Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Mencairkan Narasi Kontestasi

21/9/2023 21:00

DIKOTOMI yang amat rigid antara narasi perubahan dan narasi keberlanjutan dalam konteks visi kepemimpinan nasional yang akan datang sempat menjadi perdebatan seru di antara koalisi pendukung calon presiden pada Pilpres 2024. Dua narasi itu seolah menjadi mantra yang tak bisa diutak-atik.

Yang satu teguh dengan visi perubahan, yang kemudian banyak ditafsirkan secara telanjang, bahkan dicurigai dan ditakuti sebagai upaya mengoreksi seluruh kebijakan dan program pemerintahan saat ini. Yang satu lagi kukuh dengan narasi keberlanjutan, yang diartikan sebagai keinginan meneruskan apa pun visi, kebijakan, dan pencapaian pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Ibaratnya, satu kubu mengarah ke selatan, kubu lain bergerak ke utara. Tidak ada titik temu. Masing-masing, dengan segala argumennya, hakul yakin bahwa visi merekalah yang terbaik untuk membangun dan memajukan bangsa ini ke depan. 

Namun, sesuai dengan fatsunnya, politik senantiasa mengalir. Politik tak bisa diam di satu tempat, selalu diwarnai dinamika dan kejutan-kejutan. Begitupun dalam internal koalisi yang dalam perkembangannya mengalami bongkar pasang anggota sebagai impak dari sangat cairnya perpolitikan nasional belakangan ini. 
Hal itu, mau tidak mau, juga mengubah pendekatan tiap koalisi dalam penjabaran visi mereka. Masuknya PKB ke dalam Koalisi Perubahan, misalnya, sedikitnya telah memasukkan unsur keberlanjutan sebagai bagian dari payung besar visi perubahan yang sejak awal menjadi spirit koalisi tersebut. 

Sebaliknya, rencana bergabungnya Partai Demokrat ke dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM), patut diduga akan membuat narasi keberlanjutan murni yang selama ini digadang-gadang KIM menjadi sedikit bergeser. Visi keberlanjutan tentu tetap akan jadi patron, tetapi semangat perubahan yang dibawa Partai Demokrat kiranya tidak akan begitu saja dipinggirkan. 

Dinamika itu tentu saja menyejukkan. Narasi yang disodorkan ke publik menjadi lebih rasional tanpa garis demarkasi yang rigid. Tak ada lagi klaim paling benar dari kedua narasi tersebut. Tidak ada lagi tudingan bahwa yang mendukung perubahan berarti tidak menginginkan keberlanjutan, atau sebaliknya siapa yang menarasikan keberlanjutan berarti tidak ingin ada perubahan atau perbaikan.

Keberlanjutan sesungguhnya tidak bisa meninggalkan elemen-elemen perubahan. Memangnya dari sekian banyak kebijakan dan program pemerintah tidak ada satu pun yang keliru? Pasti ada dan tentu saja itu perlu perbaikan dan perubahan. Jadi, para penyokong keberlanjutan pun semestinya tidak perlu alergi dengan perubahan.

Begitu pula perubahan sejatinya bukan berarti membatalkan atau tidak meneruskan kebijakan baik yang sudah ada. Perubahan, seperti dikatakan bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, justru akan memperkaya sekaligus memberikan keadilan kepada seluruh masyarakat. Karena itu, dalam konteks menjalankan roda pemerintahan, meneruskan yang baik serta mengubah yang tidak baik sesungguhnya adalah hal yang lumrah.

 

 

 



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.