Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Alpha Research Database Indonesia, Fedry Hasiman menilai tugas Basuki Tjahaja Purnama (BTP) sebagai Komisaris Utama Pertamina amat berat dan besar. Selain untuk menahan laju intervensi nonkoorporasi masuk ke Pertamina, BTP juga mesti menciptakan iklim internal Pertamina yang baik dan berintegritas.
"Walaupun banyak orang yang menganggap ucapannya cenderung kasar, tapi ini tidak, dalam sebuah kultur birokrasi dan koorporasi ini sangat tepat. Terutama dalam koorporasi yang kulturnya sangat korup," kata Ferdy saat dihubungi, Minggu (24/11).
BTP menurutnya adalah sosok yang bisa bertindak cepat, tepat dan tetap teliti. Harapannya, kerja-kerja direksi Pertamina dapat terkontrol denga baik seiring mantan Gubernur DKI itu menduduki jabatan Komisaris utama.
"Maka itu sangat penting menempatkan komisaris seperti Ahok di Pertamina, karena dia teliti, bersih dan punya integritas, tidak ada conflict interest dan bagus untuk membangun bisnis di hulu dan hilir di Pertamina," terang Ferdy.
Tugas lainnya yang harus dikerjakan oleh BTP, sambung Ferdy, yakni menciptakan teamwork yang solid di tubuh Pertamina. Pasalnya Pertamina selama ini dinilai memiliki teamwork yang kurang baik.
Teamwork yang kurang baik itu pula menyebabkan kinerja Pertamina kurang memuaskan meski Presiden Joko Widodo telah memberikan kesempatan untuk maksimalisasi energi dalam negeri.
"Selama ini visi misi Jokowi, Nawacita, untuk sektor energi itu belum dimaksimalkan, karena kita impor minyak terlalu besar, impor migas terlalu besar, dan itu membuat defisit neraca perdagangan makin melebar. Tugas dari Ahok (BTP) nanti adalah membangun teamwork yang bagus di Pertamina. Supaya bisa membangun hulu atau meningkatkan produksi, lalu membangun hilir, membuat bisnis yang trrintegrasi dari hulu sampai ke hilir," jelasnya.
Di sektor hilir misalnya, pembangunan kilang minyak yang tersendat diduga karena soliditas internal Pertamina berjalan kurang baik. Mandeknya peremajaan dan pembangunan kilang minyak, kata Ferdy, menjadi salah satu sebab Indonesia masih mengimpor minyak besar-besaran. Di sini peran BTP akan terlihat nantinya.
"Pertamina harus menyelesaikan peremajaan beberapa kilang, terutama kilang Pekalongan, Bontang, lalu kilang Cilacap. Dari beberapa kilang ini belum ada yang jalan dari tiga direksi yang dipilih selama 5 tahun terakhir. Pentingnya Ahok, dia bisa mengawal itu, kalau direksi tidak bekerja cepat, dia harus bisa memberikan masukan kepada pemegang saham. Karena kalau kilang itu lambat, kita akan terus mengimpor minyak," jelas Ferdy.
Ia meyakini, pekerjaan yang berat dan besar itu akan mampu dijalani oleh BTP dika berkaca dari rekam jejaknya memimpin Jakarta.
"Masuknya Ahok bisa membangun transparansi seperti yang dibuat di DKI, dia bisa mengontrol mafia atau lainnya melalui sistem yang dia bangun seperti di DKI. Menurut saya Ahok bisa jadi garansi bagi investor karena dia bersih, teliti, ini modal bagi Pertamina," pungkasnya. (OL-8)
Praktisi hukum Febri Diansyah menyoroti tuntutan 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp13,4 triliun terhadap Kerry Riza dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak PT Pertamina.
Beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, Kerry Adrianto Riza, menolak tuntutan jaksa 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp13,4 triliun.
Komisi VI memberikan apresiasi atas kerja keras Pertamina dalam merespons bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra yang terjadi pada jelang akhir tahun lalu.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, menyoroti agenda transformasi BUMN dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR bersama PT Pertamina (Persero).
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan seluruh kapal milik PT Pertamina harus dibangun di galangan kapal dalam negeri.
Kerry Adrianto Riza, saksi mahkota dalam kasus korupsi tata kelola minyak, membantah tekanan dari ayahnya atau Irawan Prakoso terkait kontrak sewa terminal BBM OTM dengan Pertamina.
KEHADIRAN mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dianggap dapat menjadi landasan Kejaksaan dalam penanganan perkara Korupsi Pertamina.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut kegiatan bermain golf yang dilakukannya saat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sebagai hal yang lumrah.
Ahok mengatakan selama ia menjabat tak ada laporan temuan dari BPK soal sewa kapal dalam sidang anak Riza Chalid Kerry Adrianto di sidang perkara korupsi tata kelola minyak mentah
Ahok membantah adanya laporan intervensi Riza Chalid terkait sewa Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) selama dirinya menjabat. Itu disampaikan dalam sidang korupsi tata kelola minyak mentah
Ahok menyatakan tidak pernah mendapat laporan mengenai hal tersebut. Ahok mengaku tidak mengenal Riza Chalid.
Ahok mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan subsidi energi yang selama ini diterapkan pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved