Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Solusi Damai Palestina dan Israel

11/10/2023 05:00

DUNIA dihentak oleh gempuran besar-besaran kelompok pejuang kemerdekaan Palestina, Hamas, pada Sabtu (7/10), terhadap sejumlah wilayah di Israel. Militer Israel membalas. Selama dua hari berturut-turut, Israel membombardir seribu titik permukiman padat penduduk di Jalur Gaza yang mereka klaim sebagai tempat persembunyian pejuang Hamas.

Hingga hari keempat pertempuran, lebih dari 1.500 jiwa melayang, ribuan lainnya menderita luka-luka. Situasi masih sangat rentan oleh eskalasi pertempuran yang lebih luas dan mematikan. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan perang terhadap Hamas. Ia juga menyebut bahwa Israel bukan pihak yang memulai peperangan.

Perang antara Israel dan Palestina sesungguhnya sudah dimulai sejak okupansi Israel terhadap wilayah Palestina pada 1967 dan belum berakhir hingga kini. Pertempuran demi pertempuran timbul silih berganti.

Dalam menghadapi perlawanan Palestina yang tidak sebanding dengan kekuatan militer zionis, Israel secara sistematis melakukan kolonisasi sekaligus berupaya membuat warga Palestina terpaksa keluar dari wilayah tempat tinggal mereka. Rakyat Palestina terdesak ke Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Jalur Gaza yang yang kini mulai diberlakukan blokade total oleh Israel, selama 16 tahun terakhir pun sudah mengalami blokade yang memakai sistem buka tutup. Jalur pasokan makanan, air, listrik, dan bahan bakar dapat sewaktu-waktu ditutup sesuai keinginan otoritas Israel. Perlakuan ini saja sudah masuk kategori menginjak-injak harkat dan martabat manusia, apalagi blokade total.

Serangan pada Sabtu lalu merupakan bentuk perlawanan terbesar Palestina melalui para pejuang kemerdekaan. Tentu saja, kita menyayangkan timbulnya pertempuran yang mengorbankan begitu banyaknya warga sipil.

Eskalasi perang Palestina dan Israel, terlebih jika sekutu kedua negara tersebut terlibat, akan memperburuk kondisi geopolitik di Timur Tengah dan pada gilirannya bakal menggoyang stabilitas global. Semakin kuat pula alasan bagi Indonesia untuk mendesak dunia berupaya sekuat tenaga menghentikan perang antara Israel dan Palestina.

Posisi Indonesia sudah jelas dengan berpegangan pada Undang-Undang Dasar 1945. Konstitusi mengamanatkan bahwa segala penjajahan di dunia harus dihapuskan. Oleh karena itu, sejak dulu Indonesia mengakui kedaulatan Palestina.

Pemerintah Indonesia perlu lebih keras mendorong dibukanya negosiasi damai antara Palestina dan Israel. Awali dengan konsolidasi negara-negara yang mengakui kedaulatan Palestina, termasuk negara-negara Arab, kemudian bergerak bersama mendesak diajukannya proposal damai untuk kedua negara.

Solusi dua negara yang digagas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masih patut diperjuangkan. Solusi itu untuk mewujudkan negara Palestina dan Israel yang berdampingan secara damai. Kedua belah pihak harus bersedia duduk bersama terlebih dahulu. Setelah itu baru mulai menegosiasikan batas-batas negara yang definitif.

Di sini peran negara-negara Arab sebagai tetangga terdekat Palestina dan Israel sangat krusial. Mereka memegang peranan untuk mendorong atau bahkan memaksa Palestina dan Israel bernegosiasi. Ini yang terpenting karena sebagus apa pun proposal damai tidak akan ada artinya tanpa kehadiran kedua pihak yang berkonflik.



Berita Lainnya
  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).