Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Menanti Taji Tim Sukses Capres

15/9/2023 05:00
Menanti Taji Tim Sukses Capres
Ilustrasi MI(MI/Seno)

IBARAT pertandingan sepak bola, kemampuan tim dalam mengolah hingga menyarangkan si kulit bundar ke gawang lawan sangat menentukan kemenangan. Begitu pula dalam arena pemilihan presiden. Selain kekuatan pesona calon presiden dan calon wakil presiden, faktor lain yang menciptakan keberhasilan memenangi kontestasi ialah keberadaan tim sukses dalam menyiapkan strategi pemenangan.

Sejumlah partai politik yang sejauh ini mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden telah mengungkapkan sejumlah nama yang akan menjadi tim pemenangan pada 2024.

Meski belum menyebut pasangan Ganjar sebagai bakal calon wakil presiden, para elite tertinggi empat parpol menunjuk Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid untuk memimpin tim pemenangan mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut. Lalu, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa dan mantan Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen (Purn) Gatot Eddy Pramono sebagai wakil ketua tim.

PDI Perjuangan juga telah mengumumkan ada lebih dari 1.000 organ relawan yang mendaftarkan diri selaku pendukung Ganjar.

Di sisi lain, partai-partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju pengusung Prabowo Subianto masih menggodok tim kampanye. Prabowo juga belum memiliki calon pendamping untuk bisa maju dalam Pilpres 2024.

Adapun parpol yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) beserta Anies Baswedan yang sudah berpasangan dengan Muhaimin Iskandar telah menyepakati tim pemenangan.

Di antara tim pemenangan itu, mereka sepakat menunjuk mantan Jaksa Agung M Prasetyo dan mantan jaksa Edwin P Situmorang sebagai dewan pengarah tim hukum. Lebih dari 1.000 advokat telah mendaftar untuk bergabung dengan tim itu.

Anggota Tim Delapan KPP Willy Aditya mengibaratkan tim pemenangan pasangan Anies-Muhaimin atau Amin dengan istilah false nine yang ada di sepak bola. Jadi, semua bisa mengatur ruang, menciptakan peluang, sekaligus menjadi striker untuk mengegolkan pasangan Amin.

Tim kampanye akan menjadi orang dekat bakal calon presiden. Mereka menyusun dan menjalankan strategi cara memenangi pemilihan. Di rezim pemilihan secara langsung pada hakikatnya ialah memilih citra kandidat. Peran partai politik justru sebatas sebagai syarat pengajuan calon. Dengan begitu, tim sukses akan menjadi pihak yang lebih berperan dalam upaya menciptakan citra para kandidat yang sesuai dengan keinginan publik.

Para tim kampanye juga akan menentukan indah dan mulusnya permainan politik. Bagaimana melancarkan strategi serangan politik secara elegan meski menohok bagi pihak lawan. Mereka juga akan menerima kenyataan atas hasil pemilu dengan lapang dada sekalipun menyakitkan hati.

Siap menang dan siap kalah bukan sekadar slogan. Tidak menerima hasil pemilu akan diwujudkan berupa gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Akan tetapi, ada juga permainan akal bulus dalam pertarungan politik. Mereka akan gencar melangsungkan serangan seperti black campaign, politik uang, atau distribusi hoaks.

Tim sukses yang mengedepankan akal bulus juga dengan berat hati menerima hasil pemilu. Mereka akan memanas-manasi bahwa terjadi kecurangan pemilu tanpa data maupun fakta untuk menggerakkan massa.

Di sisi lain, tim sukses pasangan pemenang juga banyak yang meraih karier politik cemerlang. Seakan menjadi reward atas komitmen dan hasil kerja mereka selama pemilihan.

Semisal mendiang Tjahjo Kumolo yang mengetuai tim pemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada 2014. Setelah pemilihan, dia ditunjuk menjadi Menteri Dalam Negeri. Selain itu, Anies Baswedan yang menjadi juru bicara tim kampanye kemudian sempat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Lalu ada Erick Thohir yang memimpin tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada 2019 yang kemudian ditunjuk sebagai Menteri BUMN.

Karier cemerlang para tim sukses tentu bukan karena akal bulus. Mereka tentu dipandang sebagai orang yang dipercaya oleh presiden terpilih. Presiden terpilih tentu telah melihat dan mengalami kapasitas dan kapabilitas para orang dekatnya tersebut. Mereka berhasil mengantarkan kandidat ke kursi kekuasaan tanpa akal bulus.

Pemilu adalah ajang konflik politik yang terlembaga. Di momentum pemilulah terbuka peluang bagi pihak-pihak yang berbeda posisi untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan secara sahih.

Di era modern, tentunya publik berharap pergantian atau keberlangsungan kekuasaan bisa berjalan dengan riang dan beradab. Apalagi, di Indonesia pemilu kerap diibaratkan sebagai pesta demokrasi. Namanya pesta, seyogianyalah berlangsung secara meriah dan menyenangkan.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.