Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Waspadai Rivalitas Global

08/9/2023 05:00

DI tengah kondisi dunia yang penuh konflik dan ketidakpastian perekonomian, Presiden Joko Widodo berharap ASEAN menjadi jangkar demi perdamaian dan pertumbuhan ekonomi.

Dengan demikian, ASEAN diharapkan tidak cawe-cawe dalam rivalitas global agar perserikatan bangsa ASEAN bisa menjadi penetral dan rumah aman bagi dunia. Akan tetapi, ASEAN juga bukan menjadi kelompok pasif. ASEAN diarahkan supaya mengajak seluruh pihak untuk turut menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Ibarat pepatah ‘dua gajah bertarung, pelanduk mati di tengah’. Bila negara besar tengah konflik, tentunya negara yang lebih kecil yang terjepit. Pepatah itu seakan menggambarkan kekhawatiran Presiden Jokowi yang selalu menekankan pentingnya perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bagi kawasan.

Perdamaian dan inklusivitas adalah kunci untuk mengantarkan ASEAN ke masa depan lebih baik. Target agar ASEAN menjadi episentrum pertumbuhan dunia tentu mensyaratkan stabilitas dan keamanan di kawasan.

Melihat kondisi gepolitik saat ini membuat kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif kembali menjadi relevan. Diplomasi yang mendasari pidato proklamator Bung Hatta, Mendayung Antara Dua Karang, pada 1948. Kala itu dunia terbagi atas blok Barat dan Timur, dan Indonesia memilih untuk tidak berpihak di antara kedua kekuatan itu, untuk tidak menjadi objek dalam pertarungan politik internasional, tetapi menjadi subjek dalam menentukan sikap.

Pertemuan tingkat tinggi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara pada tahun ini juga dihadiri perwakilan tiga negara besar dunia, yaitu Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok. Di hadapan delegasi Rusia yang dipimpin Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, delegasi Amerika Serikat (AS) yang dipimpin Wakil Presiden Kamala Harris, dan delegasi Republik Rakyat Tiongkok yang dipimpin Perdana Menteri Li Qiang, Presiden Jokowi menekankan pentingnya untuk tidak menciptakan perang dan konflik baru.

Kehadiran petinggi ketiga negara itu menjadi penting karena saat ini sedang berlangsung sengketa Peta Baru Tiongkok, invasi Rusia ke Ukraina, dan posisi AS selaku penentang utama invasi. Invasi berkepanjangan di Ukraina juga telah berpengaruh terhadap negara lain, termasuk kepada Indonesia yang berjarak lebih dari 9.000 kilometer.

Untuk konteks negara Asia Tenggara, juga tengah diterpa sejumlah kemelut, seperti isu Semenanjung Korea hingga Laut China Selatan.

Selain itu, situasi di Myanmar yang semakin memburuk. Lalu, lebih dari 1 juta warga Rohingya masih berada di kamp pengungsian di Bangladesh dalam kondisi memprihatinkan.

Sejumlah organisasi nonpemerintah, dari luar forum KTT, juga mempertanyakan komitmen negara-negara ASEAN terhadap penanganan praktik korupsi dan perlindungan bagi pekerja migran.

Kehidupan demokrasi di ASEAN pun dianggap sedang dalam ancaman. Kebebasan masyarakat sipil dipandang kian menyempit. Ketimpangan, kemiskinan, kerusakan lingkungan, kekerasan terhadap perempuan, dan ketidakadilan dihadapi sebagian besar rakyat di kawasan Asia Tenggara.

Kondisi menurunnya demokrasi di Asia Tenggara juga diungkap dalam sebuah artikel di The Economist pada 31 Agustus 2023. Penulis artikel itu antara lain menyoroti praktik politik dinasti, dan Presiden Jokowi dianggap memelihara politik dinasti dengan kehadiran putra dan menantunya dalam kancah politik.

Visi menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan tentu harus didukung. Sepanjang bisa mengalir hingga ke akar rumput paling bawah, bukan hanya bagi kalangan berdasi. Perdamaian dunia tentu dibutuhkan asalkan bukan berdamai dengan pelaku korupsi dan tindak kekerasan. Diplomasi jangan sekadar menjadi basa-basi tingkat tinggi yang cuma bisa menjadi tontotan bagi rakyat kecil.

KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta yang berakhir kemarin harus efektif diimplementasikan demi mengakselerasi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan berperan penting dalam percaturan politik, ekonomi, dan keamanan global.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.