Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK kali pertama dalam sejarah Asian Games, Indonesia gagal meraih medali di cabang bulu tangkis. Sejak cabang olahraga itu dipertandingkan pada Asian Games 1962, baru kali ini tradisi medali terputus saat Asian Games digelar di Hangzhou, Tiongkok.
Tak satu pun wakil Indonesia yang lolos ke babak semifinal, baik putra maupun putri. Padahal bulu tangkis menjadi salah satu cabang yang selalu diandalkan sebagai penyumbang medali.
Publik tentu saja dibuat kaget bukan kepalang, bahkan menjadi pergunjingan utama oleh warga dunia maya di Twitter yang kini telah berganti nama menjadi X . Pasalnya, masyarakat tak terbiasa dengan kabar kekalahan dari tim bulu tangkis Indonesia.
Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pun kebanjiran protes warga. Kinerja PBSI ramai-ramai dipertanyakan, apalagi Olimpiade 2024 sudah di depan mata.
Masyarakat sepakat, pemain tak bisa disalahkan dari kekalahan itu. Para pemain telah berjibaku di lapangan, mati-matian untuk memenangi pertandingan demi mempertahankan harga diri bangsa. Mereka pulang tetap sebagai pahlawan di mata publik.
Akan tetapi, bagaimana dengan para pengurus PBSI, patutkan predikat pahlawan disematkan kepada mereka? Biar publik yang menilai karena masyarakat juga tahu siapa saja yang duduk di kepengurusan PBSI saat ini.
Orang nomor satu di PBSI, Agung Firman Sampurna, misalnya, memimpin organisasi itu mulai 2020 hingga 2024. Masyarakat lebih mengenal Agung sebagai seorang birokrat yang telah berkiprah di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak 2012 dan baru saja purnatugas dari lembaga auditor negara itu pada 2022 lalu.
Praktis selama dua tahun, mulai 2020 hingga 2022, Agung mesti membagi perhatian dan konsentrasinya antara PBSI dan BPK. Di PBSI sebagai ketua umum, di BPK sebagai ketua, dapat dibayangkan bagaimana luar biasanya ia mengemban dua tanggung jawab yang berat tersebut.
Baru setahun terakhir ia dapat fokus mengurus perbulutangkisan di Tanah Air. Hal itu tentu bertolak belakang dengan pembentukan dan pengembangan atlet yang tak bisa simsalabim tuntas hanya dalam waktu satu tahun.
Rangkap jabatan yang dipegang Agung tak lepas dari keberadaan Undang-Undang No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) yang tidak melarang rangkap jabatan oleh ketua umum. Namun, akibat beleid itu pula, baru satu tahun terakhir Agung bisa fokus mengurus bulu tangkis.
Atlet bukanlah robot. Ia manusia biasa yang secara disiplin digembleng untuk mencapai kemampuan maksimalnya. Di situ tugas utama ketua umum bersama pengurusnya, bukan menyusun anggaran.
Ketua umum juga mesti mengatur intensitas turnamen yang diikuti atlet. Terlalu padat kejuaraan yang diikuti membuat atlet kelelahan hingga jenuh, yang membuatnya tak dapat bermain lepas.
Tugas yang tak kalah penting ialah regenerasi. Supaya tradisi medali tak pernah putus, seorang ketua umum harus membuat program yang melahirkan bibit-bibit baru.
Berdasarkan tugas-tugas itu dapat dibayangkan betapa beratnya tanggung jawab dari jabatan Ketua Umum PBSI.
Dengan kegagalan kali ini, menjadi tugas berat bagi jajaran PBSI untuk mengembalikan kepercayaan diri para atlet kebanggaan kita.
Butuh waktu bertahun-tahun sejak dini para atlet digembleng untuk menjadi atlet andalan, tentunya oleh ketua umum yang juga bisa diandalkan. Pertanyaannya, bisakah seorang Agung Firman Sampurna diandalkan? Apalagi ajang Olimpiade tinggal 10 bulan lagi.
Perlu evaluasi menyeluruh, dari sistem pelatihan, manajemen tim, hingga kepengurusan PBSI untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Sebaiknya Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna mengundurkan diri sebagai bagian dari pertanggungjawaban moral.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved