Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengatakan Rencana Kerja Anggaran Pemerintah (RKAP) 2021 diarahkan untuk pemulihan sosial dan ekonomi pascapandemi.
Kebijakan ini diambil lantaran pandemi covid-19 mengakibatkan target Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 terancam meleset.
"Rencana kerja pemerintah pada 2021 diarahkan untuk pemulihan sosial ekonomi, guna mengejar target RPJMN 2020-2024. Untuk itu, tema RKAP 2021 adalah mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial," ujar Suharso saat membuka Musrenbangnas 2020 secara virtual, Kamis (30/4).
Baca juga: Pandemi Belum Berlalu, Jokowi Ingatkan Bantu Pedagang Kecil
Lebih lanjut, Suharso mengatakan pandemi covid-19 telah menimbulkan dampak besar terhadap pembangunan nasional. Wabah virus korona menghambat pencapaian sasaran RPJMN 2020-2024. Sehingga, target RPJMN kemungkinan meleset atau tidak tercapai.
Dia menekankan pandemi menyebabkan koreksi tajam terhadap sasaran ekonomi pada tahun ini. Bahkan, pandemi juga mengancam kondisi ekonomi pada 2021 mendatang. "Dampak lain adalah berkurangnya pembiayaan pembangunan 2020 akibat pengalihan pembiayaan ke penanganan covid-19," imbuh Suharso.
Dengan mempertimbangkan asumsi pandemi berakhir pada akhir tahun ini, Suharso berpendapat skenario agenda pemulihan ekonomi pascapandemi menjadi bagian penting dalam kerangka ekonomi makro RKAP 2021.
Baca juga: Musrenbangnas Berjalan di Tengah Pandemi
Pada kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo mengatakan 2021 menjadi tahun pemulihan (recovery) ekonomi. Selain fokus pada percepatan penanggulangan covid-19, pemerintah juga perlu menyiapkan skema pemulihan.
“Saya optimis 2021 adalah tahun recovery, yakni pemulihan dan tahun rebound. Selain percepatan mengatasi covid-19, juga kecepatan untuk pemulihan. Negara yang menjadi pemenang ialah negara yang cepat mengatasi covid-19, dan juga cepat melakukan pemulihan,” tegas Jokowi, sapaan akrabnya.
Kepala Negara meminta jajaran pemerintah daerah untuk mengidentifikasi secara detail dampak pandemi. Dalam hal ini, mendeteksi sektor yang terdampak ringan, sedang dan paling berat. Termasuk, sektor yang justru diuntungkan selama pandemi.(OL-11)
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Ia menjelaskan, perubahan tata ruang yang tidak terkendali turut memengaruhi daya tampung air di wilayah Jabodetabek.
Paviliun Indonesia tidak hanya menyajikan kekayaan alam dan keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga memperkenalkan potensi ekonomi, peluang investasi, dan kerja sama di panggung global.
DEPUTI Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas menekankan agar pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati harus dikelola secara bertanggung jawab.
Pemprov Kalsel juga berkomitmen mendorong pemanfaatan Geopark Meratus sebagai penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved