Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Produk Lokal Terjungkal

06/10/2023 05:00

PRESIDEN Joko Widodo secara terbuka kembali mengungkapkan kegelisahannya terkait nasib produk dalam negeri. Mantan Wali Kota Solo tersebut khawatir dengan semakin masifnya produk impor yang diperjualbelikan secara mudah kepada konsumen di perdagangan elektronik atau e-commerce.

Menurut Jokowi, apabila situasi ini terus dibiarkan, masyarakat Indonesia bakal dijajah secara ekonomi. Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengajak rakyat Indonesia menjadi produsen ketimbang hanya sekadar konsumen demi menghindari praktik kolonialisme era modern.

Di satu sisi pernyataan Jokowi memberikan sinyal kepada publik apabila pemerintah ingin membatasi masuknya produk impor ke pasar domestik secara langsung melalui e-commerce. Apalagi, sejumlah kalangan menyarankan pemerintah melarang semua produk impor di bawah harga Rp1,5 juta untuk dijual di e-commerce. 

Dengan wacana tersebut, diharapkan pelaku usaha lokal tidak terus dirugikan dan bisa bertahan di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak sedang baik-baik saja ini. Apalagi, kalangan pengusaha dalam negeri menduga produk-produk impor tersebut, terutama yang berasal dari China, dijual di bawah harga pokok produksi.

Kalau terus dibiarkan, produk lokal, baik dari industri besar maupun UMKM, menjadi tidak bisa bersaing dalam menghadapi serbuan produk impor. Buntutnya angka pengangguran bakal semakin besar yang menyebabkan daya beli masyarakat semakin menurun akibat tak punya pendapatan.

Belum lagi daya beli masyarakat selama setahun belakangan ini sudah terpukul akibat dampak kenaikan BBM bersubsidi pada September 2022.

Pertanyaan yang kemudian muncul, yaitu apakah dengan membatasi produk impor murah di e-commerce bisa segera menyelamatkan produsen lokal dan UMKM dari keterpurukan. Seharusnya pemerintah juga perlu mempertanyakan mengapa selama ini harga jual produk dalam negeri relatif mahal walaupun kualitas produknya relatif sama dengan produk impor.

Pemerintah mungkin bisa berdalih murahnya harga produk impor akibat politik dumping (jual murah) yang dilakukan negara pengekspor seperti China. Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya bisa dijadikan alibi untuk mengatakan produk lokal boleh menjadi lebih mahal.

Hingga saat ini kalangan pengusaha, baik lokal maupun asing, yang berusaha di Indonesia masih mengeluhkan praktik ekonomi biaya tinggi seperti premanisme yang belum juga berhasil diatasi pemerintah saat ini. Bahkan premanisme ekonomi yang salah satunya berbentuk pemintaan komisi kepada pengusaha lokal dan UMKM justru seringkali dilakukan aparat pemerintah.

Jika ingin menggenjot penggunaan produk dalam negeri berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, langkah yang dilakukan pemerintah seharusnya juga fokus pada upaya untuk menghilangkan ekonomi biaya tinggi.

Bukan hanya menyalahkan produk asing yang masuk ke Indonesia dengan harga murah. Sebab kalau negara pengekspor melakukan tindakan balasan dengan membatasi masuknya produk asal Indonesia, pengusaha lokal pun bakal gigit jari. Sebaiknya pemerintah segera menyelesaikan problem indutrialisasi di Indonesia secara menyeluruh dan tidak parsial.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.