Selasa 26 November 2019, 17:20 WIB

Kontributor PNBP Terbesar, Freeport Terima IMA Award 2019

Raja Suhud V.H.M | Ekonomi
Kontributor PNBP Terbesar, Freeport Terima IMA Award 2019

Antara
Area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua, Sabtu (19/9).

 

PT Freeport Indonesia (PTFI) dianugerahi Indonesia Mining Association ( IMA) Awards 2019 untuk kategori kontribusi terbesar kepada negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kontribusi PTFI terhadap target PNBP Nasional lebih dari 10% atau sebesar Rp4,2 triliun. Kontribusi ini naik 51% dari tahun kemarin sebesar Rp2,02 triliun.

Kontribusi besar dari PTFI ini mendorong realisasi PNBP Indonesia pada 2018 di sektor pertambangan mineral dan batubara mencapai Rp32,2 triliun. Keputusan untuk menempatkan PTFI di peringkat pertama diambil oleh tim penilai dan tim teknis yang terdiri dari perwakilan dari praktisi pertambangan serta Tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

PTFI juga mendapatkan penghargaan pada kategori perusahaan yang melakukan Program Pengembangan Masyarakat terbaik. Kategori ini merupakan kategori yang baru ada di tahun 2019. PTFI memiliki setidaknya enam program pengembangan masyarakat, antara lain adalah pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil/pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial dan budaya, serta infrastruktur.

"Pemberian penghargaan ini sebagi dorongan semangat kepada perusahaan anggota IMA untuk berkontribusi lebih baik lagi kepada negara dan masyarakat," jelas Ketua IMA Ido Hutabarat dalam rilisnya, Senin (25/11).

Program Pendidikan PTFI dilaksanakan dengan mendirikan Institut Pertambangan Nemangkawi pada tahun 2013 yang dibangun di dalam area industri PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana. Institut ini didirikan dengan tujuan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi siswa pramagang serta magang. Sejauh ini, per Juli 2019, IPN telah melatih lebih dari 4.000 pemagang, di mana mayoritas bekerja di PTFI dan perusahaan-perusahaan mitranya. Sisanya bekerja di perusahaan lain maupun menjadi entrepreneur.

Malaria Center dan Klinik Terapung adalah Program Kesehatan PTFI yang dilaksanakan bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten Mimika, LPMAK, dan sejumlah pihak lainnya dengan membangun Malaria Center memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk memutus mata rantai penularan malaria di Papua khususnya di Kabupaten Mimika. Malaria Center berhasil menurunkan jumlah penderita malaria sejak tahun 2013.

Sedangkan ‘Klinik Terapung' membuka akses kesehatan kepada masyarakat Papua untuk layanan pemeriksaan kesehatan, pengobatan umum dan spesialistik, dan vaksinasi atau imunisasi. Juga layanan lainnya seperti pelayanan kesehatan ibu dan anak, penyuluhan kesehatan, pelayanan rujukan terbatas, pemeriksaan laboratorium penunjang, pelatihan petugas medik, serta membantu pengiriman logistik medis. (RO/A-2)

Baca Juga

Antara

SDM Industri Harus Adaptif di Tengah Disrupsi Teknologi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 28 November 2020, 17:45 WIB
Di tengah kondisi disrupsi teknologi yang menuntut pengembangan SDM, Kementerian Perindustrian mendorong mahasiswa vokasi untuk selalu...
DOK Sinar Mas Land

The Zora BSD City Tawarkan Rumah Canggih Ala Jepang Rp10,8 Miliar

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 17:22 WIB
Keunggulan utama dari klaster Kiyomi terletak pada konsep desain rumah yang memaksimalkan dan memberikan kenyamanan kepada...
Ist/Kementan

Kementan Apresiasi Penyerapan Ayam Potong oleh Perusahaan Pembibit

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 16:27 WIB
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memberikan apresiasi terhadap capaian penyerapan ayam potong (livebird)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya