Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Mitigasi Puncak Bencana Kekeringan

02/10/2023 05:00

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan kabar gembira sekaligus kabar buruk di penghujung September yang baru saja berlalu. Kabar gembiranya, bulan ini sebagian wilayah di Tanah Air akan mulai memasuki awal musim penghujan.

Siraman air hujan sudah sangat dinantikan setelah berbulan-bulan suhu begitu terik. Selama itu sumber-sumber air dan lahan tanaman pangan mengering. Kebakaran hutan (karhutla) juga meluas. Di perkotaan, kekeringan tidak hanya mengancam pasokan air bersih, tetapi juga memperparah dampak polusi.

Kabar buruknya, musim hujan yang dimulai Oktober diperkirakan baru dialami segelintir wilayah, tercatat hanya 14,39% luasan zona musim. Sebagian besar wilayah sisanya memasuki musim hujan paling cepat pada November.

Dengan prakiraan tersebut, bila tidak meleset, banyak wilayah yang harus menanggung dampak kekeringan yang memuncak bulan ini. Wilayah tersebut, menurut BMKG, meliputi Sumatra bagian tengah hingga selatan, Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Kemudian, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, dan Papua bagian selatan.

Ancaman suhu panas juga menguat. Dalam pekan terakhir September, suhu terpanas di wilayah Indonesia menembus angka 37 derajat celsius. Hari-hari ke depan, suhu terpanas diperkirakan akan mencapai 42 derajat celsius, tepatnya di Kota Surabaya.

Ancaman gangguan kesehatan dan penyakit yang berhubungan dengan dampak polusi dan sengatan suhu panas semakin besar. Harga bahan pangan yang sudah naik bakal semakin mahal seiring dengan kian meluasnya lahan tanaman pangan yang mengering.

Pasokan air bersih akan semakin tersendat. Menurut pantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sepanjang periode 14-21 September 2023 saja, tidak kurang dari 166.415 penduduk mengalami krisis air bersih.

Di kawasan hutan, titik-titik api makin mudah muncul dan menjalar dengan cepat. Asap karhutla merambah wilayah yang lebih luas. Saat ini pun Provinsi Jambi tengah berkutat dengan bencana asap hingga terpaksa meliburkan sekolah-sekolah.

Pendeknya, situasi kekeringan akan mencapai titik kritis bulan ini. Langkah-langkah mitigasi yang sudah dijalankan harus diperkuat dan ditingkatkan sesuai dengan karakter pemasalahan di tiap wilayah.

Pemerintah pusat dan daerah mesti bergerak seirama mengatasi dampak kekeringan. Operasi-operasi pasar bahan pangan digelar secara terkoordinasi dan efektif untuk memastikan konsumen berpenghasilan rendah membayar sesuai dengan harga operasi pasar.

Itu berarti tidak semata menyerahkan kepada pedagang-pedagang besar. Pemerintah daerah bekerja sama dengan Perum Bulog perlu menggerakkan tim-tim operasi pasar langsung menjangkau konsumen. Tidak ada gunanya impor beras secara masif bila gagal menekan harga di pasar. Bikin rakyat bertanya-tanya untuk apa sebenarnya impor itu.

Pengerahan mobil-mobil tangki air juga harus sampai ke pelosok permukiman penduduk yang mengalami krisis air bersih. Jangan sampai ada yang terlewat.

Jurus-jurus jitu mitigasi puncak kekeringan tentu memerlukan dana yang tidak sedikit. Sebaiknya, pemerintah mengalihkan anggaran jorjoran infrastruktur untuk itu.

Jangan sekali-kali menganggap enteng. Itu bukan sekadar upaya mencegah gejolak sosial menjelang puncak tahun politik. Tanggung jawab pemerintah menjalankan tugas negara melindungi segenap rakyat Indonesia kapan pun dan di mana pun, tidak terkecuali dari bahaya bencana kekeringan.(MAGELANG1337)



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.