Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUM Bulog kembali menelan pil pahit akibat kinerja produksi pertanian yang tidak maksimal. Setelah sebelumnya secara mendadak ditugasi mengimpor beras, daging kerbau dan jagung, sekarang perseroan harus mendatangkan bawang putih juga secara instan.
Sebanyak 100 ribu ton atau seperlima dari total kebutuhan di Indonesia harus tiba sebelum Ramadan tiba.
Pengamat Pertanian Khudori mengatakan penugasan impor kepada Bulog kali ini tidak berbeda dengan sebelumnya. Pemerintah seperti tidak memiliki rencana atau antisipasi yang tepat hingga akhirnya mengambil langkah yang terlihat tergesa-gesa.
“Polanya tidak berubah seperti beras atau jagung. Ketika sudah terdesak, tidak punya alternatif lain, masalah dilempar ke Bulog,” ujar Khudori kepada Media Indonesia, Rabu (20/3).
Baca juga: Turunkan Harga, Pemerintah Akan Impor Bawang Putih dari Tiongkok
Penugasan-penugasan mendadak, lanjut dia, berpotensi membuat perseroan tidak fokus pada tugas-tugas yang telah diemban selama ini, terutama dalam mengelola komoditas beras.
Ia pun sangat menyayangkan kebijakan tersebut karena semestinya pemerintah bisa lebih bijaksana dengan berkaca pada persoalan-persoalan pangan di masa sebelumnya.
Strategi-strategi cadangan semestinya sudah disiapkan jauh hari. Pemerintah harus memiliki data akurat untuk memproyeksi ketersediaan bahan pangan, bukan menunggu harga melambung tinggi baru bergerak.
Menurut pantauan di beberapa pasar ibu kota, harga komoditas tersebut dalam kondisi tinggi. Di Pasar Kebayoran Lama dan Palmerah, harga bawang putih menyentuh Rp40 ribu per kilogram. Padahal, saat normal, harga bawang putih hanya berkisar Rp22 ribu per kg.(OL-5)
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
AS menetapkan tarif global 10 persen saat kesepakatan nol bea masuk RI untuk sawit hingga semikonduktor belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Sedangkan cabai rawit hijau yang semula harganya rata-rata kisaran Rp49.400 per kg, naik jadi Rp52.200 per kg.
Kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Program Bazar Murah dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 6 Maret 2026 dan menyasar 15 kecamatan di Kota Bandung.
Telur ayam ras turun dari sebelumnya Rp32 ribu per kilogram menjadi Rp30 ribu per kilogram serta daging ayam potong dari sebelumnya Rp42 ribumenjadi Rp40 ribu per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved