Kamis 11 Februari 2021, 20:24 WIB

Kasus Dino Patti Jalal, Kementerian ATR bakal Investigasi PPAT

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Kasus Dino Patti Jalal, Kementerian ATR bakal Investigasi PPAT

DOK Insi Nantika Jelita.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil.

 

KEMENTERIAN Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan menginvestigasi pihak pejabat pembuat akta tanah (PPAT) terkait pemalsuan sertifikat ibunda eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal, Zurni Hasyim Djalal, yang menjadi korban mafia sertifikat tanah.

"Saya kemukakan, kalau notaris terlibat, kami akan investigasi. Kalau PPAT (terlibat) kami investigasi. Kalau mereka tidak hati-hati, kami ambil hukuman penegakan disiplin kepada PPAT," ungkap Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (11/2).

Ancaman Sofyan tersebut kepada pihak PPAT bukan main-main. Menurutnya, apabila pihak tersebut terbukti terlibat dalam kasus mafia sertifikat tanah keluarga Dino Patti Djalal, bakal dipecat.

PPAT merupakan pejabat umum yang diberi kewenangan untuk membuat akta-akta autentik perihal perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun. Pihak tersebut diangkat langsung oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Saya tegaskan kalau PPAT terlibat akan saya hukum keras sekali sesuai dengan peraturan perundang-undangan, kalau dia bagian dari mafia. Akan diperiksa segera, kalau perlu kami pecat. Karena enggak boleh PPAT (terlibat mafia tanah)," tegasnya.

 

Sebelumnya, melalui akun media sosialnya, Dino yang juga menjabat penasihat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membongkar kasus yang menyeret ibunya perihal penipuan sertifikat tanah. Rumah ibunya diketahui berada di Executive Paradise, Antasari, Jakarta Selatan, beralih menjadi nama orang lain.

"Agar publik waspada, rumah keluarga saya dijarah komplotan pencuri sertifikat rumah. Tahu-tahu sertifikat rumah milik Ibu saya telah beralih nama di BPN padahal tidak ada AJB (akta jual beli), tidak ada transaksi, bahkan tidak ada pertemuan dengan Ibu saya," tulisnya beberapa waktu lalu. (OL-14)

Baca Juga

Dok.MI

Indef: Serapan Tenaga Kerja PKT PUPR Harus Lebih Maksimal

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 17 April 2021, 03:05 WIB
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat bahwa angka yang dirumahkan, bukan angkatan kerja, pengurangan jam kerja, dan...
MI/Andri Widiyanto

Mendag Sebut Kinerja Ekspor Maret 2021 Tertinggi Sepanjang Sejarah

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 16 April 2021, 22:07 WIB
Pernyataannya itu menyusul laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (15/4) yang menyatakan total nilai ekspor Indonesia pada Maret 2021...
ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Pengamat: Prakerja Harus Lanjut, Jangan Dianggap BansosĀ 

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 16 April 2021, 21:50 WIB
Program Kartu Prakerja bisa membantu pemerintah untuk memperbaiki keterampilan angkatan kerja dari sisi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya