Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 telah memberikan efek domino yang semula berawal dari masalah kesehatan kemudian merambat ke permasalahan sosial dan ekonomi. Seluruh lapisan masyarakat terpukul dampak dari pandemi tersebut.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto saat menyampaikan rilis secara virtual, Rabu (5/8).
"Banyak kebijakan yang diterapkan berbagai negara, mengutamakan kesehatan untuk mencegah penyebadan covid-19 dan di sisi lain pemerintah berupaya menjaga denyut ekonomi agar tetap berjalan. Untuk menjaga keseimbangan itu bukan lah persoalan gampang," ujarnya.
Suhariyanto melanjutkan, berdasarkan catatan BPS selama triwulan II 2020 harga komoditas migas dan hasil tambang di pasar internasional secara umum mengalami penurunan baik secara quartet to quarter (q to q) maupun year on year (yoy).
Misal, harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada triwulan I 2020 masih senilai US$52,07 per barel namun anjlok di triwulan II 2020 menjadi US$27,67 per barel. Begitu pula dengan harga komoditas hasil tambang seperti timah, alumunium dan tembaga turut terimbas pandemi covid-19. Tercatat pada triwulan II 2020 harganya menurun baik secara q to q maupun yoy.
Suhariyanto menambahkan, pelambatan ekonomi nasional juga tercermin dari rendahnya tingkat inflasi. Tercatat pada triwulan II 2020 tingkat inflasi hanya 0,32% secara q to q dan bila dibandingkan secara yoy sebesar 1,96%.
"Angka inflasi ini relatif rendah. Kalau dibandingkan dengan posisi inflasi pada Juni 2019 yang angka inflasinya sebesar 3,28%. Fenomena di semua negara memang tejadi pelambatan inflasi bahkan mengarah ke deflasi karena lemahnya permintaan dan adanya kendalaan pada pasokan," jelas Suhariyanto.
Baca juga: Ekonomi Indonesia Triwulan II 2020 Minus 5,32%
Lebih lanjut ia menyampaikan, produksi mobil mengalami penurunan dalam. Sebab pada triwulan II 2020 hanya sebesar 41.520 unit atau turun 87,34% secara q to q dan yoy turun 85,02%. Seiring dengan penjualan tersebut, penjualan mobil secara whole sale pada triwulan II 2020 hanya mencapai 24.042 unit atau turun 89,95% secara q to q dan 89,44% yoy.
"Indikator ini akan berpengaruh pada pergerakan industri alat angkutan, sektor perdagangan dan kepada konsumsi rumah tangga, terutama untuk golongan menengah atas," ujar Suhariyanto.
Tren penurunan juga terjadi pada penjualan sepeda motor. Tercatat terjadi penurunan tajam mencapai 80,06% bila dibandingkan secara q to q dan 79,70% secara yoy. Penjualan sepeda motor pada triwulan II 2020 hanya sebesar 313.625 unit.
Begitu pula produksi semen, pada triwulan II tingkat produksinya hanya mencapai 12,68 juta ton atau turun 18,80% q to q dan 9,08% yoy. Pengadaan semen dalam negeri juga turun sebesar 15,09% q to q dan 7,69% yoy, atau hanya 12,65 juta ton pada triwulan II 2020.
"Ini dampaknya bisa dilihat kepada sektor konstruksi yang akan mengalami kontraksi," pungkas Suhariyanto.
Sebelumnya diberitakan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020 tumbuh minus 5,32% bila dibandingkan dengan triwulan II 2019 yang tumbuh 5,07%. Sedangkan bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Indonesia pada triwulan I 2020 tumbuh negatif 4,19%. (A-2)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit anggaran sebesar 3 persen, meskipun menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai berupaya melemahkan Indonesia dan menghambat langkah bangsa.
INDEF nilai Ramadan dan Idul Fitri 2026 bisa dorong ekonomi kuartal I-II lewat sektor pangan, transportasi, dan logistik, didukung stimulus pemerintah.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk mengelola ekonomi secara pruden dengan mengusung kebijakan yang pro-pertumbuhan dan pro-rakyat. T
KETUA Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5%–6% bukanlah capaian yang patut dibanggakan.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
BPS Targetkan Verifikasi 106 Ribu Peserta PBI-JKN Penyintas Penyakit Kronis Tuntas Sebelum Lebaran 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat dan memutakhirkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen secara tahunan (year on year/YoY).
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebesar 147,91 juta orang.
Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perekonomian nasional yang solid di sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,11% secara tahunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved