Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Mencegah Kampanye Hitam

31/8/2023 21:00
Mencegah Kampanye Hitam
(MI/Duta)

PEMILU 2024, dalam konteks pemilihan presiden, diprediksi bakal berlangsung ketat sekaligus kompetitif. Sejumlah survei menyebutkan jarak elektabilitas antarbakal calon presiden di posisi teratas, semakin dekat. Lazimnya hasil survei, selalu ada dinamika, naik turun, tergantung pada periode surveinya.

Namun, secara umum gap antara tiga kandidat capres yang saat ini banyak disebut-sebut bakal berlaga di Pilpres 2024, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, sejatinya tidak terlampau jauh.

Salah satunya kalau kita ambil contoh dari hasil jajak pendapat yang dilakukan lembaga yang berbasis di Australia, Utting Research, bulan lalu, jarak itu bahkan semakin mepet. Lembaga itu mencatat elektabilitas Ganjar Pranowo 34%, disusul Prabowo Subianto 33%, dan Anies Baswedan 27%.

Kian ketatnya perebutan elektabilitas itu, di satu sisi sangat bagus karena publik berpeluang  mendapatkan suguhan kompetisi kontestasi yang seru dan menarik. Dalam kompetisi, keketatan dan keberimbangan ialah sebuah daya tarik. Pada titik tertentu, persaingan alot itu bahkan sangat mungkin dikapitalisasi untuk menarik lebih banyak lagi publik yang mau berpartisipasi menggunakan hak pilih dalam pemilu mendatang.

Namun, di sisi lain, ketika gelanggang pilpres akan diikuti kandidat dengan peluang yang relatif hampir sama, potensi munculnya hal-hal buruk juga cukup besar. Jika mengacu pada dua pemilu sebelumnya, 2014 dan 2019, paling tidak ada dua hal buruk yang sangat mungkin dilakukan demi melebarkan jarak elektabilitas antarkandidat, yaitu kampanye hitam dan politik identitas. Ketika itu, dua cara kotor tersebut begitu masif digunakan untuk menjatuhkan lawan tanding.

Pemilu 2024 pantang mengulang pengalaman buruk itu. Antisipasi atas potensi bakal bermunculannya kampanye hitam dan politik identitas mesti dilakukan sedari awal. Kalau tidak, akibatnya cukup fatal karena justru akan menciptakan polarisasi dan pembelahan. Ujungujungnya bukan cuma demokrasi yang berjalan mundur, keutuhan dan persatuan bangsa juga terancam.

Kunci untuk menangkal itu ada pada kearifan dan keteladanan elite politik serta ketegasan lembaga pengawas pemilu. Sejak sekarang para elite mesti sadar bahwa yang dipertarungkan dan diadu dalam Pilpres 2024 ialah kekuatan gagasan, keunggulan program, serta kematangan visi untuk membangun bangsa ini ke depan. Dengan spirit itu seharusnya yang keluar dari mulut para politikus ialah narasi-narasi yang bergizi buat demokrasi, bukan agitasi yang malah memancing polarisasi.

Di lain sisi, peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga amat sentral untuk menjaga rangkaian penyelenggaran pemilu agar tak melenceng dari muruah demokrasi. Kualitas pemilu tidak hanya diukur dari hasil akhirnya menghasilkan pemimpin yang sesuai pilihan rakyat, tapi juga dari seberapa mampu proses itu tidak justru menciptakan konflik dan chaos, serta merusak kohesi sosial.

Bawaslu kiranya punya kekuatan dan kompetensi untuk mengawasi seluruh proses itu, termasuk mencegah kemungkinan-kemungkinan buruk yang bakal terjadi. Mereka punya kewenangan untuk tidak sekadar menghardik, tapi juga menindak pihak-pihak yang melanggar aturan pemilu. Yang dibutuhkan ialah keberanian bersikap tegas dan, bila perlu, bertindak keras. Jika Bawaslu mampu menjalankan peran dan tugasnya dengan baik, satu kunci untuk mewujudkan pemilu berkualitas sudah kita pegang.



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.