Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Selamat Datang Calon Pemimpin Bangsa

19/10/2023 05:00
Selamat Datang Calon Pemimpin Bangsa
Ilustrasi mI(MI/Seno)

JIKA tidak ada aral melintang, hari ini gabungan partai politik (parpol) akan mendaftarkan bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mendaftarkan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, sedangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Perindo akan mencalonkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Tinggal Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Garuda, Partai Gelora, dan Partai Prima yang masih mencari sosok yang tepat untuk mendampingi Prabowo Subianto dalam kontestasi Pilpres 2024. Sejumlah nama sudah beredar, tetapi kian mengerucut pada Erick Thohir dan Yusril Ihza Mahendra. Atau bisa saja muncul kejutan di detik-detik terakhir, sosok berusia di bawah 40 tahun, misalnya, tetapi sudah berpengalaman memimpin daerah.

Bisa pula putra sulung Presiden Joko Widodo yang menjabat Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, tetap didorong menjadi pendamping Prabowo. Gibran dianggap sebagai titik temu berbagai tarikan politik di Koalisi Indonesia Maju yang gemuk itu.

Tahap awal kontestasi mencari orang nomor satu di Republik ini sudah dimulai.

Antusiasme dan keseriusan parpol mencari putra terbaik bangsa patut diacungi jempol. Meski pendaftaran bakal capres-cawapres berlangsung hingga Selasa (24/10), para partai memilih mendaftarkan jago mereka sedari awal.

Mudah sekali diterka, para pendaftar di waktu awal itu ialah parpol yang jauh hari sudah menemukan titik kompromi politik. Sementara itu, pendaftar di hari-hari berikutnya ialah partai-partai yang masih berkutat pada negosiasi daya tawar.

Nama-nama bakal capres-cawapres itu ialah sosok yang selama ini sudah populer di mata publik. Siapa yang tidak kenal Anies yang pernah memimpin DKI Jakarta, begitu pula Ganjar memimpin Jawa Tengah, dan Prabowo yang saat ini menjabat menteri pertahanan? Prabowo bahkan sudah tiga kali maju dalam pilpres sejak 2009.

Nama Muhaimin dan Mahfud sebagai bakal cawapres pun tak bisa dipandang sekadar pendamping atau ban serep bakal capres. Selain sebagai Wakil Ketua DPR saat ini, Muhaimin menjabat Ketua Umum PKB. Begitu pula Mahfud, sosok nahdiyin cendekia yang kini menjabat menko polhukam.

Tidak perlu diragukan pula sosok bakal pendamping Prabowo pasti diambil dari kalangan profesional.

Boleh dibilang, pilpres kali ini menyuguhkan pilihan 'menu' yang kian menarik karena diisi sosok yang selama ini lekat dikenal masyarakat. Harapannya pula tingkat partisipasi pemilih bisa meningkat mengingat jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilih mereka pada Pemilu 2019 masih mencapai 34,75 juta orang.

Terima kasih kepada parpol yang telah menyuguhkan kader-kader terbaik dalam kontestasi lima tahunan ini.

Namun, ada baiknya parpol juga menyarankan para kandidat yang masih berstatus pejabat negara untuk mundur dari jabatan mereka. Memang tidak ada aturan yang melarang mereka untuk mundur pascaputusan Mahkamah Konstitusi pada 2022. Namun, etika menilainya itu tidak patut.

Coba buka pikiran lebar-lebar, bagaimana bisa bakal capres-cawapres yang tengah berjuang menuju kursi RI-1 dan RI-2 masih bisa fokus mengerjakan tugas sebagai menteri atau Wakil Ketua MPR? Apalagi, waktu persiapan sudah sangat mepet, tinggal empat bulan lagi menuju pemilu serempak pada 14 Februari 2024.

Jika ada pejabat negara yang mengatakan tidak perlu mundur karena bisa berkampanye di hari libur atau mengambil cuti, dengan mudah dinilai bahwa yang bersangkutan menomorduakan tugas bangsa dan negara.

Uang negara pun akan mubazir karena menggaji pejabat negara yang tengah fokus pada kepentingan politik pribadi mereka.

Sekali lagi, aturan memang tak melarang, tetapi norma-norma yang terkandung di dalam etika akan membuat pesta demokrasi kali ini akan lebih sempurna. Tidak ada ejekan kepada capres, semua bersukaria dalam hajatan demokrasi lima tahunan ini.



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.