Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
EMAS berjangka turun tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), tertekan kenaikan ekuitas dan dolar AS namun didukung kekhawatiran gelombang kedua virus korona dan harapan Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga rendah.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, melemah US$0,9 atau 0,05%, menjadi ditutup pada US$1.735,60 per ounce. Emas berjangka naik US$9,3 atau 0,54%n menjadi US$1.736,50 pada Selasa (16/6).
Sementara penguatan dalam dolar dan pasar saham AS telah membebani emas, fakta bahwa Ketua Fed Jerome Powell tidak melihat adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat membuatnya "Lebih baik untuk menjadi investor jangka panjang dalam emas, membeli logam di setiap kemunduran kecil," kata Michael Matousek, kepala pedagang di US Global Investors.
Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, juga memberikan tekanan tambahan pada emas. Dolar diuntungkan dari arus safe-haven.
Baca juga: Penurunan Defisit Bertahap
Dengan pemulihan ekonomi penuh AS di luar jangkauan hingga pandemi virus korona diatasi, Federal Reserve akan menggunakan "berbagai alat" untuk melindungi rumah tangga dan bisnis, Powell mengatakan kepada anggota parlemen.
Suku bunga yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
"Setiap kali harga (emas) turun, tampaknya investor melihatnya sebagai peluang membeli," kata kepala analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa dalam sebuah catatan.
S&P 500 dan Dow beringsut lebih tinggi dalam perdagangan berfluktuasi pada Rabu (17/6) karena harapan pemulihan cepat dari penurunan virus korona tertekan oleh kekhawatiran kenaikan rekor dalam kasus virus korona di enam negara bagian AS.
Sementara itu di Tiongkok, Beijing membatalkan sejumlah penerbangan domestik pada Rabu (17/6), meningkatkan upaya untuk menahan penyebaran baru virus korona.
Untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 12,3 sen atau 0,7%, menjadi ditutup pada US$17,775 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$5,7 atau 0,68%, menjadi menetap pada US$838,2 dolar AS per ounce. (A-2)
GRUP Adani, perusahaan multinasional raksasa asal India, mengumumkan investasi sebesar US$100 miliar untuk mengembangkan pusat data AI skala yang didukung energi terbarukan pada 2035
Lanskap pasar keuangan global pada 2026 diperkirakan memasuki fase baru yang lebih kompleks.
Harga emas global dan Antam turun pada 17 Februari 2026. Prediksi untuk Rabu, 18 Februari, diperkirakan stabil atau berpotensi rebound tipis dengan harga Antam Rp2,96–3,05 juta per gram.
Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sinyal bahaya menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service.
Dari sisi permodalan, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
Harga emas Antam hari ini, Rabu (18/2/2026), turun Rp15.000 menjadi Rp2.878.000 per gram. Simak daftar harga lengkap dan harga buyback terbaru di sini.
Harga emas hari ini di Pegadaian terpantau variatif. Emas UBS dibanderol Rp2,958 juta per gram dan Galeri 24 seharga Rp2,943 juta per gram. Cek detailnya!
Harga emas Antam hari ini Selasa (17/2) merosot ke level Rp2,918 juta per gram. Simak rincian harga buyback dan daftar harga emas batangan lengkap di sini.
Harga emas UBS hari ini Rp2,988 juta per gram dan Galeri 24 Rp2,971 juta per gram di Pegadaian. Simak rincian harga lengkapnya di sini.
Update harga emas Antam hari ini Senin 16 Februari 2026. Harga 1 gram mencapai Rp2.954.000. Simak rincian harga buyback dan analisis pasar global di sini.
Harga emas Antam hari ini Minggu 15 Februari 2026 stagnan di Rp2.954.000 per gram. Cek rincian harga buyback dan analisis pasar terbaru di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved