Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pel dunia usaha dituntut selalu kreatif mengikut-sertakan generasi milenial dan GenZ ikut berpartisipasi menggalakkan industri jamu di Indonesiaaku industri kecantikan dan perawatan kesehatan yang berbasis budaya dengan menggunakan bahan alami, Mustika Ratu, menggalakkan minum jamu asli Indonesia sebagai gaya hidup atau lifestyle di kalangan kaum muda atau milenial.
Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk (MRAT), Bingar Egidius Situmorang saat pengumuman pemenang RTD Packaging Design Competition mengatakan, dunia usaha dituntut selalu kreatif mengikut-sertakan generasi milenial dan GenZ ikut berpartisipasi menggalakkan industri jamu di Indonesia dan membuat ngejamu sebagai gaya hidup yang keren dan sehat.
Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/329999-peneliti-semakin-banyak-orang-minum-jamu-karena-covid-19
"Untuk itulah kami aktif berpartisipasi meningkatkan kesehatan dan imunitas masyarakat dengan salah satunya menggalakkan minum jamu asli Indonesia sebagai lifestyle," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (25/9).
Melalui kompetisi desain produk kemasan jamu atau, lanjutnya, pihaknya ingin meningkatkan kepedulian masyarakat terutama generasi milenial terhadap eksistensi industri jamu di dalam negeri, untuk kemudian siap go global.
Direktur Business Development & Innovation PT Mustika Ratu Tbk (MRAT), Kusuma Anjani menambahkan bahwa minuman jamu kini bukan lagi konsumsi orang tua yang diproduksi secara tradisional dan rasa yang kuno, melainkan minum jamu saat ini sudah menjadi kebutuhan dan kebanggaan.
"Jamu dengan berbagai variasinya sudah dapat ditemukan di gerai gerai modern dengan rasa yang cocok untuk di kalangan anak muda atau milenial," ujarnya.
Dengan kemasan yang menarik dan modern, lanjutnya, kini minuman jamu RTD sudah tersedia di perbelanjaan modern maupun beberapa e-commerce platform.
Terkait penyelenggaraan RTD Packaging Design Competition Chief Marketing Officer PT Mustika Ratu Tbk (MRAT), Yuniastuti K Putri mengatakan tujuannya untuk mendekatkan produk jamu kepada masyarakat khususnya generasi milenial melalui seni dan desain sehingga nantinya sentuhan kemasan produk RTD benar-benar memiliki selera para milenial.
"Saatnya generasi muda di Indonesia bangga minum jamu dan menjadikan jamu sebagai bagian dari lifestyle mereka," katanya.
Kompetisi Desain Kemasan Produk Jamu RTD (RTD Packaging Design Competition) yang digelar sejak 6 Juli hingga 31 Agustus 2020 berhasil menjaring 500 hasil karya dari 332 peserta asal 106 kota seluruh Indonesia.
Setelah disaring hingga mendapatkan 10 besar finalis kemudian dipilih 3 besar yakni juara 1 Muhammad Aris Reinaldi, juara 2 yaitu Alivia Putri Rahmawati dan juara 3 yaitu Aji Syahputra yang pengumumannya dilakukan secara virtual pada Kamis (23/9) lalu. (Ant/0L-12)
Pertumbuhan pesat industri beverages dan kopi semakin memperkuat urgensi kehadiran fasilitas yang mendukung percepatan inovasi, diferensiasi produk, serta mempercepat penetrasi pasar.
GP Ansor memastikan kewajiban sertifikasi dan label halal untuk produk makanan dan minuman di Indonesia tetap berlaku sesuai UU No. 33/2014.
Kenali 8 makanan dan minuman yang dapat meningkatkan risiko diabetes. Terapkan pola makan sehat untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Sejak berdiri, organisasi ini mampu menyalurkan lebih dari 4.000 porsi makanan kepada mereka yang membutuhkan.
Perusahaan pemrosesan serta pengemasan makanan dan minuman, Tetra Pak meresmikan fasilitas produksi material tahap kedua di Binh Duong, Vietnam.
Stroke merupakan penyakit tidak menular yang sangat berbahaya. Selain dapat mengancam nyawa, stroke sering kali meninggalkan dampak berupa kecacatan jangka panjang
Produsen jamu ternama itu menggelontorkan dana Rp200 juta untuk memperlengkapi kebutuhan Lebaran mereka.
Ketua Badan POM Taruna Ikrar mengatakan, jamu tidak pernah sekadar soal nostalgia. Ia memandang jamu sebagai warisan pengetahuan, kekayaan biodiversitas, sekaligus potensi ekonomi kreatif.
Sejak 2000, kata Irwan, Sido Muncul mulai melakukan uji toksisitas dan uji khasiat.
Total Rp900 juta tersebut terdiri dari uang tunai senilai Rp620 juta serta produk Sido Muncul senilai Rp280 juta.
Masih banyak daerah belum terjangkau, terisolir
Melalui penghargaan ini, komitmen Sido Muncul dalam memperkuat praktik pembangunan berkelanjutan di lingkungan perusahaan semakin tidak bisa terbantahkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved