Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Hadirkan Keadilan untuk Dini

31/7/2024 05:00

VONIS bebas terdakwa Gregorius Ronald Tannur telah mencederai pemenuhan hak atas keadilan korban Dini Sera Afrianti beserta keluarga. Dini diduga tewas setelah dilindas mobil dan dianiaya oleh Ronald, putra anggota nonaktif DPR RI Edward Tannur, awal Oktober 2023.

Di Pengadilan Negeri Surabaya, jaksa penuntut umum (JPU) sudah menyajikan rangkaian perlakuan terdakwa, potongan CCTV, dan hasil visum et repertum. Semuanya menunjukkan adanya luka pada hati akibat benda tumpul dan bekas lindasan oleh ban mobil terdakwa.

Namun, majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik punya keyakinan berbeda. Erintuah beserta dua hakim anggota, Mangapul dan Heru Hanindyo, menganggap Ronald tidak terbukti secara sah dan meyakinkan telah membunuh maupun menganiaya Dini.

"Kematian Dini bukan karena luka dalam pada hatinya, tetapi karena ada penyakit lain disebabkan minum minuman beralkohol saat karaoke sehingga mengakibatkan meninggalnya Dini," ujar ketua majelis hakim Erintuah Damanik dalam sidang putusan, 24 Juli lalu.

Tidak hanya mengabaikan fakta-fakta yang tersaji di muka persidangan, ketiga hakim juga mengesampingkan mens rea (niat jahat) dari Ronald terkait tewasnya Dini yang didahului dengan actus reus (unsur tindakan) berupa melindas dan menampar korban.

Dakwaan berlapis berupa pembunuhan dan penganiayaan yang diajukan JPU tidak ada satu pun yang dikabulkan. Padahal, menampar dan memukul sudah menjadi bagian dari penganiayaan sehingga Korps Adhyaksa sangat percaya diri untuk menuntut terdakwa dengan hukuman 12 tahun penjara.

Berbagai kejanggalan yang terjadi atas putusan bebas Ronald memecut keriuhan di publik. Ratusan orang yang tergabung dalam kelompok masyarakat Aliansi Madura Indonesia menggelar aksi di depan gedung PN Surabaya di Jalan Arjuno, Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

Dalam orasi, mereka mengatakan orang mencuri ayam saja bisa dipenjara empat tahun, apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang. Massa mempertanyakan kenapa hal itu tidak menjadi pertimbangan para hakim yang menangani perkara Dini.

Sehari sebelumnya, para wakil rakyat yang duduk di Senayan, Jakarta, juga mengkritisi putusan majelis hakim PN Surabaya. Komisi III DPR RI mendesak agar Erintuah, Mangapul, dan Heru, yang menjatuhkan vonis bebas terhadap Ronald, diperiksa. Pemeriksaan itu untuk mengusut dugaan hakim 'bermain' dalam putusan kasus dugaan penganiayaan oleh Ronald yang menyebabkan kematian Dini. Pernyataan keras dari Komisi III disampaikan setelah menerima audiensi keluarga Dini.

Agar pemeriksaan terhadap Erintuah dan kawan-kawan bisa dijalankan, Komisi III akan terlebih dahulu memanggil Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) untuk menindaklanjuti perkara vonis janggal terhadap Ronald.

Publik mengapresiasi langkah tegas DPR. MA dan KY jangan tinggal diam atas aroma permainan hukum. Profesi hakim sangatlah terhormat, luhur, dan mendapat label officum nobile. Jangan sampai profesi nan mulia tercemari oleh ulah oknum yang gemar mempermainkan hukum.

Ketika hukum sudah dipermainkan oleh mereka yang dijuluki ‘wakil Tuhan di muka bumi’ itu, wibawa lembaga peradilan di mata para pencari keadilan akan runtuh. Publik tentu tidak ingin situasi tersebut menimpa lembaga peradilan selaku benteng terakhir dari penegakan hukum.

Lebih dari itu, kematian Dini jangan sampai sia-sia. Ia harus menjadi simbol perlawanan bagi manusia-manusia keji yang gemar menganiaya perempuan. Total pelaporan kasus kekerasan perempuan dalam 8 tahun terakhir yang tercatat di Komnas Perempuan ialah 3.263.585 laporan.

Angka tersebut bisa dikurangi, asalkan semua pihak termasuk lembaga peradilan mau ikut ambil bagian. Jangan tutup mata terhadap perkara kekerasan berujung maut yang barang bukti serta kesaksiannya sudah begitu terang benderang disajikan di pengadilan.

 



Berita Lainnya
  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.