Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Siapa Takut Debat Bacapres

13/9/2023 21:00
Siapa Takut Debat Bacapres
Ilustrasi MI(MI/Duta)

ADU ide, program, dan gagasan amat penting dalam ajang pemilihan presiden. Kegiatan ini sangatlah positif sehingga harus diberi ruang yang seluas-luasnya dan selebar-lebarnya demi memungkinkan pemilih memahami pandangan dan rencana para calon bakal presiden terkait dengan isu-isu kunci yang relevan. Publik menjadi tahu akan ke mana negeri ini dibawa berlayar dan bagaimana sang calon nakhoda membawa perahu besar bernama Indonesia ini mengarungi gelombang persaingan global.

Berangkat dari hal itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kemudian berencana menggelar debat bakal calon presiden yang sudah dideklarasikan oleh koalisi partai politik peserta Pemilu 2024, yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan. Debat itu sedianya berlangsung Kamis (14/9) besok, tetapi harus ditunda karena hanya Anies yang mampu memenuhi undangan tersebut. Ganjar tidak bisa hadir karena ada agenda umrah dan Prabowo memiliki tugas kenegaraan sebagai menteri pertahanan ke Laos.

Terlepas dari penundaan tersebut, apresiasi setinggi-tingginya harus diberikan kepada BEM UI. Mahasiswa sebagai garda terdepan bangsa sudah berinisiatif menghelat sebuah kegiatan yang penting bagi masa depan negeri. Sebuah ajang untuk menguji gagasan para bakal calon presiden yang memungkinkan pemilih untuk lebih memahami pandangan mereka. Pemilih dapat menggunakan beragam informasi yang tersedia untuk membuat keputusan dan menunaikan hak politik mereka saat masuk ke bilik suara.

Dengan menguji ide, program, dan gagasan lewat ajang debat, ketiga bacapres mau tidak mau, suka atau tidak suka, harus menjelaskan dan mempertanggungjawabkan gagasan dan rencana mereka kepada pemilih. Hal ini tentunya dapat menghindari retorika kosong sekaligus memaksa calon untuk merinci ide-ide mereka. Sudah bukan zamannya lagi membeli kucing dalam karung. Semua harus terbuka, mesti transparan, bukan bagus di luar, tapi ternyata busuk di dalam.

Publik tentu berharap ada penjadwalan ulang sehingga ketiga bacapres bisa bersama-sama dalam satu forum debat. Sejauh ini alasan umrah dan dinas ke luar negeri masih masuk di akal sehingga ruang bercuriga terhadap ketidakhadiran Ganjar-Prabowo haruslah ditutup.

Selama proses penjadwalan ulang berlangsung amatlah penting bagi BEM UI untuk memastikan bahwa forum tersebut berjalan dengan etika akademis dan tetap konstruktif. Tidak untuk menjatuhkan sosok tertentu dan memoles citra figur lainnya. Semua harus berlangsung jujur dan adil, memberi kesempatan yang sama bagi semua pihak tanpa terkecuali. Karena yang dicari bukanlah orang yang jago debat, melainkan tokoh yang benar-benar paham permasalahan negeri ini serta mampu memberi solusi nyata.

Publik tentu berharap ajang yang sedang diinisiasi BEM UI dapat diikuti oleh BEM-BEM lainnya di berbagai daerah. Karena persoalan bangsa ini terlalu banyak, untuk mengupasnya tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit, tidak cukup satu kali perhelatan yang hanya berdurasi dua sampai tiga jam.

Alasan lain kenapa jangan hanya BEM UI yang menghelat ajang debat ialah karena kampus identik dengan anak muda dan jumlah anak muda dalam Pemilu 2024 sangatlah besar. Pemilih usia 17 hingga 30 tahun sebanyak 63.953.031 orang (31,23%). Pemilih usia 31 hingga 40 tahun sebanyak 42.398.719 orang (20,70%). Ketika suara mereka digabung jumlahnya hampir 52%. Mereka memerlukan informasi memadai sebelum memilih calon presiden.

Tugas mulia ini sudah selayaknya diemban para mahasiswa dari berbagai BEM di Indonesia. Para pemilih muda menjadi tahu isi kepala calon pemimpin mereka. Bacapres harus teruji gagasannya. Jangan asbun alias asal bunyi umbar janji manis, tetapi faktanya utopis. Namun, kalau kemudian ajang debat bacapres tidak kunjung terlaksana karena ada yang terus-menerus menolak, barulah publik pantas waspada. Jangan-jangan ada yang takut debat dan sedang mempertahankan isi otaknya yang kosong rapat-rapat.



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.