Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Smes buat Ketua Umum PBSI

07/10/2023 05:00

UNTUK kali pertama dalam sejarah Asian Games, Indonesia gagal meraih medali di cabang bulu tangkis. Sejak cabang olahraga itu dipertandingkan pada Asian Games 1962, baru kali ini tradisi medali terputus saat Asian Games digelar di Hangzhou, Tiongkok.

Tak satu pun wakil Indonesia yang lolos ke babak semifinal, baik putra maupun putri. Padahal bulu tangkis menjadi salah satu cabang yang selalu diandalkan sebagai penyumbang medali.

Publik tentu saja dibuat kaget bukan kepalang, bahkan menjadi pergunjingan utama oleh warga dunia maya di Twitter  yang kini telah berganti nama menjadi X . Pasalnya, masyarakat tak terbiasa dengan kabar kekalahan dari tim bulu tangkis Indonesia.

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pun kebanjiran protes warga. Kinerja PBSI ramai-ramai dipertanyakan, apalagi Olimpiade 2024 sudah di depan mata.

Masyarakat sepakat, pemain tak bisa disalahkan dari kekalahan itu. Para pemain telah berjibaku di lapangan, mati-matian untuk memenangi pertandingan demi mempertahankan harga diri bangsa. Mereka pulang tetap sebagai pahlawan di mata publik.

Akan tetapi, bagaimana dengan para pengurus PBSI, patutkan predikat pahlawan disematkan kepada mereka? Biar publik yang menilai karena masyarakat juga tahu siapa saja yang duduk di kepengurusan PBSI saat ini.

Orang nomor satu di PBSI, Agung Firman Sampurna, misalnya, memimpin organisasi itu mulai 2020 hingga 2024. Masyarakat lebih mengenal Agung sebagai seorang birokrat yang telah berkiprah di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak 2012 dan baru saja purnatugas dari lembaga auditor negara itu pada 2022 lalu.

Praktis selama dua tahun, mulai 2020 hingga 2022, Agung mesti membagi perhatian dan konsentrasinya antara PBSI dan BPK. Di PBSI sebagai ketua umum, di BPK sebagai ketua, dapat dibayangkan bagaimana luar biasanya ia mengemban dua tanggung jawab yang berat tersebut.

Baru setahun terakhir ia dapat fokus mengurus perbulutangkisan di Tanah Air. Hal itu tentu bertolak belakang dengan pembentukan dan pengembangan atlet yang tak bisa simsalabim tuntas hanya dalam waktu satu tahun.

Rangkap jabatan yang dipegang Agung tak lepas dari keberadaan Undang-Undang No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) yang tidak melarang rangkap jabatan oleh ketua umum. Namun, akibat beleid itu pula, baru satu tahun terakhir Agung bisa fokus mengurus bulu tangkis.

Atlet bukanlah robot. Ia manusia biasa yang secara disiplin digembleng untuk mencapai kemampuan maksimalnya. Di situ tugas utama ketua umum bersama pengurusnya, bukan menyusun anggaran.

Ketua umum juga mesti mengatur intensitas turnamen yang diikuti atlet. Terlalu padat kejuaraan yang diikuti membuat atlet kelelahan hingga jenuh, yang membuatnya tak dapat bermain lepas.

Tugas yang tak kalah penting ialah regenerasi. Supaya tradisi medali tak pernah putus, seorang ketua umum harus membuat program yang melahirkan bibit-bibit baru.

Berdasarkan tugas-tugas itu dapat dibayangkan betapa beratnya tanggung jawab dari jabatan Ketua Umum PBSI.

Dengan kegagalan kali ini, menjadi tugas berat bagi jajaran PBSI untuk mengembalikan kepercayaan diri para atlet kebanggaan kita.

Butuh waktu bertahun-tahun sejak dini para atlet digembleng untuk menjadi atlet andalan, tentunya oleh ketua umum yang juga bisa diandalkan. Pertanyaannya, bisakah seorang Agung Firman Sampurna diandalkan? Apalagi ajang Olimpiade tinggal 10 bulan lagi.

Perlu evaluasi menyeluruh, dari sistem pelatihan, manajemen tim, hingga kepengurusan PBSI untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Sebaiknya Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna mengundurkan diri sebagai bagian dari pertanggungjawaban moral.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.