Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Seribu Jurus Memikat Nahdiyin

29/9/2023 21:00

KENDATI masih menjadi teka-teki, siapa bakal calon wakil presiden pendamping bakal calon presiden Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo semakin mengerucut ke tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Jika benar, pilihan itu wajar dan realistis.

NU ialah organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, bahkan dunia. Jumlah anggota mereka diperkirakan lebih dari 90 juta orang. Mereka yang mengaku nahdiyin lebih banyak lagi, tidak kurang dari 56,9% dari 250 juta-260 juta penduduk Indonesia yang beragama Islam. Kalau dipersentasekan, yang mengeklaim sebagai warga NU bisa 140 juta lebih.

Dengan jumlah sebanyak itu, sangat masuk akal jika NU selalu menjadi gula-gula saban pemilu. Ia punya daya pikat luar biasa sehingga siapa pun kontestan sulit untuk mengesampingkannya begitu saja, termasuk tentu saja pada pemilu tahun depan, wabilkhusus Pilpres 2024.

Dari tiga bacapres, satu sudah memastikan menggandeng tokoh dari kalangan NU. Dia ialah Anies Baswedan yang bakal berpasangan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Keduanya diusung Koalisi Perubahan yang digalang Partai NasDem, PKB, dan PKS.

Dua bacapres lainnya pun sangat mungkin tak akan jauh-jauh dari kelompok sarungan. Kemungkinan itu kian menguat setelah Anies menggandeng Cak Imin.

Ganjar yang diusung PDIP, PPP, Perindo, dan Hanura, misalnya, kian terang memberikan sinyal untuk menggaet tokoh NU. Ada dua nama yang semakin kuat menjadi kandidat, yakni Menko Polhukam Mahfud MD dan Gubernur Jawa Timur Khofi fah Indar Parawansa. Nama Yenny Wahid, putri Gus Dur, juga masih disebut-sebut.

Meski Mahfud oleh sejumlah tokoh NU tak diakui sebagai kader NU, sulit disangkal bahwa ada darah NU dalam dirinya. Ia memang bukan kader NU secara struktural, tetapi secara kultural tak ada yang bisa menyangsikan ke-NU-annya.

Khofifah lebih NU lagi. Dia Ketua Umum Muslimat NU, bahkan dianggap sebagai pemimpin sepanjang masa organisasi sayap NU itu berdiri. Jumlah anggota Muslimat NU banyak, sangat banyak, tak kurang dari 32 juta. Jumlah itu tentu sangat signifikan sebagai lumbung suara.

Karena itu pula, Khofifah juga diincar Prabowo. Kalau tak jadi bacawapres, dia disebutsebut diinginkan sebagai ketua tim pemenangan. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra M Irfan Yusuf Hasyim pun menyebutkan calon pendamping Prabowo mengerucut pada dua nama, salah satunya tokoh NU dari Jawa Timur.

Menjadikan tokoh NU sebagai bacawapres ialah strategi yang masuk akal untuk melakoni kompetisi meski tiada jaminan untuk meraih supremasi. Fakta di Pilpres 2004 ketika Megawati Soekarnoputri berpasangan dengan Hasyim Muzadi, tapi kalah dari SBY-Jusuf Kalla contohnya.

NU punya basis suara sedemikian besar. Di kalangan NU juga berlaku tradisi sami’na wa atho’na, dengar dan patuh, pada kiai. Artinya, posisi dan peran kiai, apalagi kiai khos, akan menentukan.

NU memang tidak satu suara. Pilihan politik mereka tak seragam. Sejumlah survei menyebutkan nahdiyin terafiliasi ke banyak partai dan tentu ke banyak pasangan bacapres-cawapres pula. Tinggal bagaimana kontestan mendapatkan kepercayaan dan restu kiai lalu meraup suara sebanyak-banyaknya dari warga NU.

Siapa pun capres-cawapres yang terpilih dengan menggandeng tokoh NU dalam Pilpres 2024, kaum nahdiyin hendaknya mendapatkan maslahat terhadap kualitas hidup mereka. Jangan setelah terpilih, mereka ditinggalkan alias hanya dibutuhkan suara mereka saat pemilu.
 



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.