Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Jaminan Keselamatan Transportasi Massal

18/10/2023 05:00

KITA patut bersyukur kecelakaan yang melibatkan dua kereta api di Stasiun Kalimenur, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kemarin, tidak menyebabkan korban jiwa. Hingga kemarin petang, kecelakaan yang melibatkan KA Argo Wilis dan KA Argo Semeru itu dilaporkan menyebabkan 20 korban luka.

Meski begitu, harus disadari bahwa petaka mengerikan sangat tipis terhindarkan. Sebagaimana terlihat dari video yang beredar luas, beruntung badan kereta KA Argo Semeru jurusan Bandung-Gubeng (Surabaya) dari arah Yogyakarta yang anjlok tidak benar-benar masuk ke lintasan KA Argo Wilis jurusan Gambir-Surabaya. Dengan begitu, KA Argo Wilis hanya menyerempet KA Argo Semeru yang masih dalam proses evakuasi penumpang.

Petaka mengerikan yang beruntung terhindarkan itu harus menjadi pelajaran serius. Investigasi menyeluruh harus dilakukan dan diumumkan ke publik. Bukan hanya menyangkut penyebab anjloknya KA Argo Semeru, tapi juga mengapa perjalanan KA Argo Wilis terus berlanjut hingga insiden serempetan terjadi.

Mengacu pada video tersebut, yang memperlihatkan sebagian penumpang KA Argo Semeru telah menepi di sisi jalur, maka terkesan ada waktu pula untuk berlangsungnya sistem komunikasi peringatan bahaya. Karena itu, menjadi pertanyaan besar mengenai kemungkinan kegagalan komunikasi tersebut sehingga perjalanan KA Argo Wilis terus berlanjut hingga ke lokasi anjloknya KA Argo Semeru. Akan menjadi pertanyaan lebih besar lagi jika justru sistem komunikasi itu tidak ada.

Memang, sejak 2016, jumlah kecelakaan kereta telah turun drastis, dari 73 kasus pada 2015 menjadi hanya belasan kasus per tahun hingga 2022. Untuk jumlah korban meninggal, sejak 2018 hingga 2022, tercatat nihil. Statistik kecelakaan kereta ini mengecualikan kecelakaan dengan moda transportasi lain.

Kendati demikian, kasus anjlok terus mendominasi kecelakaan kereta. Anjlok dapat disebabkan sejumlah hal, di antaranya kerusakan/keanehan rel dan komponennya, kerusakan roda, penggunaan rel atau roda yang berlebihan, kecepatan kereta yang berlebhan, kesalahan sinyal, hingga pengereman mendadak.

Keanehan rel berupa tergerusnya bantalan batu termasuk yang sering terjadi. Hal itu pula yang dinyatakan polisi menjadi penyebab anjloknya KA Argo Semeru.

Kondisi ini menunjukkan masih lemahnya perawatan atau pengecekan rel yang dilakukan PT KAI. Hal tersebut tidak dapat dianggap sepele karena sistem perawatan atau pengecekan adalah yang utama untuk mencegah kecelakaan.

Lebih luas lagi, PT KAI harus menyadari bahwa kasus ini akan memengaruhi persepsi masyarakat terhadap jaminan keselamatan di perjalanan kereta-kereta yang lainnya, termasuk kereta cepat. Jika dalam perjalanan kereta biasa saja jaminan keselamatan masih diragukan, bagaimana jaminan keselamatan di kereta cepat yang lebih berisiko?

Tentu ini sebuah ironi. Ketika kereta justru sedang didorong menjadi moda andalan, PT KAI mendegradasi kepercayaan publik dengan kecelakaan yang masih terjadi.

Benar bahwa jaminan keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya bergantung pada PT KAI. Kementerian Perhubungan, melalui Balai Pengujian Perkeretaapian, juga bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan itu.

Balai Pengujian Perkeretaapian tidak hanya bertugas menguji sistem sarana dan prasarana, tetapi juga hingga SDM perkeretaapian. Maka, kita sama-sama menuntut PT KAI dan Balai Pengujian Perkeretaapian untuk meningkatkan kinerja demi terjaminnya keselamatan dalam perjalanan kereta.

Selain itu, seiring dengan pembangunan transportasi massal berbasis rel modern dan supercepat, seperti Lintas Raya Terpadu Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (LRT Jabodebek) dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, jaminan keamanan dan keselamatan penumpang harus menjadi nomor wahid.

Nyawa penumpang tak boleh tergadaikan oleh pengabaian pada tata kelola transportasi massal yang baik, yaitu akuntabilitas, transparansi, responsif, kewajaran, kesetaraan, dan partisipatif.



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.