Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Genosida Palestina

16/10/2023 05:00

PERANG Israel-Palestina menunjukkan perkembangan yang menggiriskan. Seiring dengan serangan udara Israel yang bertubi-tubi ke permukiman padat penduduk di Jalur Gaza sejak pekan lalu, korban tewas di pihak Palestina makin menggunung.

Saat ini, lebih dari 2.300 jiwa melayang di pihak Palestina. Angka itu melampaui jumlah rakyat Palestina yang tewas dalam perang sengit di antara kedua pihak yang pecah pada 2014.

Ribuan korban yang mengalami luka-luka juga rawan menambah jumlah korban jiwa. Saat ini, fasilitas medis di Gaza mulai kehabisan bahan bakar dan obat-obatan akibat blokade total yang diberlakukan Israel.

Di pihak Israel, korban tewas sejauh ini disebut mencapai 1.300-an jiwa. Mayoritas merupakan korban gempuran mendadak kelompok militan pejuang kemerdekaan Palestina, Hamas, pada Sabtu (7/10), yang mengawali pertempuran baru Palestina-Israel.

Kini, Israel tengah bersiap-siap untuk menggempur Gaza melalui serangan darat dengan dalih memburu para pejuang Hamas. Di saat bersamaan, Amerika Serikat (AS) selaku sekutu Israel yang paling loyal mengerahkan tidak hanya satu, tapi juga dua kapal induk dengan jet-jet tempur berkekuatan penuh ke perairan Mediterania Timur.

AS mengeklaim kedua kapal induk tidak untuk membantu Israel menyerang Gaza, tetapi mencegah negara-negara lain memanfaatkan situasi hingga memicu perang regional. Sekilas klaim itu tampak mulia. Akan tetapi, status AS sebagai pendukung terbesar Israel tidak pelak membuat klaim 'Negeri Paman Sam' bak cek kosong.

Memang ada geliat serangan terhadap Israel dari Libanon pascabalasan Israel terhadap Gaza. AS seakan menjadi anjing penjaga untuk memastikan tidak ada lawan Israel yang mendekat.

Aksi unjuk kekuatan militer AS di perairan perbatasan Israel dan Palestina hanya akan membuat Zionis semakin pongah. Israel bakal kian percaya diri mengerahkan tank-tank dan pasukan darat untuk menyapu habis Gaza.

Itu tidak boleh dibiarkan. Indonesia perlu melayangkan protes ke AS agar negara adikuasa tersebut menarik kekuatan mereka. Bilapun ada penempatan pasukan di dekat wilayah konflik, mereka harus merupakan pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Prioritas dunia saat ini ialah mewujudkan situasi damai di wilayah konflik Israel-Palestina. Kita mendorong pemerintah untuk berjuang lebih keras meminta PBB agar proaktif mencegah korban jiwa lebih banyak lagi akibat perang.

Indonesia juga bisa terus mendesak dimasukkannya pembahasan penyelesaian konflik Palestina-Israel dalam forum-forum dunia. Kita apresiasi langkah Ketua DPR RI yang menyampaikan keberatan karena isu mengenai perdamaian di Palestina tidak disinggung dalam pernyataan bersama G-20 Parliamentary Speakers’ Summit (P-20) Ke-9 di New Delhi, India, Sabtu lalu.

Indonesia tidak sendirian. Simpati terhadap Palestina berdatangan dari banyak negara dan yang terbaru ialah Tiongkok. Meski begitu, belum banyak negara yang betul-betul mau memperjuangkan perdamaian yang berkeadilan antara Palestina dan Israel.

Semua pihak perlu digugah agar menyadari bahwa Palestina berada dalam situasi yang sangat kritis. Meski kali ini kelompok pejuang mereka telah melancarkan gempuran yang merenggut seribu lebih korban jiwa dari kelompok sipil dan militer Israel, Palestina sesungguhnya bukan tandingan Israel yang berkekuatan superior.

Sangat mungkin serangan darat Israel kali ini akan menjadikan Gaza titik perluasan genosida sekaligus pengusiran rakyat Palestina dari wilayah yang selama ini menjadi incaran penguasaan Israel.

Penjajahan Israel terhadap Palestina tidak boleh lagi ditoleransi. Dunia harus menghentikan Israel dengan mewujudkan solusi dua negara yang menegakkan kedaulatan Palestina.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.