Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
DOLAR AS terus menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena kekhawatiran tentang kenaikan kasus baru virus korona secara global dan klaim pengangguran AS yang lebih tinggi dari yang diperkirakan memicu permintaan untuk mata uang safe-haven.
Indeks yang melacak dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya naik 0,38% menjadi 97,437. Dolar telah menguat dalam beberapa pekan terakhir karena investor bergulat dengan kekhawatiran tentang dampak pandemi virus korona pada pertumbuhan ekonomi.
Yen Jepang menguat terhadap euro sebesar 0,35%, tetapi nyaris datar terhadap dolar setelah pada awal sesi mencapai tertinggi sejak 12 Juni.
Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun minggu lalu, tetapi laju penurunannya tampak terhenti di tengah gelombang kedua PHK karena perusahaan-perusahaan menghadapi permintaan yang lemah dan rantai pasokan yang putus, mendukung pandangan bahwa ekonomi menghadapi pemulihan panjang dan sulit dari resesi covid-19.
"Pergerakan greenback lebih tinggi terjadi karena pembelian safe-haven baru menyusul kenaikan indeks Philly Fed yang jauh lebih baik, meskipun klaim pengangguran secara signifikan lebih tinggi dari yang diperkirakan, dan karena meningkatnya kekhawatiran tentang penyebaran virus korona di AS dan wilayah lain di seluruh dunia," tulis analis di Action Economics.
Baca juga: Emas Terkoreksi setelah Angka Klaim Pengangguran AS Turun
Lebih dari 8,36 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus korona baru secara global dan 447.985 telah meninggal, menurut penghitungan Reuters.
Lonjakan infeksi baru di beberapa negara bagian AS dan pemberlakuan pembatasan perjalanan di Beijing untuk menghentikan wabah baru di sana telah berfungsi sebagai pengingat akan risiko membuka kembali kegiatan ekonomi sebelum vaksin dikembangkan.
Euro terakhir melemah 0,36% terhadap greenback, pada 1,120 dolar. Mata uang umum telah kehilangan hampir satu persen dari nilainya dalam waktu kurang dari satu minggu karena investor mempertanyakan apakah
Uni Eropa akan dapat meloloskan rencana stimulus ambisius yang diusulkan oleh Komisi Eropa, mengingat beberapa negara menentang untuk membagikan bantuan sebagai hibah. (A-2)
Peningkatan harga emas dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu minat masyarakat terhadap investasi, terutama pada instrumen yang dinilai relatif aman atau safe haven.
Kenaikan tajam emas dalam sepekan terakhir dipicu oleh eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Platform investasi aset kripto Pintu meluncurkan program eksklusif Pintu VIP bagi pengguna dengan aktivitas perdagangan dalam volume besar.
Berdasarkan riset YouGov tahun 2025, mayoritas Gen Z kini lebih memilih mengalokasikan THR mereka untuk ditabung atau diinvestasikan dibandingkan sekadar konsumsi sesaat.
PENDIDIKAN bisa jadi merupakan salah satu konsep dan aktivitas yang paling kompleks serta multidimensional dalam sejarah manusia.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai kunjungan OJK dan Bareskrim ke kantor perusahaan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah hari ini (12/3/2026) melemah 0,34% ke level Rp16.906 per Dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, dibuka melemah 58 poin atau 0,34% menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved