Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
PUSAT Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) meminta asosiasi pengembang perumahan
berlomba-lomba mengikuti perkembangan digital. Hal itu bertujuan meningkatkan perkembangan pembiayaan perumahan ke depan.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin dalam pertemuan dengan asosiasi pengembang perumahan secara virtual, Jumat (4/9). Pertemuan itu bertujuan
evaluasi implementasi Sistem Informasi untuk Pengembang (Sikumbang) semester I 2020.
“Era digital tidak bisa ditinggalkan. Semua asosiasi harus hijrah agar ramah dengan teknologi dan mampu mengikuti perkembangan aplikasi dan menginput semua datanya ke Sikumbang karena gerbongnya adalah pengembang,” ujar Arief dalam keterangan resminya.
Menurut Arief, kontribusi pengembang sangat besar untuk mendukung big data yang sedang dibangun PPDPP. “Dengan adanya data riil saat ini dari sisi supply dan demand perumahan, semua jadi lebih akuntabel, transparan, efisien, dan cepat. Data ini akan jadi pertimbangan dan masukan yang sangat berarti kepada Kementerian Keuangan
dan pihak terkait dalam penyaluran dana FLPP ke depan,” ungkap Arief.
Ketua Umum DPP REI Totok Lusida mengapresiasi kemajuan teknologi dari PPDPP. “Data digital tidak bisa bohong. Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan PPDPP dan kami akan terus dorong anggota untuk memasukkan data perumahannya ke dalam aplikasi Sikumbang ini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum DPP Himppera Endang Kawijaya. Selain mengapresiasi PPDPP, Endang menyampaikan masukan agar disiapkan perangkat hukum jika terjadi double booking untuk penjualan perumahan. Dia pun mengharapkan PPDPP lebih memperkuat sistem agar terhindar dari gangguan teknis dalam pelaksanaannya.
Berdasarkan dasbor management control PPDPP per 2 September 2020, REI tercatat sebagai asosiasi dengan anggota terbanyak yang menginput data lokasinya
ke aplikasi Sikumbang, yaitu 5.261 lokasi perumahan. Per Jumat (4/9) pukul 11.01 WIB, 11.414 lokasi perumahan tercatat di aplikasi Sikumbang yang merupakan
anggota dari 20 asosiasi pengembang.
Sebanyak 500.605 unit tapak sudah terdaftar di aplikasi Sikumbang, 257.647 unit tapak subsidi sudah dinyatakan terjual, dan 1.604 unit rumah susun terdaftar dengan 387 unit
rumah susun subsidi yang telah terjual. (Ifa/S-3)
Sektor perumahan menjadi salah satu instrumen strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Wamen PKP Fahri Hamzah menilai angka backlog perumahan belum bisa dianggap demand riil karena tidak dipetakan dan tidak terkonsolidasi sebagai kebutuhan.
HUNIAN berbasis Transit Oriented Development (TOD) semakin diminati masyarakat. Saat ini pilihan hunian tersebut juga semakin terjangkau.
BTN mulai menggeser wajah bisnisnya dari bank pembiayaan perumahan konvensional menuju ekosistem yang menyatukan hunian, gaya hidup, dan peluang usaha
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
The HUD Institute mengingatkan pemerintah bahwa persoalan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan proyek semata
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved