB
Jawa Timur merupakan lumbung gula nasional dengan luas areal tanam tebu 210.000 hektar, menghasilkan gula rata-rata per tahun 1 juta hingga...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya