Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Lumbung Pangan Tanpa Pangan 

28/9/2023 05:00

BELUM lekang dari ingatan, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan proyek food estate sebagai sebuah kejahatan lingkungan. Menurutnya, bagi elite partai pendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu, hutan sudah dibabat tetapi proyek lumbung pangan tidak terbangun dengan baik. 

Hanya saja, Hasto memang tidak merujuk secara spesifik siapa yang harus dipersalahkan karena melakukan kejahatan lingkungan. Yang pasti, telah menjadi fakta publik kalau proyek food estate di Kalimantan Tengah tidak kunjung panen. 

Presiden Joko Widodo pun sampai menjawab tudingan tersebut. Kepala Negara menegaskan program itu adalah gawean pemerintah untuk mengantisipasi krisis pangan di Tanah Air. Presiden berharap publik memahami kesulitan proyek tersebut sehingga membutuhkan berulang kali percobaan hingga berhasil. 

Pada 2020, Presiden Jokowi mulai menjadikan proyek food estate sebagai program strategis nasional 2020-2024 dengan menyiapkan 30 ribu hektare lahan di Kalimantan Tengah. Sebagian berasal dari bekas Proyek Lahan Gambut Sejuta Hektare warisan Soeharto. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga merupakan mantan menantu mendiang Presiden Soeharto ditunjuk untuk memimpin proyek itu. 

Selepas Kepala Negara menjawab, suara keras terhadap proyek food estate dari petinggi partai berlambang banteng moncong putih tiba-tiba menghilang. 

Di bawah rezim Joko Widodo, proyek itu juga akan dibangun di lebih dari 1 juta hektare yang tersebar di berbagai daerah. Presiden juga telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 108 tahun 2022 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2023. 

Food estate tergolong program prioritas strategis pemerintah dengan anggaran sebesar Rp235,46 miliar. Proyek itu juga telah masuk dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBN) 2024. 

Kesiapan menghadapi krisis pangan adalah keniscayaan. Apalagi, badan pangan dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO) pada 2020 telah memperingatkan ancaman kelaparan meningkat. Pasalnya, akses pangan yang memburuk seiring dengan menurunnya daya beli akibat kemerosotan ekonomi. 

Indonesia saat ini masih ketergantungan untuk mengimpor impor sebagian bahan pangan, termasuk di antaranya beras. Padahal, langkah impor jelas-jelas merugikan petani dan juga devisa negara. Padahal, kebutuhan bahan pangan terus melesat seiring pertambahan jumlah penduduk. Penambahan jumlah penduduk juga menyebabkan alih fungsi lahan pertanian berlangsung kian pesat. 

Luasan sawah semakin berkurang. Pertambahan jumlah penduduk justru berbanding terbalik dengan jumlah petani yang memproduksi bahan pangan. 

Ketergantungan tentu membuat siklus menjadi berupa lingkaran tanpa ujung. Dalil tersebut yang melatarbelakangi pemerintah untuk bersikukuh menjalankan program food estate atau kawasan sentra produksi pangan.

Akan tetapi, pemerintah saat ini jangan sampai menimbun masalah. Apalagi, tahun depan akan ada pemerintahan baru hasil Pemilu 2024. Jalani semua program sesuai aturan tanpa melanggar hukum. 

Jangan lagi terjadi seperti pada 2022. Di mana, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyimpulkan bahwa program food estate tahun anggaran 2020 hingga triwulan III tahun 2021 dilaksanakan tidak sesuai peraturan dalam semua hal yang material. Kesimpulan itu berlaku untuk tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi. Alias, seluruh tahapan. 

Peningkatan produktivitas pangan bisa dilakukan dengan mengintensifkan lahan dan tanah milik rakyat dan petani secara masif yang kemudian diorganisasikan dan ditata oleh pemerintah menjadi bisnis pangan yang besar. Tidak mesti food estate. 

Hal itu dilontarkan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin. Sebab, bagi bakal calon wakil presiden pendamping Anies Baswedan itu, proyek lumbung pangan food estate telah terbukti gagal. Indikatornya juga telah gamblang terjadi di kehidupan sehari-hari, yakni harga bahan pangan yang tinggi dan impor beras masih berlangsung. 

Jika memang food estate susah direalisasikan atau berpeluang melanggar peraturan, masih ada waktu bagi pemerintah untuk membuat program berbeda. Jika food estate gagal mesti jelas akuntabilitasnya sehingga menjadi pelajaran agar tak terulang lagi membuat proyek strategis nasional dilakukan secara gegabah dan asal-asalan.
 



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.