Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Teka-teki Pertemuan SBY-Jokowi

03/10/2023 21:00

ADA peristiwa menarik di Istana Bogor, Senin (2/10). Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab disapa SBY menyambangi Joko Widodo, presiden yang sedang berkuasa saat ini. Itu bukan kali pertama mereka bertemu. Pada 9 Maret 2017, kedua pemimpin itu juga terlihat berbincang dan minum teh bersama di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta.

Seusai pertemuan senja kala itu, kepada wartawan SBY antara lain mengutarakan keinginannya agar ada wadah tempat berkumpulnya para mantan presiden dengan presiden yang sedang menjabat. Intinya, ia ingin silaturahim semacam ini bisa diteruskan di masa mendatang.

Harapan itu pun terwujud di Istana Bogor. Namun, berbeda dengan pertemuan enam tahun silam, pertemuan SBY-Jokowi kali ini tertutup bagi wartawan. Pihak Partai Demokrat, partai yang dibina SBY, menyebut pertemuan itu cuma membahas masalah politik kebangsaan dan politik kenegaraan. Jika membahas masalah kebangsaan, mengapa harus dilakukan tertutup? Bukankah sebaiknya publik tahu permasalahan seperti apa yang sedang dihadapi saat ini dan solusi apa yang ditawarkan kedua pemimpin bangsa tersebut?

Akan tetapi, sayang pertemuan selama 1 jam itu dilakukan dalam keadaan tertutup. Publik hanya bisa menduga dan berdoa semoga bukan sekadar membicarakan masalah bagi-bagi kursi di tengah kencangnya isu reshuffle kabinet. Lagi pula, kalaupun ada dugaan semacam itu, kiranya hal yang wajar. Itu karena selain pernah dan sedang menjabat sebagai presiden, kedua pemimpin itu ialah politikus, yang setiap manuver atau tindak tanduknya kerap dikaitkan dengan kekuasaan.

Terlebih Partai Demokrat baru saja melabuhkan dukungan dengan bergabung ke koalisinya Prabowo, bacapres yang selama ini terkesan lebih mendapat restu Jokowi. Apalagi, beberapa hari sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pun secara tegas telah menutup peluang menduetkan kadernya, Ganjar Pranowo, dengan Prabowo pada Pilpres 2024. Apakah SBY juga ingin menyodorkan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, yang juga ketua Partai Demokrat, untuk mendampingi Prabowo? Hmm... entahlah.

Sejumlah pengamat menilai, pertemuan itu juga dapat dibaca sebagai momentum bagi Jokowi untuk lepas dari bayang-bayang ketua umum PDIP, partai yang selama ini mengusungnya. Apakah ia ingin mencari keseimbangan baru di tengah dugaan renggang hubungannya dengan PDIP dan Megawati? Sepertinya hanya Jokowi, SBY, dan Tuhan yang tahu.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.