Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 telah memberikan efek domino yang semula berawal dari masalah kesehatan kemudian merambat ke permasalahan sosial dan ekonomi. Seluruh lapisan masyarakat terpukul dampak dari pandemi tersebut.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto saat menyampaikan rilis secara virtual, Rabu (5/8).
"Banyak kebijakan yang diterapkan berbagai negara, mengutamakan kesehatan untuk mencegah penyebadan covid-19 dan di sisi lain pemerintah berupaya menjaga denyut ekonomi agar tetap berjalan. Untuk menjaga keseimbangan itu bukan lah persoalan gampang," ujarnya.
Suhariyanto melanjutkan, berdasarkan catatan BPS selama triwulan II 2020 harga komoditas migas dan hasil tambang di pasar internasional secara umum mengalami penurunan baik secara quartet to quarter (q to q) maupun year on year (yoy).
Misal, harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada triwulan I 2020 masih senilai US$52,07 per barel namun anjlok di triwulan II 2020 menjadi US$27,67 per barel. Begitu pula dengan harga komoditas hasil tambang seperti timah, alumunium dan tembaga turut terimbas pandemi covid-19. Tercatat pada triwulan II 2020 harganya menurun baik secara q to q maupun yoy.
Suhariyanto menambahkan, pelambatan ekonomi nasional juga tercermin dari rendahnya tingkat inflasi. Tercatat pada triwulan II 2020 tingkat inflasi hanya 0,32% secara q to q dan bila dibandingkan secara yoy sebesar 1,96%.
"Angka inflasi ini relatif rendah. Kalau dibandingkan dengan posisi inflasi pada Juni 2019 yang angka inflasinya sebesar 3,28%. Fenomena di semua negara memang tejadi pelambatan inflasi bahkan mengarah ke deflasi karena lemahnya permintaan dan adanya kendalaan pada pasokan," jelas Suhariyanto.
Baca juga: Ekonomi Indonesia Triwulan II 2020 Minus 5,32%
Lebih lanjut ia menyampaikan, produksi mobil mengalami penurunan dalam. Sebab pada triwulan II 2020 hanya sebesar 41.520 unit atau turun 87,34% secara q to q dan yoy turun 85,02%. Seiring dengan penjualan tersebut, penjualan mobil secara whole sale pada triwulan II 2020 hanya mencapai 24.042 unit atau turun 89,95% secara q to q dan 89,44% yoy.
"Indikator ini akan berpengaruh pada pergerakan industri alat angkutan, sektor perdagangan dan kepada konsumsi rumah tangga, terutama untuk golongan menengah atas," ujar Suhariyanto.
Tren penurunan juga terjadi pada penjualan sepeda motor. Tercatat terjadi penurunan tajam mencapai 80,06% bila dibandingkan secara q to q dan 79,70% secara yoy. Penjualan sepeda motor pada triwulan II 2020 hanya sebesar 313.625 unit.
Begitu pula produksi semen, pada triwulan II tingkat produksinya hanya mencapai 12,68 juta ton atau turun 18,80% q to q dan 9,08% yoy. Pengadaan semen dalam negeri juga turun sebesar 15,09% q to q dan 7,69% yoy, atau hanya 12,65 juta ton pada triwulan II 2020.
"Ini dampaknya bisa dilihat kepada sektor konstruksi yang akan mengalami kontraksi," pungkas Suhariyanto.
Sebelumnya diberitakan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020 tumbuh minus 5,32% bila dibandingkan dengan triwulan II 2019 yang tumbuh 5,07%. Sedangkan bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Indonesia pada triwulan I 2020 tumbuh negatif 4,19%. (A-2)
Berbagai capaian indikator makro ekonomi menunjukkan tren positif yang signifikan sepanjang 2025
Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi global, didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pembangunan infrastruktur yang semakin pesat.
Kerja sama ini diwujudkan melalui kunjungan program Social Innovation Mission di Indonesia.
Pemprov Kalsel harus bekerja keras mendorong masuknya investasi ke daerah sebagai pilar utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi.
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
DALAM lima tahun terakhir, harga beras di tingkat konsumen terus naik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
BPS beberkan data perdagangan RI di jalur Selat Hormuz di tengah konflik Iran-Israel. Intip nilai ekspor-impor miliaran dolar yang terancam jika jalur ini lumpuh.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved