Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
EMAS berjangka turun tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), tertekan kenaikan ekuitas dan dolar AS namun didukung kekhawatiran gelombang kedua virus korona dan harapan Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga rendah.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, melemah US$0,9 atau 0,05%, menjadi ditutup pada US$1.735,60 per ounce. Emas berjangka naik US$9,3 atau 0,54%n menjadi US$1.736,50 pada Selasa (16/6).
Sementara penguatan dalam dolar dan pasar saham AS telah membebani emas, fakta bahwa Ketua Fed Jerome Powell tidak melihat adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat membuatnya "Lebih baik untuk menjadi investor jangka panjang dalam emas, membeli logam di setiap kemunduran kecil," kata Michael Matousek, kepala pedagang di US Global Investors.
Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, juga memberikan tekanan tambahan pada emas. Dolar diuntungkan dari arus safe-haven.
Baca juga: Penurunan Defisit Bertahap
Dengan pemulihan ekonomi penuh AS di luar jangkauan hingga pandemi virus korona diatasi, Federal Reserve akan menggunakan "berbagai alat" untuk melindungi rumah tangga dan bisnis, Powell mengatakan kepada anggota parlemen.
Suku bunga yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
"Setiap kali harga (emas) turun, tampaknya investor melihatnya sebagai peluang membeli," kata kepala analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa dalam sebuah catatan.
S&P 500 dan Dow beringsut lebih tinggi dalam perdagangan berfluktuasi pada Rabu (17/6) karena harapan pemulihan cepat dari penurunan virus korona tertekan oleh kekhawatiran kenaikan rekor dalam kasus virus korona di enam negara bagian AS.
Sementara itu di Tiongkok, Beijing membatalkan sejumlah penerbangan domestik pada Rabu (17/6), meningkatkan upaya untuk menahan penyebaran baru virus korona.
Untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 12,3 sen atau 0,7%, menjadi ditutup pada US$17,775 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$5,7 atau 0,68%, menjadi menetap pada US$838,2 dolar AS per ounce. (A-2)
Peningkatan harga emas dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu minat masyarakat terhadap investasi, terutama pada instrumen yang dinilai relatif aman atau safe haven.
Kenaikan tajam emas dalam sepekan terakhir dipicu oleh eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Platform investasi aset kripto Pintu meluncurkan program eksklusif Pintu VIP bagi pengguna dengan aktivitas perdagangan dalam volume besar.
Berdasarkan riset YouGov tahun 2025, mayoritas Gen Z kini lebih memilih mengalokasikan THR mereka untuk ditabung atau diinvestasikan dibandingkan sekadar konsumsi sesaat.
PENDIDIKAN bisa jadi merupakan salah satu konsep dan aktivitas yang paling kompleks serta multidimensional dalam sejarah manusia.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai kunjungan OJK dan Bareskrim ke kantor perusahaan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Harga emas Antam hari ini (12/3/2026) turun tajam Rp45.000 per gram menjadi Rp3.042.000. Simak rincian harga buyback dan analisis pasar di sini.
Cek rincian harga emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Kamis (12/3/2026). Harga emas UBS tembus Rp3,113 juta per gram, Galeri 24 Rp3,098 juta.
Peningkatan harga emas dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu minat masyarakat terhadap investasi, terutama pada instrumen yang dinilai relatif aman atau safe haven.
Salah satu sentimen utama yang membayangi harga emas besok adalah anjloknya harga minyak mentah dunia hingga 11 persen ke kisaran USD 85-87 per barel.
Harga emas Antam hari ini Rabu, 11 Maret 2026, naik tajam ke Rp3.087.000 per gram. Simak rincian harga beli dan buyback terbaru di Logam Mulia.
Harga emas hari ini di Pegadaian Rabu (11/3/2026) terpantau naik. Emas UBS dipatok Rp3,106 juta per gram, sementara Galeri 24 dijual Rp3,083 juta per gram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved