Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Dirgahayu TNI tanpa Dwifungsi

05/10/2023 05:00

MAYORITAS rakyat Indonesia masih memercayai Tentara Nasional Indonesia atau TNI. Saking tingginya, kepercayaan publik terhadap TNI mengalahkan Presiden Joko Widodo.

Tingkat kepercayaan publik terhadap TNI memang langganan bertengger di posisi teratas selama beberapa tahun berdasarkan beragam survei.

Di satu sisi, memandang isi survei tersebut adalah gambaran dedikasi dan profesionalisme seluruh jajaran prajurit. Di sisi lain, memandang tingginya citra TNI lantaran lembaga sipil kerap terpuruk isu korupsi, konflik, dan sebagainya.

Seperti diistilahkan pakar militer dari Institute for Security and Strategic Studies Khairul Fahmi, pengelolaan negara yang belum optimal dari lembaga sipil membuat publik mengalihkan kepercayaan kepada lembaga lain, yakni TNI. Apalagi, TNI tidak masuk dalam ranah isu korupsi.

Karena itu, bagai nila setitik yang merusak susu sebelanga ketika dua perwira aktif TNI ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi karena kasus suap di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Bahkan, publik dipertontonkan aksi petinggi TNI meminta agar kedua perwira tersebut diadili dengan peradilan militer. Ditambah, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata sampai mungkin harus berhadapan dengan Dewan Pengawas lantaran mengizinkan perwira TNI bertemu dengan seorang tahanan kasus suap Basarnas di dalam Gedung Merah Putih. Kejadian yang amat langka bisa terjadi di lembaga antirasuah itu. Alexander mengaku terpaksa mengizinkan karena suasana saat itu amat mencekam.

Belum lagi, ketika sejumlah prajurit TNI mendatangi Polrestabes Medan, Sumatra Utara. Ironisnya, kehadiran pasukan berseragam lengkap ke kantor polisi bukan untuk menghalau ancaman negara. Mereka justru meminta penangguhan penahanan terhadap tersangka kasus mafia tanah.

Padahal, konstitusi secara tegas menyatakan TNI sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. Bukan menjadi pelindung orang bermasalah.

Di sepanjang tahun ini juga, publik sempat disuguhi draf revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Meski masih bersifat draf awal, usul tersebut bersambut reaksi dari pegiat demokrasi yang mengkhawatirkan ada upaya hendak memperluas kembali kewenangan TNI ke ranah sipil. Seperti hendak kembali ke era Dwifungsi TNI.

Kejadian lain yang mengejutkan ialah sikap seorang Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyampaikan permintaan maaf. Permintaan maaf tersebut sekaligus mengklarifikasi perintah sebelumnya kepada prajurit untuk memiting pendemo di Pulau Rempang. Sebuah sikap kesatria yang sudah langka diperlihatkan para penyelenggara negara.

Yudo adalah Panglima TNI ketiga yang berlatar belakang matra Angkatan Laut semenjak era Reformasi. Dia memimpin TNI sejak 19 Desember 2022 dan harus pensiun pada 1 Desember ini. Kecuali, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan UU TNI oleh sejumlah perwira dan purnawirawan. Mereka menggugat ketidaksetaraan ketentuan usia pensiun.

Pasalnya, usia pensiun perwira TNI paling tinggi ialah 58 tahun. Padahal, usia pensiun bagi abdi negara lain ialah 60 tahun, bahkan ada yang mencapai 70 tahun. Entah apa alasan para pembuat kebijakan merumuskan usia pensiun yang berbeda bagi para abdi negara.

Apa pun putusan para hakim konstitusi, publik tentu berharap dapat memberi ketenangan bagi para personel TNI untuk bekerja menjaga negeri.

Hari ini TNI genap berusia 78 tahun. Ragam catatan dan kritikan adalah wujud kecintaan rakyat. Seraya berdoa kiranya tercipta TNI yang profesional, dicintai rakyat, serta disegani para pengganggu keutuhan dan kedaulatan negara.

Rakyat berharap dalam Pemilu 2024, TNI membuktikan dirinya sebagai patriot NKRI dengan menjaga netralitas. Dirgahayu TNI.



Berita Lainnya
  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).