Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Kemandirian Kontestasi tanpa Jokowi, No Drama

18/10/2023 21:00

KETUA Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan pimpinan parpol lainnya telah mendeklarasikan Menko Polhukam Mahfud MD sebagai bakal calon wakil presiden. Mahfud didapuk untuk mendampingi bakal calon presiden Ganjar Pranowo yang telah dideklarasikan pada 21 April.

Saat deklarasi Ganjar dilakukan PDIP dihadiri sejumlah fungsionaris partai, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di hari deklarasi Ganjar, Jokowi sebenarnya sedang berada di Surakarta. Kepala Negara harus terbang untuk menghadiri deklarasi yang digelar di Istana Batu Tulis, Bogor. Setelah itu, Jokowi dan Ganjar masih memperlihatkan keakuran dengan satu mobil saat meninggalkan Istana Batu Tulis dan menggunakan pesawat kepresidenan menuju Surakarta.

Saat deklarasi Mahfud, hadir petinggi partai politik (parpol) lain dan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar. Tidak ada kehadiran Presiden Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta yang berulang kali ditegaskan Megawati sebagai petugas partai itu memang sedang menjalani tugas kenegaraan ke Tiongkok dan Arab Saudi.

Jokowi seakan sudah tidak dinantikan. Megawati ataupun Ganjar tidak menyinggung sepatah kata pun nama Jokowi. Hanya Mahfud yang sempat mengapresiasi Presiden Jokowi karena telah memberikan kesempatan untuk berkhidmat kepada pemerintah. Ada yang memandang peristiwa itu sebagai kian jelasnya pecah kongsi antara Megawati dan Jokowi, analisis yang dibantah Ketua DPP PDIP yang juga putri Megawati, Puan Maharani.

Jokowi memang seorang presiden yang juga kepala negara. Dia juga memiliki adik ipar, putra, dan menantu yang menempati jabatan publik. Namun, Jokowi bukanlah ketua umum parpol.

Sementara itu, pengajuan calon presiden dan wakil presiden ialah hak monopoli parpol. Parpol memiliki kebebasan dalam menentukan sosok pemimpin bangsa ke depan. Apalagi, Jokowi juga berulang kali berusaha meyakinkan publik bahwa dirinya tidak cawe-cawe di pemilihan presiden.

Akan tetapi, langgam Mahfud masih harus terkait dengan Presiden Jokowi. Itu bila Mahfud memilih untuk bertahan di Kabinet Indonesia Maju.

Itu disebabkan MK telah membatalkan ketentuan yang mengharuskan pejabat negara mengundurkan diri bila menjadi capres atau cawapres di Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Walhasil, menteri cukup mendapatkan persetujuan dan izin cuti dari presiden.

Dengan putusan tersebut, Mahfud harus memilih antara mengundurkan diri dari kabinet dan meminta persetujuan dari Jokowi. Pilihan yang mudah, tentunya, bagi seorang Mahfud. Apa pun sikap Presiden Jokowi, Mahfud telah memegang kepastian akan dicalonkan PDIP dan kolega mereka.

Koalisi Indonesia Maju yang akan mencalonkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto masih menampilkan drama tanpa kepastian, termasuk soal sosok calon wapres. Koalisi parpol yang mengeklaim sebagai penerus sejati Jokowi seakan masih galau.

Hingga tercetus keinginan mengajukan putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang berujung pada putusan kontroversi MK yang dianggap sebagai upaya memuluskan rencana langkah Gibran menjadi pendamping Prabowo.

Pencalonan Mahfud memberikan sebuah kepastian dalam kontestasi Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024. Setidaknya, pasangan Ganjar-Mahfud akan berkompetisi dengan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang telah dideklarasikan pada 2 September.

Dua pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden itu telah diputuskan secara mandiri oleh parpol tanpa kehadiran Presiden Jokowi. Mereka akan mendaftar pada hari pertama ke KPU, Kamis (19/10). Dua pasangan calon itu melenggang percaya diri tanpa menyiasati aturan dan tanpa drama.



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.